Hidayah From A Hafidz Quran

Hidayah From A Hafidz Quran
Part 6


__ADS_3

"Dompet siapa ini ?" kata Sinta bergumam sembari memperhatikan dompet tersebut.


Kemudian Sinta mengambil dompet tersebut dan membuka perlahan-lahan dengan penasaran.


Terlihat dari balik dompet tersebut ada beberapa benda yang penting di dompetnya.


"Tumben ... Aisyah membawa dompet tebal mengapa sih dia berbohong padaku padahal aku ibunya ... oh dia pasti mau makan hasilnya sendiri lihat saja nanti ... tetapi tunggu ini kan bukanlah milik seorang wanita," kata Sinta sembari membuka isi dompet tersebut.


Ternyata setelah di teliti bahwa dompet tersebut milik seorang pria terlihat terdapat foto seorang pria yang tak lain dialah Reihan beserta kartu KTP hingga kartu lainnya.


Sinta merasa tidak menentu dengan apa yang baru saja dia temukan sehingga tanpa banyak waktu dia langsung mengetuk pintu dengan keras di kamar Aisyah.


"Aisyah ... buka pintunya ?" kata Sinta dengan emosi sembari mengetuk pintu dengan keras.


Sementara itu di dalam kamar Aisyah pun menghentikan tangisnya kemudian membuka pintu dengan perlahan dan terlihat sosok Shinta yang berdiri di depan pintu dengan penuh kemarahan.


"Apa ini ... kamu membawa dompet seorang pria? dari mana kamu mendapatkan dompet ini sedangkan aku menyuruh kamu untuk mencuri dompet seorang wanita saja, dan dompet siapa yang kamu curi ? " bentak Sinta sembari memukul pintu dengan keras.


Sementara itu Aisyah pun langsung menunduk terkejut bahwa ibunya telah mengetahui dompet yang dia simpan.


"Jawab Aisyah dompet siapa ini ? ibu tidak menyuruh kamu mencuri dompet ini apa yang kamu lakukan ?" tanya Sinta kepada Aisyah.


"Itu ... sebenarnya Aisyah tidak sengaja melakukannya," jawab Aisyah sembari menundukkan kepala.


"Sudah ibu katakan jangan mencuri dompet seorang pria, kamu tahu kan jika kamu melakukan hal ini bisa-bisa identitas kamu akan langsung terbongkar, kamu paham atau tidak Aisyah ?" tanya Sinta sembari menarik rambut panjang Aisyah." satu lagi jangan sekali-kali kamu berhubungan dengan pria mana pun juga maka aku tidak segan-segan akan mengusir mu dari sini paham ?" jelas Sinta dengan tajam.


Setelah itu Aisyah sembari menahan rasa sakit hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.


"Ini kembalikan kepadanya dan setelah itu akhiri hubungan kalian," kata Sinta sembari melempar dompet Reihan tepat di wajah Aisyah.


"Aku tidak memiliki hubungan dengannya bu dan aku tidak tahu siapa dia," kata Aisyah sembari membela diri.


"Kamu kira aku ini bodoh apa Aisyah ... aku tahu kamu setiap menjelang zuhur pergi mencari Masjid untuk melaksanakan salat ... Selanjutnya kamu bertemu dan berbicara dengan namanya Reihan itu kan pasti kamu ada hubungan dengannya," kata Sinta menuduh Aisyah.


"Tidak Ibu ... aku tidak memiliki hubungan dengannya aku juga tidak tahu siapa itu Reihan," jawab Aisyah.


"Bohong ... ingat Aisyah jangan melewati batasan mu jika sampai itu terjadi maka aku tidak segan-segan membawa kamu ke hotel dan menjadi mu seorang j***ng mereka ingat itu," kata Sinta berlalu begitu saja dari hadapan nya.


Setelah Sinta pergi Aisyah kemudian perlahan menjatuhkan diri nya di lantai sembari menangis tersedu-sedu.


...****************...


Sementara di hotel setelah backing panggung mereka akhirnya kembali beraktivitas yaitu tiduran di kamar hotel sebaliknya Reihan dan Zaki keluar untuk salat sembari berjalan-jalan.

__ADS_1


"Rei bagaimana kalau kita salat dahulu di luar sembari jalan-jalan melihat luasnya kota ini ?" kata Zaki sembari mengajak Reihan.


Sebaliknya Reihan kini hanya terdiam tanpa minat, "Kamu saja Zaki aku tidak minat jalan-jalan," katanya.


"Eh masa aku sendiri ... gak asyik kalau sendirian apalagi ini kota besar bisa-bisa aku malah jadi tersesat dan tidak tahu arah pulang," sahut Zaki terkekeh.


"Ya sudah ... aku ikutan juga," kat Reihan.


"Nah begitu hehehe ... ayo," sahut Zaki sembari merangkul bahu Reihan.


Sehingga mereka pun akhirnya pergi dari hotel dan menuju masjid. Setelah beberapa saat kemudian mereka mencari makanan terdekat tinggal ada salah satu warung yang menyediakan berbagai macam makanan.


"Reihan lihat di sana ... ada warung bagaimana kalau kita mampir dahulu untuk makan kan," kata Zaki kepada Raihan. Sebaliknya Reihan mengangguk mengiyakan.


"Selamat datang mas, mau pesan apa ?" kata mas yang sedang melayani mereka.


"Saya pesan nasi goreng ya minumnya teh es saja," kata Reihan mulai memesan makanan.


"Kalau mas yang satu nya bagaimana di sama kan saja ?" tanya mas yang melayani mereka. Zaki pun mengangguk, "baiklah mohon tunggu sebentar ya mas," kata mas tersebut berlalu di hadapannya.


"Bagaimana apakah kamu bertemu dengannya ?" tanya Zaki sembari bertanya kepada Reihan.


"Iya sebelum Amira datang ... aku dan dia sempat bertemu dan akan berbicara tetapi sayang sekali waktunya tidak tepat," kata Reihan sembari dengan sendu.


"Yang sabar ya Rei ... masih ada waktu sebelum kita kembali pulang masih sempat kok kamu ingin tahu tentang wanita dalam mimpi itu," jelas Zaki.


"Hehehe ... iya dong siapa dahulu Zaki ... jangan berlarut dalam kesedihan begitu ya sekarang tersenyum oke," kata Zaki memberi semangat.


Kemudian makanan pun datang sehingga mereka menghentikan pembicaraan dan mulai menikmati makanan yang tersaji.


Sesaat akan membayar Reihan langsung mencegah Zaki yang hendak melakukan pembayaran.


"Tidak usah Zaki ... biarkan aku yang bayar hari ini," kata Reihan sembari mencari sebuah benda yang bernama dompet, tetapi sebaliknya benda yang di cari tak tau entah ke mana.


Sehingga menimbulkan kebingungan tersendiri pada dari Reihan.


Eh ... perasaan aku selalu membawa dompet ... mengapa justru tidak ada ? kemanakah aku menjatuhkan nya.


Melihat hal tersebut Zaki pun tidak ingin menunggu terlalu lama karena sekilas melihat respons pemilik warung menunggu dengan sabarnya.


"Rei ... nanti saja kamu bayar padaku ya ... aku yang akan membayarnya sementara," kata Zaki sembari membuka dompet dan menyerahkan uang berwarna biru kepada pemilik warung makan.


"Maaf ya pak saya yang akan bayar ini uangnya," kata Zaki dan pemilik warung mengangguk tersenyum sembari mengembalikan uang kembalian kepada Zaki.

__ADS_1


"Terima kasih ya mas," kata pemilik warung.


"Sama-sama pak," kata Zaki.


Sementara Reihan kebingungan dengan ketidakberdayaannya karena uang sekaligus isi kartunya telah hilang dalam sekejap mata.


Di perjalanan Zaki mulai bertanya kepada Reihan sembari tadi dia menahan rasa penasarannya.


"Rei ... kamu mengapa sembari tadi seperti kehilangan sesuatu ?" tanya Zaki akhirnya terucapkan.


Dengan wajah yang penuh kecemasan Reihan menghadap Zaki dengan wajah penuh dengan keringat mewakili kecemasan nya.


"Zaki ... dompetku tidak ada," kata Reihan dengan cemas.


"Inalillahi ... memang kamu taruh di mana Rei ? apa kamu meninggalkan dompetmu di hotel sebelumnya," kata Zaki yang ikut cemas dengan kekhawatiran Reihan.


"Tidak selama aku pergi keluar ... aku selalu membawa dompet tidak pernah meninggalkan nya Zaki ?" kata Reihan.


"Apakah terjatuh ?" tanya Zaki.


"Jika jatuh aku bisa merasakannya, aku tidak masalah jika itu hilang tetapi yang ku sayangkan ada uang yang harus ku jaga dan kartu yang sembari dahulu ku buat dengan susah payah," jelas Reihan.


"Bagaimana jika kita lapor pada pihak berwajib saja," saran Zaki.


"Tetapi itu perlu waktu yang lama Zaki, sempat orang akan mengambilnya," kata Reihan.


"Baik lah, kita cari dahulu tetapi jika tidak bertemu terpaksa kita lapor ... bagaimana ?" kata Zaki.


"Baiklah ... aku setuju," jawab Reihan mantap.


"Kalau begitu kita cari ke tempat terakhir kamu datangi Rei dimanakah itu ?" tanya Zaki mulai menginterogasi Reihan.


"Masjid," kata Reihan.


"Ayo kita cari di sana," kata Zaki.


Kemudian mereka pun langsung melesat menuju tempat terakhir yang di datangi oleh Reihan.


Sebaliknya perasaan Reihan campur aduk dengan kejadian yang menimpanya sekilas dia sempat berburuk sangka.


Apakah karena waktu bertabrakan tadi sehingga dompet itu terjatuh dan wanita itu mengambilnya ... astagfirullah Reihan kamu tidak boleh berburuk sangka seperti itu siapa tahu dia mengambil itu bukan bermaksud tidak baik ... semoga dia menjaganya.


Maafkan aku jika aku sepintas telah menuduh dirimu.

__ADS_1


#Bersambung


...Selamat membaca ya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian serta kritik, saran maupun, masukan kalian mengenai novel kedua dari ana, ditunggu komentar terbaik kalianšŸ¤—...


__ADS_2