
Pagi ini, Eric sudah bisa masuk sekolah, maka dari itu dia akan di bersama dengar Eric ke sekolah, tapi sepertinya dari semalam hanya ekspresi itu yg terlihat di muka Kesa, dia selalu diam saja, tak pernah protes, bahkan sengaja Eric memancing dengan menggunakan motor kesayangan nya, bahkan Kesa tetap acuh.
"Kesa...lo kenapa si?" heran Eric yg kini duduk di atas motor menunggu Kesa naik tapi tak urung juga gadis itu lakukan.
Kesa segera sadar, "Hah? Apa?" sahut nya bingung.
Eric berdecak kesal, "Dari tadi lo diam aja, ayo naik, keburu telat entar" ajak Eric memaksa
Kesa mengangguk cepat, segera naik ke atas motor dengan posisi menyamping, hanya diam saja, setelah nya motor itu segera melaju dengan kecepatan normal.
Melihat sekolah masih sepi, jadi Eric berinisiatif untuk mengantar Kesa ke kelas nya, meski dari tadi Kesa tidak menyadari kalau dia di ikuti oleh Eric.
Langkah nya bahkan sangat lambat, membuat Eric semakin bingung dan curiga apa yg terjadi dengan anak bar bar yg satu ini, tiba-tiba dia berubah menjadi seperti kerasukan setan pemalas, bahkan untuk bergerak saja sangat loyo, tidak biasanya Kesa yg sering berlarian gila-gilaan tiba-tiba jadi seperti ini bukan?
Baru duduk dan melihat Eric, Kesa langsung berdecak, tidak mau protes, Kesa malah langsung duduk diam saja, sambil menatap lurus ke depan, tepat ke arah papan tulis, Eric semakin cengo saja, kenapa anak itu tak berkata apapun saat dia kini mulai duduk di kursi sebelah nya?
"Sa..lo kenapa sih, jujur napa?" tanya Eric
Bukan menjawab, Kesa meraih ponsel nya dan sibuk sendiri entah melakukan apa, yg pastinya dia hanya menarik ulur beranda Instagram nya.
"Kesa ke kantin yuk, gue yg traktir deh" Eric tersenyum manis, tapi nihil, Kesa malah tetap tak menggubris,
Eric bingung harus mengatakan apa lagi, "Sa lo kalo kayak gini, jadi mirip onta tau ngak, mukanya monyong aja, diem, keluarin suara dikit napa, kelas ini jadi angker gara-gara gue bicara sendiri, kayak orang gila"
"Kesaaaa...!" Eric menggoyang pundak Kesa namun Kesa masih tetap diam.
"Ckkk...au ahh" Eric meletakkan kepala di atas meja, memandang wajah Kesa yg begitu dingin dan datar tanpa ekspresi membuat nya ngeri, masalah besar apa yg terjadi hingga membuat adik kesayangan nya itu menjadi seperti setan pemalas ini.
"Awas aja kalo sampe yg buat lo begini laki-laki ngk jelas, gue bakalan habisin dia di depan lo Kes" batin Eric berpaling, memilih untuk membenamkan wajah nya di lipatan kedua tangan nya yg tergeletak di atas meja.
Kesa menunggu, sedari tadi dia tak ingin bicara karena terlalu sakit jika mungkin saja nanti dia tak sengaja mengatakan nama Digo, bisa-bisa Eric langsung kesetanan karena sudah tau apa masalah yg terjadi hingga mereka putus.
Beberapa menit berlalu, Kesa bisa mendengar seruan nafas dari Eric yg teratur, Eric tertidur meski mungkin tidak nyenyak, Kesa tersenyum sedikit, ada rasa bersalah saat dia mengacuhkan Eric dan Devano juga.
Kelas berangsur-angsur ramai, tak satupun penasaran entah siapa itu yg tidur karena menurut mereka itu pasti Nathan, secara terlihat Kesa yg tidak terlalu peduli, jika itu mungkin antara Iyan, Roy atau Putra, Kesa pasti tak membiarkan mereka tidur dengan cara apapun, termasuk menjahilinya.
Tapi mungkin itu tak berlaku bagi Nathan, secara dia masih siswa baru, "Nyenyak banget tidur nya, bentar lagi bell" teriak Fandi
__ADS_1
Kesa mendelik, "Bisa diam ngk lo, ngk usah teriak" bentak Kesa membuat seisi ruangan hening.
"Cieee...cieee.. takut Nathan ke bangun yah" bukan nya takut Fandi malah semakin menggoda Kesa, Iyan menatap Kesa lekat, ekspresi Kesa seperti nya tampak sedikit berbeda.
Eric tersenyum simpul, selain bisa mendengar apa yg ribut di kelas ini, dia juga semakin aneh dengan sikap Kesa, terlebih sebelum kelas ramai, Kesa juga menyelimuti nya dnega jaket milik Kesa, sementara jaket nya dari tadi sudah dia buka dan di letakkan di laci Nathan.
"Jangan di ganggu Fan, nanti istrinya ngamuk" tambah James membuat semuanya tertawa geli
"Tumben rame banget" heran seseorang yg baru masukbdnegan ekspresi heran karena semuanya sibuk tertawa, jelas saat dia datang langsung membuat semuanya syok, itu Nathan bukan?
"Loh..loh.. Nat, lo kok di situ, trus yg di sana siapa?" pekik Roy menunjuk ke arah kursi sebelah Kesa, karena Roy kini duduk di sebelah Fandi jadi dia tak tau jelas dan tak melihat dari dekat.
Iyan yg sebenarnya sudah tau hanya menatap datar saja, meski yg dia pikir kan sekarang adalah kenapa Kesa begitu aneh hari ini?
"Hati-hati Roy besok-besok lo ngk bakalan bisa masuk ekskul basket lagi" sindir Iyan tersenyum sinis.
Nathan mendekat, ingin memastikan siapa yg duduk di kursinya, tapi sebelum itu terjadi, dari pintu sudah masuk beberapa orang dengan gaya cool nya membuat beberapa cewek-cewek langsung hiteris.
Siapa lagi kalau bukan Regan, Nico dan Andre, yah mereka langsung tau kalau Eric sudah sekolah karena motor nya ada di parkiran, setelah memeriksa di kantin tidak ada, dan di ruang olahraga juga tidak ada, yah pastinya ana itu ada di sini.
"Enak banget yak tiduran di sini, ngk Inget waktu" sinis Regan tak suka menatap Eric
"Apaan si, brisik banget, ganggu tidur gue aja dari tadi" balas Eric segera kembali ke posisi duduk semula, sambil melakukan peregangan. Sekelas hening, ingin Iyan tertawa terbahak melihat semua orang kaget karena orang yg mereka sangka Nathan ternyata Eric.
"Gue kira udah mati lo, ternyata masih sekolah juga" ucap Nico menatap datar
"Halo bebeb gue yg paling cantik" sapa Andre tersenyum manis
Kesa menatap jijik, ingin mengumpat tapi dia masih dalam mode kalem dengan tatapan menusuk, "Minta di kasi cabe lo yah, mulut ngk bisa berhenti nge bacot" sinis Regan kesal
Andre membalas dengan senyuman miring, "Sirik, bilang bos, bilang aja lo ngk bisa" ledek Andre tersenyum puas membuat ekspresi Regan bertambah masam.
"Cabut" ketus Eric segera pergi dengan membawa tas nya, mungkin sedikit lupa, dia ikut membawa jaket Kesa dan meninggalkan jaket nya di laci. Kesa ingin menghentikannya tapi tidak bisa, dia masih terlalu ragu untuk berbicara dengan Eric.
Kesa mengernyitkan dahinya, ternyata jaket Eric ada di laci, segera dia mengambil nya sebelum Nathan duduk, memeriksa ada sesuatu yg berat, ternyata Ponsel dan dompet Eric ada di sana. Kesa tak berniat memeriksa sebenarnya, dia juga tak berniat mengembalikan, hanya saja baru saja dia ambil dari saku, ponsel menyala menunjukkan adanya panggilan masuk atas nama Cerry❤
Semakin Kesa heran, aneh sekali Eric memberikan nama kontak dengan emoticon love, itu artinya "Astaga apa dia pacar nya?" gumam Kesa.
__ADS_1
Kesa mengacuhkan nya saja, toh udah di mode silent, jadi membiarkan ponsel itu mati sendiri.
Kesa ingin meletakkan ponsel itu ke laci, tapi tidak jadi, jiwa jahil nya seketika muncul, saat melihat pesan masuk dari nama kontak yg sama, ternyata anak itu sama sekali tidak memberikan pin atau kata sandi di ponsel nya hingga Kesa leluasa untuk memeriksa.
Tangan Kesa berhenti di situ, tak jadi membuka aplikasi WhatsApp karena melihat walpaper ponsel Eric adalah foto mereka bertiga, Eric, dirimu sendiri dan juga Devano, itu adalah foto saat kecil sehingga sedikit tidak mirip lagi dengan yg saat ini.
Kesa tersenyum, rasanya begitu hangat, Kesa memilih untuk beralih ke aplikasi kontak saja, ingin melihat nama-nama kontak aneh, seperti yah dia lagi-lagi tersenyum saat ada beberapa nama aneh
Nico🐵, Regan🦍, dan Andre🐷 ada-ada saja nama kontak dengan emoticon hewan yg jelas mungkin saja itu julukan saat Eric merasa kesal dengan orang itu.
"Loh kok ngk ada nama gue?" heran Kesa melihat nama kontak di inisial C maupun K tidak ada, jika pun Amanda juga tidak ada di sana, "Kenapa ngk ada, masa ngk di simpen sih?" pikir Kesa mengambil ponsel nya, mencoba menelfon ke nomer ponsel Eric dan memastikan apa mungkin dia tidak menyimpan nomer nya?
Ponsel Eric menyala, Kesa mengernyit, yg benar saja? Pinguin Ganas🐧
"Sejak kapan ini?" pekik Kesa mendelik tak suka, apa-apaan itu?
Kesa bergidik ngeri, dia ingin melihat nama kontak yg lain, ahk ya sedikit aneh-aneh tapi- siapa ini?
"Kesayangan nya Eric?" batin Kesa membaca satu nama kontak aneh, "Ini siapa anjim?" pekik Kesa terbelalak, apa jangan-jangan Eric selingkuh dari Cerry, atau Cerry adalah selingkuhan nya Eric?
Itu adalah nomer WhatsApp, jadi Kesa memutuskan untuk memeriksa room chat nya, siapa tau benar-benar selingkuhan atau pacar asli,
Kesayangan nya Eric
Suka suka gue lah
^^^Anda^^^
^^^Dasar setan, makanya jadi orang jangan cari masalah dulu, soksokan mau pacaran dih, galau kan lu^^^
sekakmat, Kesa mengerjab, bukan itu itu adalah, secepat kilat Kesa memeriksa ponsel nya, yah jelas itu adalah dirinya sendiri
Kesa menutup kedua ponsel dengan cepat, entah lah dia tersenyum melihat nama kontak itu, dia jadi ingat saat dia juga begitu penasaran apa nama kontak milik nya di ponsel Devano, sengaja menelfon Devano saat Dev duduk di sofa sambil bermain game, dan Kesa yg jahil berdiri di belakang sofa, menelfon Devano
Meski mukanya tersenyum, Sayang nya Dev❤
hanya saja saat itu Kesa harus dapat semprotan karena Dev gagal dalam misi game nya, hingga keduanya berantam tak jelas.
__ADS_1
...~selamat membaca~...