
Wajah putih mulus di lapisi bedak dengan beberapa riasan wajah itu nampak kusut, melihat bagaimana dekat nya Kesa dengan Putra yg baru saja keluar dari perpus saat jam istirahat sudah tiba, keduanya tampak akur membuat semua orang iri saja dengan Kesa, dia bisa dekat denga Putra idola mereka yg adalah si ketos yg ganteng nya kagak ketulungan, dia juga bisa dekat dengan Iyan yg cool boy yg bisa mematahkan hati semua orang, dan Kesa juga bisa dekat dengan Roy yg notabenya anak sultan dengan kekayaan berlimpah dan juga meski dia bad boy, dia juga masih tergolong cowok tampan.
Belum lagi ada rumor kedekatan Kesa dengan Eric, itu berlaku bagi mereka yg tak tau hubungan keduanya, juga keakraban Kesa dengan teman-teman Eric membuat semua para siswi plus-plus iri sekaligus dengki kepada Kesa.
Seperti contoh nya gadis yg satu ini. Gadis yg memgakunya sebagai sahabat namun menyimpan rasa kepada pacar sahabat nya sendiri.
Namanya adalah Cantika, teman sejak SMP nya Angel pacarnya Putra, kebetulan Angel sekolah di SMA negri jadi bebas bagi Cantika untuk mengidolakan Putra tanpa sepengetahuan Angel.
"Cekrek....!" hanya butuh satu foto saja, segera saja Cantika mengirim nya kepada Angle, senyuman miring Cantika terlihat jelas.
"Enak aja lo dasar cewek kampungan, brani nya lo deket-deket sama Putra, lo pikir gue bakalan tinggal diam apa?" gumam Cantika dengan tatapan sinis.
"Ihhh.. sebel.. sebel.. kenapa sih itu kakak kelas genit deketin kak Putra, kemarin deket sama kak Iyan, besok-besok bisa-bisa pacar orang juga di rebut" sinis seorang adik kelas yg baru saja melintasi Cantika.
"Tau tuh, paling juga di jadiin pelampiasan sama cowok-cowok yg deket sama dia, secara dia kan ngk punya pacar" balas yg satunya.
Lagi-lagi senyuman Cantika terlihat naik, "Hhhh.. rasain lo, ternyata banyak juga yg ngk suka sama lo, Kesa..!" umpat Cantika tersenyum kemenangan.
"Bruk....!"
"Aww... lo bisa jalan ngk sih?" ketus Cantika yg sudah terduduk di lantai akibat seseorang yg tak sengaja mendorong nya hingga jatuh.
"Eh.. sorry, Sorry..!". ucap nya membantu Cantika berdiri, sejenak Cantika terjerembab saat melihat wajah sosok lelaki yg kini sangat dekat dengan nya.
"Wowww... ganteng juga" pikir nya tersenyum tipis.
"Sorry, skali lagi maaf yah, lo gpp kan?" seru nya lagi merasa bersalah.
"Gpp, sakit dikit aja.. oh ya lo anak baru yah, gue ngk pernah liat, oh ya sorry kenalin gue Cantika dari kelas 11 IPS-A" Cantika mengulurkan tangannya hendak bersalaman
"Nathan...!" balasnya menerima jabatan tangan Cantika dengan singkat, yah.. dia adalah Nathan yg terburu-buru hendak ke toilet tadi. "Kelas 11 IPA-B". sambung Nathan ramah.
Cantika tersenyum manis, "Oh ya, skali lagi maaf ya, gue buru-buru" sambar Nathan dengan cepat pergi berlari kecil.
"OMG? sejak kapan ada cowok se ganteng itu di sini? kenapa gue ngk tau, astaga.. dia bahkan lebih ganteng dari Putra" batin Cantika menatap punggung Nathan yg sudah semakin menjauh.
"Kalo ngk dapet putra, dapet tin Nathan juga gpp" lanjut Cantika sembari melangkah dengan senyuman sumringah.
...°°...
Baru saja bu Irene memeriksa buku Kesa dan menilai nya sebagai ganti nilai dari tugas nya yg tidak di kerjakan, barulah bu Irene pergi dari kelas mereka.
Keadaan mulai kacau kembali, sibuk dan heboh sendiri dengan aktivitas nya, ada yg mengerjakan tugas lagi, menggosip dan juga bermain game.
"Lo kok ngk login Kes, kita udah mau mulai nih" seru Fandi
"Males gue, kalian aja yg main game" sahut Kesa meletakkan kepala di atas meja, menghadap ke arah Putra dan sekumpulan cowok-cowok yg duduk berdekatan entah itu di kursi atau di meja intinya agar bisa saling mengobrol sembari bermain game.
Iyan tidak ikut, tapi dia bergabung duduk disana, Jangan tanyakan Roy, tentu dia pasti ikut, sementara Putra lebih fokus ke ponselnya mungkin sedang chating.
"Drtttt...drtttt...!" ponsel Kesa bergetar, Kesa segera bangkit dan terduduk santai, "Siapa yg nelpon sih" lemas Kesa menatap layar ponsel nya.
__ADS_1
Ternyata dari nomer baru, "Tumben ada yg nelpon Kes" ledek Tio
Kesa mendengus kesal dan mematikan ponsel nya. belum saja satu menit usai ponsel mati, kembali lagi bergetar dan tetap dari nomer yg sama.
"Angkat aja, siapa tau penting" ucap Putra
Kesa menggeser tombol hijau dan mendekat kan layar ponsel ke telinga, "Halo?" sapa Kesa datar.
"Kesa ini gue-"
"Tuttt....tutt...!" Kesa mematikan ponsel nya cepat dan mengaktifkan mode pesawat, wajah nya tiba-tiba kembali datar dan dingin saat tau kalau yg menelfon nya barusan adalah Digo, dari suara nya saja Kesa bisa tau.
"Siapa Kes?" heran Putra
"Salah sambung" sahut Kesa cepat, setelah nya kembali tidur kini dengan posisi membelakangi kerumunan.
Kali ini bukan Kesa saja yg dalam keadaan kesal sekaligus marah, tapi Putra juga, bukan karena Sikap aneh Kesa. tapi malah karena sebuah pesan yg masuk ke ponselnya.
"Kes... Kesa...!". panggil Putra beranjak dan duduk di Kursi yg kini sudah dimiliki oleh Nathan, Kesa mebuka lebar matanya dan menatap Putra tanpa mengubah posisinya.
"Apa sih!" ketus Kesa malas.
"Anjirt.. ulah siapa coba, liat nih" tunjuk Putra menampilkan layar ponselnya ke arah Kesa, Kesa terbelalak dan segera bangun dari posisi tidur nya. "Siapa yg ngambil ?" heran Kesa.
"Ya gue ngk tau, masa langsung di kirim sama si Angel, Angel nya jadi marah-marah sama gue" lanjut Putra kesal.
"Yaudah lu jelasin kek, sekalian tanya siapa yg ngirim fotonya biar gue labrak sekarang"
"Bilang aja gue juga udah punya pacar, ya ngk mungkin lah deket sama lo, gitu aja biar percaya" saran Kesa.
Putra manggut-manggut. "Ini juga lagi ngetik itu, eh.... tapi pacar lo siapa?" tanya Putra menatap Kesa intens, Kesa terdiam berpikir-pikir siapa, "Ngk tau gue, orang gue udah ngk punya pacar lagi" lemas Kesa tiba-tiba mengingat Digo.
"Nyehh jangan jadi galau gitu juga kali, yaudah gue bilangnya aja Nathan yah"
Kesa tersendak, "Ya kali lo, engga jangan" sela Kesa cepat.
Putra tak menghiraukan Kesa malah sudah mengirim pesan tinggal menunggu balasan dari Angel, "Terus siapa?" tanya Putra pura-pura mengetik.
"Ya siapa kek, terserah lo tapi jangan dia"
Putra menganggu saja, entah dia menyebutkan nama siapa, Kesa tak peduli, intinya Kesa tak mau di sebut sebagai perebut pacar orang.
"Ngk aktif lagi dia, udah masuk kelas kali" Putra mendesah lemas.
"Elu sih Kes banyak haters nya jadi sampe ke gue kan, makanya di kurangin tuh haters nya" umpat Putra.
"Kok jadi salahin gue sih, salahin mereka tuh, mereka yg benci sama gue, orang gue ngk pernah nyakitin mereka, lagian kenal juga engga, udah pada benci" potong Kesa tak terima.
"Ya.. iya juga sih, ahk... orang-orang lucnut tu semua" ketus Putra
Kesa hanya menatap putra datar, namun pikiran nya sudah melayang kemana-mana. "Gue ke toilet bentar" ucap Kesa segera berlari dengan kecepatan penuh membuat Putra geleng-geleng sendiri.
__ADS_1
"Kenapa tiba-tiba kebelet sih" umpat Kesa berjalan cepat dan menuruni anak tangga sambil membetulkan ikat rambut nya.
"Bruk...!".
"Ahk... siall" umpat Kesa terjatuh di lantai dengan ikat rambut yg sudah etah kemana. Kesa menatap ke atas dan melihat sosok gadis yg tengah menatap nya datar.
"Ikat rambut gue mana sih" Kesa bangkit tanpa peduli dengan Sosok Cantika bersama dengan satu orang teman nya.
"Itu dia...!".
"Brukk.. srakk..!". Kesa tersendak saat tak sengaja menabrak seseorang yg tengah membawa buku lumayan banyak membuat semuanya berserak di lantai.
"Aishh.. sorry..sorry". ucap Kesa membantu mengumpulkan buku.
"Kamu gimana sih Kesa, jalan ngk becus, kakak gpp kan?" seru Cantika membantu gadis dengan rambut lurus di ikat rapih itu berdiri.
Kesa menatap datar dan dingin "Sorry kak" ucap Kesa dengan wajah dingin.
"Iya gpp!" jawab nya tersenyum tipis, Meski Kesa tidak tau dan tidak terlalu kenal, tapi namanya adalah Cerry, yg Kesa tau dia adalah kakak kelas nya 12 IPA-B, termasuk anggota osis di bidang mading. Dan dia tidak tau kalau Cerry itu adalah pacar nya Eric. Berbeda dengan Cerry yg sudah tau kalau Kesa adalah adik dari Eric. Otomatis setiap melihat Kesa Cerry tersenyum tipis karena langsung mengingat Eric.
Dua-duanya nya sebenarnya punya kesamaan, yaitu sama-sama ceroboh, bedanya Eric sedikit ceroboh hanya di depan Cerry.
Semua buku sudah ada di tangan Kesa, "Tumben rajin" ucap seseorang dengan senyuman tipis, Kesa menatap datar dan dingin.
"Diem lo, kampr*t" umpat Kesa kesal.
Nathan tersenyum kecut, "Mau di bantuin?" serunya
"Baguslah, masih nyadar, nih bawa semua.. tanya aja sama kakak yg itu, mau di bawain kemana, gue buru-buru" Kesa menyerahkan semua buku ke tangan Nathan dan kembali mencari dimana ikat rambut nya.
"Nyari apa lu?" tanya Nathan, Cantika menatap Kesa lekat, ternyata Nathan juga sudah akrab dengan Kesa. Itu semakin membuat nya benci kepada Kesa.
"Ikat rambut gue, tadi di sini udah kemana?"
Cerry ikut-ikutan melirik kesana kemarin mencari dimana ikat rambut milik Kesa, sementara Nathan hanya diam menatap Cerry, entah kapan dia akan berdiri dan diam disana dengan tumpukan buku di tangan nya.
"Bisa-bisa nya sampe kesana-"
"Ups.. sorry" Cantika menginjak ikat rambut warna biru tua milik Kesa membuat Kesa terdiam dengan tatapan datar
Kesa ingin mengambil ikat rambut nya yg masih di injak oleh Cantika namun tubuhnya terhenti saat mendengar suara, "Pake ini aja" serunya dengan nada dingin.
Wajah Cantika memucat da segera mengangkat kakinya tak lagi menginjak ikat rambut Kesa.
Kesa berdiri dan menatap Eric datar, "Aduh....!". Kesa memegang perut nya cepat, "Makasih..!". sambar Kesa meraih ikat rambut warna pink dari tangan Eric dan segera berlari pergi menuju toilet.
"Gpp kan.. ?" tanya Eric menatap Cerry karena ikat rambut tadi milik Cerry. Cerry mengangguk santai dan tersenyum manis.
"Oh iya dek, sini bukunya gpp biar kk aja". ucap Cerry mengambil alih buku dari Nathan, Nathan mengangguk dan segera pergi, masih bisa dia rasakan tatapan tajam dari Eric.
"Sini aku bantuin" Eric menawarkan diri dan membawa sebagian buku, Setelah keduanya pergi meninggalkan Cantika dengan wajah masam nya.
__ADS_1
...~selamat membaca~...