
Kesa turun dari atas motor, wajahnya terlihat pucat dan hanya diam, menggendong ransel di punggung dan memasuki gerbang yg dimana pak Beno guru kesayangan semua nya itu tengah menyambut kedatangan para siswa/siswi termasuk Kesa.
Hari terlihat mereka datang tidak terlalu pagi, mungkin sebagian siswa sudah pada datang dan memasuki sekolah, Kesa menyalim pak Beno sopan dan segera pergi membuat pak Beno sendiri heran, biasanya jika berbicara dengan Kesa pasti selalu ada candaan atau setidaknya senyuman.
Kesa melepas jaketnya, meletakkan di atas meja dan terduduk dengan wajah dingin.
"Tumben Kes, kok pucet gitu lo sakit yah" seru James heran.
Iyan menatap Kesa lekat-lelat, dia juga memang heran mengapa Kesa hanya diam dari tadi.
Bukannya menyahut Kesa malah meraih ponselnya hanya sibuk menarik ulur beranda fb, kadang di ganti ke Ig, atau melihat video-video lucu dari tik tok, meski selucu apapun videonya tetap saja wajah Kesa masih terlihat datar.
"Kes, lo udah siap pr mtk umum?" tanya Rere pelan suara gadis imut, pendek dan pendiam itu memang sangat pelan entah itu di buat-buat atau memang sudah dari sononya.
Kesa menatap Rere lambat, bagaimana dia bisa selesai tugas, dia saja memeriksa buku nya sesuai rostes baru tadi pagi. "Belum..!". jawab Kesa pelan.
"Yaudah nih...!"
"Engga usah gpp" tolak Kesa cepat membuat Rere menghentikan tangan nya yg tadinya ingin mengeluarkan buku catatan nya.
"Serius engga?"
Kesa mengangguk seadanya dan kembali fokus ke ponsel nya, "Biarin aja deh gue di hukum, biar gue bisa sendiri, keluar kelas, males banget belajar hari ini" batin Kesa menunduk lesu.
Sebagian besar sibuk mengerjakan pr, Kesa malah sibuk dengan lamunan nya.
"Masih idup lo Put, baru dateng sekarang" celetuk Tio membuat semuanya fokus ke arah pintu dimana sosok Ketua kelas sekaligus sosok Ketua Osis mereka berdiri dengan senyuman polos.
Kesa hanya tersenyum tipis, dan kembali melanjutkan lamunan nya.
Putra menatap ke arah kursinya yg sudah terisi dengan sosok yg tidak dia kenali, Putra tersenyum kecut, benar sekali, entah mengapa dia merasa kalau lelaki itu cukup tampan juga.
"Gue duduk di sini yah Din...!" pinta Putra
Dinda mengangguk santai, segera Putra duduk tepat di sebelah kanan Dinda, hanya ada jarak satu meter dengan Kesa yg di sebelah kanan nya. "Udah sehat lu?" tanya Kesa tanpa menoleh ke arah Putra.
Putra tersenyum singkat, "Males juga kelamaan di rumah sakit, oh iya kenalin gue Putra!" sapa Putra mengulurkan tangannya ramah.
"Nathan..!" balas Nathan juga tersenyum ramah.
"Enak banget yah, pacar nya lagi sakit, eh dianya asik-asik main tik tok an" ucap Kesa menunjukkan layar ponselnya ke arah Putra,
Putra tersenyum Kecut, "Udah jangan liat, malu gue" lemas Putra menutup layar ponsel Kesa karena itu Video dirinya dan Angel pacar nya saat gadis itu menjenguk nya di rumah sakit.
"60k yg like, sial*n.. lu,". umpat Kesa cemberut.
"Ya salahin dianya yg kelewat cantik" sambar Putra tersenyum tipis.
'"Kita bikin konten juga yuk, biar viral kayak gitu"celetuk Roy tiba-tiba.
"Lu aja sendiri!" ketus Kesa dan Putra dengan nada datar, Roy menciut dan segera duduk di kursinya.
Bell les pertama berbunyi, semuanya repot kembali ke kursinya masing-masing karena guru kiler itu akan datang. Setelah sibuk mengerjakan tugas yg seharusnya di kerjakan di rumah, malah di kerjakan di sekolah. Mereka sudah jantungan karena setiap ada tugas guru kiler itu selalu saja membuat hukuman yg memberat kan + memalukan.
"Slamat pagi" sapa bu Irene tersenyum tipis.
__ADS_1
"Slamat pagi buu..!" sahut semuanya serentak, seperti biasanya, sebelum kelas di mulai, terlebih dulu diawali dengan berdoa yg di bawakan secara bergiliran.
"Sampe dimana kita?". tanya nya berjalan mendekat ke arah meja terdepan dan membuka catatan milik Dika. "Oh.. ini, ada tugas yah?" serunya
"Iya buuu..!" jawab sebagian dengan nada pelan.
"Ada yg belum selesai?" tanya bu Irene
Dengan berat hati Kesa mengangkat tangan nya dengan wajah sedikit takut.
Wanita itu mengerutkan kening nya heran, tak biasanya Kesa tidak selesai seperti ini, mesi jawaban nya kadang salah,tapi tak pernah Kesa tidak mengerjakan tugas nya.
"Hanya Kesa saja?" Bu Irene memastikan, tidak ada yg mengangkat tangan nya, hanya Kesa, benar-benar Kesa.
"Kenapa ngk selesai Kesa?"
"Lupa bu" jawab Kesa pelan, bu Irene menghela nafas panjang, "Kalo gitu hukuman apa yah yg cocok buat kamu, kau sendiri saja yg pilih"
Kesa terdiam tidak menyahut.
"Ke perpus aja, kerjakan sepuluh soal di dan kalau sudah selesai kasi sama ibu setelah itu baru kamu bersihin toilet " ucap bu Irene.
Kesa mengangguk pelan dan mengambil satu catatan dan satu pena setelah pergi menuju ke perpus. Putra masih menatap Kesa heran biasanya kalau tidak selesai, Kesa akan meminta pada Rere atau kepada dirinya, tapi mengapa sekarang tidak.
Bertepatan saat Kesa keluar, Eric baru saja kembali dari Perpustakaan untuk mengambil buku paket bersama dengan Nico. Keduanya menatap ke satu arah, yaitu Kesa yg berjalan dengan wajah lesu membawa sebuah buku dan pena hitam.
"Tumben tu anak ke perpus, ngapain?" batin Eric heran.
"Ehm.. eh, pulpen gue ketinggalan di perpus gue ambil bentar, lo duluan aja, nih sekalian bawa" Eric menumpuk kan sepuluh buku paket ke atas tumpukan buku di tangan Nico membuat nya gelagapan karena semua buku hampir jatuh.
"Permisi bu.." seru Kesa mengetuk pintu.
"Iya... masuk!" sahut seorang wanita paruh baya dengan kaca mata berlensa atas bawah sedikit menurun kan kacamata untuk melihat siapa yg datang.
"Mau minjam buku apa?" tanya wanita itu santai.
"Engga minjam bu, saya di suruh bu Irene ngerjain soal disini, boleh kan bu"
"Oh.. !" hanya oh saja dan mengangguk pelan, Kesa segera mengambil tempat duduk di pojokan, meletakkan bukunya dan mencari buku matematika umum, yg jelasnya Kesa tak akan mencari buku bank soal, buat apa menyelesaikan soal rumit kalau bisa menyalin contoh soal yg ada di buku paket lain. Itu cara praktis saat di hukum seperti ini.
"Ada yg ketinggalan Eric?"
"Eh.. iya bu, !" sahut Eric yg langsung sudah bisa melihat pulpen milik nya di tangan wanita paruh baya itu. Eric segera menerima dan melirik ke arah Kesa yg masih membelakangi nya sambil mencari buku.
"Sekalian mau minjem buku bu" lanjut Eric, lagi-lagi wanita itu hanya mengangguk saja, segera Eric mendekat ke arah Kesa dan tentu mengejutkan Kesa.
Pandangan Eric masih datar, "Lo ngapain disini?" tanya Eric berpura-pura mencari buku.
"Di hukum, ngerjain soal" singkat Kesa
"Emang lo ngapain bisa di hukum?"
"Ya ngk ngerjain tugas mtk lah" balas Kesa ketus. Eric langsung bisa tau kalau itu hukuman pasti dari bu Irene "Cuman itu aja hukuman nya, tumben.." heran Eric,
Kesa mendengus kesal, "Ya engga lah, ya kali, gue juga harus bersihin toilet setelah ini" Lemas Kesa, Eric hanya diam saja.
__ADS_1
Segera Eric meraih satu buku asal-asalan dan pergi, Bersamaan dengan itu Kesa juga mendapatkan buku yg dia cari, dan juga segera menyalin nya ke buku catatan milik nya.
Bukannya kembali ke kelas Eric malah menaiki anak tangga masih membawa buku yg entah apa di pegangi nya.
"Tok...tok...tok...!".
"Iya masuk" Eric melangkah masuk dengan semua tatapan mata kagum ke arah nya, sementara sosok wanita yg tengah diam di kursi sambil mengerjakan sesuatu di laptop nya, ya.. dia bu Irene.
Bu Irene menatap Eric sejenak, "Iya ada apa Eric?" tanya nya dengan suara terbilang pelan karena lebih ribut bisikan para siswa yg sibuk bekerja sama untuk mengerjakan soal yg di berikan oleh bu Irene.
"Ehmm.. begini bu, Kesa di hukum yah bu, sebenarnya saya minta maaf sebelum nya bu, semalam Kesa sakit jadi mungkin gara-gara itu Kesa lupa ngerjain tugas soalnya dia langsung tidur semalam, Kesa juga udah minta bantuan sama saya tapi saya yg kelupaan bu, soalnya tugas saya juga banyak bu" ucap Eric dengan wajah serius.
"Oh... kesanya sakit yah, jadi?"
"Bisa ngk bu, hukuman nya di ringanin dikit, dia juga masih belum sembuh total, makanya pucat gitu ngk banyak ngomong"
"Kalo gitu yaudah, cuman kerjain soal itu aja, nanti bersihin toilet di batalin aja"
Eric tersenyum. "Kalo gitu saya permisi bu" pamit Eric yg segera di angguki oleh bu Irene.
"Putra kemari dulu" ucap bu Irene membuat keadaan sejenak diam. Putra berdiri dan melangkah maju, belum saja sampai ke depan.
"Kamu pergi ke perpus, bilang sama Kesa setelah ngerjain soal nya selesai langsung balik aja ke kelas, ngk usah bersihin toilet" suruh bu Irene.
Putra mendelik heran, tapi mengangguk saja.
"Sekalian bantuin aja ngerjain soal nya biar cepet" sambung nya lagi.
Putra lagi-lagi mengangguk kebingungan namun sedikit senang karena Kesa tak perlu lagi di hukum membersihkan toilet lagi.
"Pasti gara-gara bg Eric tuh minta di ringanin hukuman nya" gumam Roy yg mendapatkan anggukan dari Bobi. Sementara Nathan yg mendengar nya hanya diam saja tak menyahut. Sama hal nya dengan Iyan yg tidak peduli, yg di pikiran nya sekarang Kesa pasti sudah bersantai di perpustakaan.
Putra baru saja sampai ke perpus terlihat Eric baru saja selesai berbicara dengan Kesa, "Mau ngapain?" tanya Eric
"Oh itu mau bantuin Kesa ngerjain soal, di suruh sama bu Irene" jawab Putra pelan Eric melirik Kesa sekilas dan segera pergi, sementara Itu Putra segera duduk di sebelah Kesa.
"Enak banget lu yah, nyantai aja" ketus Putra
Kesa hanya menatap datar, "Males banget gue hari ini, pengen pulang aja, trus tidur" balas Kesa malas.
"Nyehh kalo gini critanya, gue ngk perlu bantuin lo, orang yg lo catet aja contoh soal, udah jawaban pasti lagi" lemas Putra
Kesa tersenyum polos, melihat bukunya, dia sudah mengerjakan empat soal, tinggal enam lagi.
Hanya butuh hitungan menit, Kesa sudah menyalin sepuluh contoh soal ke dalam bukunya, waktunya Kesa akan bersantai, sementara Putra sendiri asik membaca novel saja dari pada membantu Keaa yg kerja nya hanya meniru saja dari buku, tak ada gunanya dia datang membantu Kesa yg seutuhnya tak perlu di bantu.
"Udah siap kan, yaudah ayo ke kelas!"
"Ya bener bae lu, gue cepet-cepet nyiapin ni tugas biar bisa nyantai kali, bukan biar cepet ke kelas" ketus Kesa
"Dari pada hukuman lo di tambahin lagi gimana?"
"Tunggu satu les lagi, baru pergi!" Kesa segera tidur dengan buku nya sebagai bantalan kepalanya, tak peduli dengan tatapan tajam dari Putra.
Putra melanjutkan membaca buku, karena kalau dia kembali sendirian ke kelas, sama aja bu Irene akan bertanya di mana Kesa, dia akan lebih bingung mencari alasan, pilihan kedua saja, dia akan duduk diam hanya membaca novel.
__ADS_1
...~selamat membaca~...