
Kesa berjalan dengan langkah santai, tidak cepat dan tidak terlalu lamban, langkah kakinya masih seirama, kadang menaiki anak tangga yg hanya tiga buah, atau kadang sampai lima anak tangga, hingga sampai ke lapangan dan megarah ke parkiran. yg tempat nya masih di dalam kawasan sekolah, tepat nya di dekat gerbang sekolah.
Tidak terlihat ada Eric disana, karena hari ini ada rapat osis jadi Kesa bermaksud untuk pulang naik angkot saja.
"Kesa...!" Suara itu membuat langkah Kesa terhenti, wajahnya masam saat mendengar suara familiar di telinganya, dengan malas Kesa menoleh ke belakang Digo sudah menanti dengan wajah sumringah.
Wajah Kesal Kesa berubah drastis saat melihat sosok lain di sana, sosok yg membuat Kesa tersenyum, dia memang selalu saja memberikan kejutan kepada dirinya, namun entah mengapa setelah Digo memanggil namanya, sosok itu menatap Digo dengan tatapan intens dan rumit.
Kesa tersenyum dan berlari riang membuat sejenak Digo heran sekaligus bahagia, entah dia berharap akan di peluk oleh Kesa karena Kesa sedikit merentangkan tangan nya dengan wajah bersemangat.
Digo sudah bersiap-siap ingin menerima pelukan hangat, belum saja tangan nya terangkat senyuman nya langsung saja hilang saat melihat Kesa melewatinya, bahkan tak melihat nya. Mengacuhkannya dan tidak memperdulikannya.
"Bughh...!" satu pelukan hangat tercipta, Kesa memeluk Devano erat begitu juga sebalik nya, meski hanya beberapa saat setelah nya keduanya saling melepas. "Udah semangat yah, gimana sekolah nya?" tanya Dev tersenyum, dia tidak sama seperti Eric yg mewarisi sifat ayahnya yg dingin tapi pedulian, malah Devano mewarisi sifat dari ibunya yg perhatian, sedikit cerewet dan juga hangat.
'Hehehe.. kebetulan banget bg Eric lagi ikut rapat osis"
"Loh bukannya Eric udah pensiun jadi ketos nya?"
"Iya sih, tapi kadang ikut juga, mungkin dia masih ikut beberapa kegiatan atau jadi anggota di bidang lain" papar Kesa.
"Kesa...!" untuk kedua kalinya, Kesa terdiam saat Digo memanggilnya, Dev menatap Digo dengan intens, dia benar-benar penasaran siapa dia, seragam sekolah nya berbeda dengan Kesa, itu yg membuat Dev penasaran.
Kesa berbalik dan menatap Digo datar
"Sorry soal yg kemaren gue ngk tau kalo Eric itu abg lo, dan gue juga"
"Gue ngk ada urusan sama lo, jadi ngk usah sok akrab sama gue" sahut ketus Kesa
"Eh.. Kes, ngk baik ngomong gitu ahk" ucap Devano sedikit merasa bersalah karena melihat raut wajah penyesalan dari wajah Digo. Digo mencoba tersenyum tegar.
"Dia pacar lo yah?" tanya Digo dengan suara parau.
Dev sedikit tersendak, Kesa hanya diam saja dengan tatapan datar, "Ehh. bukan, saya abg nya" sahut Devano tersenyum ramah. Digo terdiam kikuk, rasa cemburu nya saat melihat Kesa memeluk pria itu terasa hilang seketika di ganti dengan rasa malu.
"Oh.. hmm" dengan gugup Digo mendekati Kesa, "Gue cuman mau balikin ini" ucap nya meraih tangan Kesa dan meletakkan sebuah gelang yg terbuat dari bahan besi tipis desain rantai berbentuk naga, dengan senyumnya yg sudah setengah hancur.
"Makasih yah, gue masih bahagia seenggaknya masih bisa liat lo" ucap nya pelan.
Kesa terdiam mematung. raut wajah datar nya tiba-tiba saja pecah menjadi masam, sendu dan rumit.
"Gue pergi dulu" pamit Digo setelahnya pergi dengan motor sport biru nya. Kes menatap lekat punggung Digo yg semakin menjauh, Ada rasa berat dan tidak terima kala Digo pergi.
"Bukannya dia Digo mantan ketua osis di SMA budi murni yah?" ucap seseorang membuat Kesa terpecah dari lamunan nya. Wajah Kesa menjadi masam. Melihat gadis yg pernah membuat nya hampir jatuh dari tangga, dan untung nya Eric datang menyelamatkan nya.
Dia adalah Selina, satu kelas dengan Cerry, namun keduanya itu tak saling akur karena pernah bertengkar hanya karena memperebutkan Eric.
"Ada hubungan apa lo sama dia" seru Selina dengan tatapan tajam.
Kesa menatap datar, "Ada atau engga bukan urusan lo juga kali" balas Kesa dengan tatapan sinis.
"Lo Jadi Cewek ganjen banget yah, udah brapa cowok lo ambil, belum lagi Eric lo udah tau sendiri kan dia udah punya pacar, lo bahkan deketin Putra juga, dan yah gue denger-denger lo udah jadi ratu nya perebut cowok orang yah"
Wajah Dev mengerut, emosinya tiba-tiba serasa terpanggil, belum saja Dev hendak beranjak dari motor nya, Kesa sudah melangkah maju ke depan Selina.
"Sorry yah, kakak kelas yg terhormat gue deketin mereka karena mereka temen gue, dan buat apa juga gue ngerebut mereka dari pacar nya, orang pacar gue lebih ganteng dari mereka semua" balas Kesa tersenyum menatap Devano .
__ADS_1
Selena cepat saja menoleh ke belakang, matanya melotot melihat Devano yg duduk di atas motor sport warna hijau. "Dan satu lagi, bilang aja lo iri, ngk bisa dapetin Eric sono ambil, makan sekalian, ogah juga gue sama dia" Kesa terkekeh pelan.
Devano semakin kebingungan saja di buat ucapan Kesa.
Kesa melangkah mendekati Devano dan berbisik pelan, "Ngk usah di pikirin, cuman bercanda hehe..!". ucap Kesa cengengesan.
Devano tersenyum geli dan mengusap kepala Kesa lembut, "Udah ayo, entar kesiangan kita makan siang nya di luar yah"
Kesa mengangguk, "Ok.. !". balas nya duduk dan memeluk pinggang Devano dari belakang membuat tatapan Selina semakin melotot.
Kesa hanya tersenyum sinis, melirik Selina yg terlihat menghentakkan kakinya dengan wajah kesal.
...°°...
Sesuai ucapan Devano tadi, mereka sudah tiba di salah satu resto terdekat, Kesa duduk dengan wajah malas nya, pikiran nya masih teringat dengan Digo dan juga gelang yg ada di tangan nya. Itu adalah gelang pemberian Kesa di hari ulang tahun Digo dan kini di kembalikan padanya.
"Jangan bilang yg tadi itu. mantan pacar kamu yah" ucap Dev tiba-tiba
Kesa tersendak air liurnya sendiri, tatapan nya kikuk. "Eng..engga!" balas nya gugup.
"Jangan bohong. jujur aja kali. bener kan, sejak kapan kalian pacaran, kenapa bisa putus?"
Kesa terdiam malu sekaligus tidak berani untuk menjawab, bisa-bisa masalah ini akan bocor kepada ibunya, "Satu tahun !" jawab Kesa pelan. Dev manggut-manggut tersenyum simpul, "Satu tahun lebih apa kurang?"
"Lebih" balas Kesa semakin pelan.
"Kalo gitu udah pernah ngerayain anniversary donk" goda Dev membuat Kesa cemberut, Dev tertawa pelan melihat wajah cemberut Kesa.
"Udah jangan di bahas lagi" lemas Kesa
Kesa mengingat kembali wajah Selina, "Dia itu cuman ngk suka aja sama gue, sebenarnya bukan cuman dia. tapi masih banyak,"
"Loh kenapa? emang kamu ngapain mereka? gosipin? jahatin?"
Kesa menggelengkan kepalanya. "Ya engga lah, mungkin merrka iri kali, gara-gara gue deket sama banyak cowok-cowok ganteng. salah satunya bg Eric ngk semua orang tau kalau kita itu sodara gara-gara jarang ketemu, bicara bahkan jarang bareng ke sekolah, bg Eric kan banyak fans nya tuh, nah semua fans nya ng Eric pada benci sama gue. gara-gara pernah di tolongin pas gue hampir jatuh dari tangga".
"Lah.. gitu toh?" heran Devano tersenyum geli.
"Terus emang sama siapa lagi cowok-cowok ganteng yg deket sama kamu?"
"Ya banyak, kayak temen gue, namanya Putra kebetulan dia juga banyak fans nya karena dia sekarang jadi ketua Osis, Kevin juga Wakil ketua osis, Ahk ya, Iyan.. dia terkenal karena ganteng sih dan sejarah nya Iyan adalah cowok terdingin, dan cuman gue satu-satunya cewek yg bisa akrab sama dia , dia juga temen satu kelas gue, sama Roy, dia juga punya banyak fans gara-gara dia anak sultan, gue juga akrab sama temen-temen nya bg Eric dan mereka juga cowok ganteng semua jadi apa salah nya coba" perjelas Kesa dengan wajah tak mengerti.
Devano terkekeh geli. "Salah kamu juga sih, knp bisa akrab sama semua cowok-cowok ganteng itu"
"Abg malah ketawa sih, bukannya ngasih solusi" cemberut Kesa.
"Ya iya, intinya itu sama kamu, kamu itu terlalu mudah bergaul sama mereka, dan intinya ngk semua cowok bergaul sama kau karena kamu pintar berbicara atau bergaul, pasti ada dari mereka yg deket sama kamu karena kau istimewa, jadi jangan salahin siapa-siapa"
Kesa terdiam, "Kok bisa sih" lemas Kesa
"Makanya biar ngk di katain kayak tadi. seharusnya kamu udah punya pacar kan, ya gpp pacaran, wajar juga bagi anak sma kls dua kayak kamu, dan kalo pacaran ngk usah sembunyi-sembunyi kali, bikang aja ke dunia, biar semua orang tau, dan biar ngk ada gosip"
"Idih kayak yg udah pengalaman aja"
"Emang iya lah, orang abg kamu ini ganteng, waktu SMA bahkan ada cewek yg jambakan gara-gara ngerebutin abg"
__ADS_1
"Hahh? seriusan?"
Devano mengangguk santai "Parah banget tapi gue udah ngk mau lagi pacaran, males banget" balas Kesa
"Yg tadi itu lumayan juga, namanya siapa?"
"Udah di bilang ngk usah di bahas" potong Kesa cepat. wajahnya semakin masam karena kesal.
"Tapi kayak nya ide bg Dev bagus juga" batin Kesa termenung untuk sesaat , matanya tiba-tiba menangkap dari arah luar jendela, Cepat saja Kesa meraih buku menu dan menutup wajah nya.
Keduanya duduk di satu meja tepat di belakang Dev, Dev hanya melirik sekilas ke belakang dan menatap Kesa heran. "Kok bisa si?". umpat Kesa dengan wajah mengerut.
Mereka adalah Nathan dan Cantika
"Waitt.. waitt. kayak kenal gue, Dev?" seru sosok lain dengan wajah sumringah, Dev menatap cepat dan tersenyum cerah. "Ngk nyangka ketemu disini!" ujar satu orang lagi, mereka bertiga melakukan tos. Dan segera bergabung di satu meja. Qori dan Jonathan. Keduanya menatap ke arah Sosok Kesa yg masih menutup wajah nya dengan buku menu. Untungnya Ada Dev dan Qori yg duduk agak dekat hingga membuat Kesa tidak terlalu terlihat lagi dari arah Cantika. Sementara Nathan duduk saling membelakangi dengan Devano.
"Cewek lu Dev, gilak.. lu pacaran sama anak SMA" ledek Jonathan.
Dev menatap datar, "Adek gue Bangs*t" ketus Dev membuat keduanya tersentak. "Adek lu? lu punya adek?" pekik keduanya heran.
"Ngapain ngumpet gitu ngk usah malu kali dek, kita sadar kok, kali kita itu ganteng, gpp buka aja, masa ngk mau ketemu sama cogan-cogan kayak kita" ujar Jonathan.
"Pede banget lu" imbuh Qori dengan tatapan lekat ke arah Kesa yg duduk di sampingnya.
"Brisik banget sih, genteng an juga abg gue diem dah, kalo mau brisik udah sana suh.. suh.. cari meja lain" ketus Kesa dengan nada pelan, hanya menunjukkan bagian matanya saja.
"Gila.. judes banget".
"Jangan ngomong gitu , ngk sopan, kamu juga ngapain nutup wajah gitu takut di liat sama siapa? sama setan"
Kesa menatap lemas, "Iya setan nya-" ucapan Kesa terhenti. "Loh kok cepet banget?" heran Kesa yg melihat Keduanya sudah pergi Kesa menurunkan buku menu sejenak membuat Keduanya diam menatap wajah Kesa lekat.
"Cantik..!" ucap Jonathan polos.
Qori hanya diam dengan tatapan yg sama seperti Jonathan. "Jaga mata woy" seru Dev membuat keduanya segera sadar.
"Aishh gara-gara temen-temen nya bg Dev nih, gue kan ngk denger mereka ngobrol apa tadi" batin Kesa dengan Wajah cemberut.
"Kenapa ?" tanya heran Dev
"Engga ada!" jawab Kesa dengan wajah marah.
"Lah kok muka nya di tekuk gitu?"
"Engga ada, males mau pulang" Kesa segera berdiri dan membenahi ransel nya. "Eh.. kok mau pulang aja, makanan nya bentar lagi dateng loh, udah duduk ngk usah banyak alasan pilih mana duduk dia di sini, atau abg suru Eric temein kamu makan di tempat lain".
Kesa terdiam mematung. dan kembali duduk dengan wajah masam.
"Judes banget dek, kalem dikit napa"
seru Jonathan lembut. Kesa melirik Jonathan tajam "Brisik lo" umpat Kesa langsung saja membuat Jonathan terdiam kikuk. Dev dan Qori terkikik geli.
"Udah ngk usah ngambek kayak baru balikan sama mantan trus putus lagi deh,"
"Kayak pengalaman aja" goda Kesa menaikkan sebelah alisnya membuat Dev celingukan, Kesa meraih ponsel nya dan kembali sibuk meski tak tau apa yg dia lakukan. Hanya menarik ulur beranda Sementara ketiga orang tadi sibuk bernostalgia tentang masa SMA.
__ADS_1
...~selamat membaca~...