Hidup Denganmu

Hidup Denganmu
BAB 2


__ADS_3

Buat temen-temen yang baru baca Novel ini, author sarankan untuk membaca season 1 dulu ya kak judulnya "Menemukanmu adalah Takdirku," supaya enggak bingung nantinya ya😘😘😘😘. Terimakasih 🙏💖💖💖💖



💝💝💝💝 SELAMAT MEMBACA 💘💘💘💘


"Diandra sayang bawa Nik ke kamar mu, dan kalian beristirahat lah" ucap mommy Almira.


Ziko yang mendengar itu langsung bersuara.


"Tidak jangan, kau tidak boleh ikut masuk ke kamar Diandra" ucap Ziko pada Nik, membuat semua orang tercengang untuk yang ke dua kalinya karena ulah Ziko.


"Sekarang apa lagi ini" gerutu Nik di dalam hati.


"Ada apa ini?" tanya oma Mariam.


"Loh Nik, Diandra, kenapa kalian ada di sini?" tanya oma lagi.


Baik Nik maupun Diandra tidak menjawab, mereka nampak diam karena kelu saat ingin menjawab.


"Oma Nik dan Diandra pulang karena Ziko" jawab Zia yang merasa tidak enak hati pada semuanya.


"Aku... Aku tidak suka padanya" ucap Ziko sambil menunjuk ke arah Nik.


"Kenapa Ziko hemm?" tanya Oma pelan.


"Karena dia sejak tadi peluk-peluk Diandra terus, Diandra itu punya Ziko, gak boleh di peluk orang lain" ucap Ziko memberengut.


"Tapi Ziko Nik itu bukan oranglain, Nik itu adalah Suaminya Diandra mereka sudah menikah" jelas oma lembut.


"Tapi aku gak terima, pokoknya mereka tidak boleh deket-deket" ucap Ziko lagi.


"Ziko kamu gak boleh seperti ini, Nik dan Diandra itu sudah menikah dan kamu gak boleh bicara seperti itu." bentak Zia karena sejak tadi dia merasa tidak enak hati pada semua orang, atas sikap Ziko hari ini.


"Sayang" ucap Kenzo.


"Zia" ucap Mommy Almira dan Oma Mariam.


"Kakak ipar" ucap Diandra.


Mereka memanggil Zia secara bersamaan.


"Maaf" ucap Zia pelan.


Nik yang melihat keadaan mulai memegang pun mulai mengambil tindakan.

__ADS_1


"Hey Ziko, kita memang belum saling mengenal dengan baik, tapi kau tenang saja ya, aku tidak akan menyakiti Diandra, dan aku tidak akan merebut Diandra darimu, hem... Jadi kau tenang saja ya" ucap Nik setenang mungkin.


"Sekarang sebaiknya kita istirahat lah dulu ya, karena semua orang pasti merasa lelah karena acara hari ini" ucap Nik lagi.


"Aku mau tidur asalkan dia tidak masuk ke kamar Diandra" ucap Ziko kekeh.


"Baiklah aku akan tidur di sini, aku tidak akan masuk ke kamar Diandra hemm" ucap Nik mengalah karena jujur saja Nik sudah sangat lelah sekali.


Nik mendudukkan dirinya di atas kursi sofa.


Diandra hanya menatap sedih melihat laki-laki yang baru menjadi suaminya itu nampak seperti menahan kekesalannya dan memutuskan untuk tidur di ruang tengah.


Daddy Darsi yang melihat Putri kesayangannya yang menahan kesedihannya akhirnya bersuara..


"Baiklah kalau begitu Daddy juga akan tidur di sini" ucap Daddy Darsi, berharap agar putri kecilnya yang kini sudah menjadi seorang istri tidak sedih lagi karena melihat suaminya yang hendak tidur di sofa.


"Kenzo kau juga bukan" tanya Daddy Darsi.


"Hah... Baiklah" ucap Kenzo pasrah.


"Baiklah kalau semua laki-laki memilih tidur di ruang tengah maka oma pun akan meminta Opa Ibrahim untuk tidur di sofa bersama kalian." ucao oma Mariam


Opa Ibrahim yang sejak tadi diam tidak bersuara pun hanya bisa menghela napasnya pasrah.


Uncle Hans yang baru datang pun merasa bingung sendiri dengan apa yang di katakan oma mariam pada dirinya.


"Apa ada apa ini?" tanya uncle Hans.


"Sudahlah duduklah di sini, karena malam ini kita semua para laki-laki akak tidur di ruang tengah ini" ucap Daddy Darsi.


"Apa... Tidak..."


"Diam lah" ucap Daddy Darsi.


Mau tidak mau uncle Hans pun menurut dan tidur di atas sofa bersama semua para laki-laki di rumah utama maliq.


Melihat itu Diandra mulai sedikit merasa tenang.


"Tidurlah dan jangan pikirkan apapun hemm.." ucap Kenzo pada Zia yang terlihat sedih sejak tadi.


Ya Kenzo cukup mengerti kalau Zia merasa bertanggung jawab atas sikap Ziko yang dirasa memang cukup menyebalkan.


"Ya kakak ipar tidak usah di pikirkan aku tidak apa kok sungguh" ucap Nik pada Zia sambil tersenyum.


"Ya sudahlah, ayo para wanita kita sebaiknya masuk kedalam kamar, dan beristirahat." Ucap oma mariam.

__ADS_1


Diandra mencoba menatap Nik sejenak, dan Nik yang mengerti pun hanya membalasnya dengan senyuman saja, seolah berkata "Aku baik-baik saja". Diandra pun membalas senyuman Nik dan mulai naik ke lantai atas menuju kamar.


Akhirnya semua laki-laki di rumah utama keluarga maliq pun tidur di atas sofa di ruang tengah.


Semua nampak mengobrol ringan diselangi tawa yang sesekali pecah di antara para laki-laki berbeda generasi tersebut.


Ditengah asiknya pembicaraan para laki-laki Ziko yang juga ikut tidur di ruang tengah nampak diam saja sambil memainkan mainannya, entah apa yang dia pikirkan yang jelas dia seperti nampak marah pada semua orang.


"Ada apa?" tanya Nik pelan dia meng sejajarkan duduknya di samping Ziko yang duduk di atas kapet berbulu di atas lantai.


"Apa setelah menikah denganmu Diandra akan melupakanku?" tanya Ziko sendu.


"Siapa bilang, dia akan melupakanmu?" tanya Nik selembut mungkin.


"Tidak ada, aku hanya tidak mau Diandra melupakanku dan tidak mau bermain lagi denganku, dan aku juga takut Diandra tidak lagi menyayangiku karena dia menikah denganmu" jawab Ziko.


"Dengar apa kau menyangi Diandra?" tanya Nik pelan.


Ziko nampak menganggukkan kepalanya.


"Percayalah padaku Diandra tidak akan pernah melupakanmu dan dia akan selalu menyayangimu, walau pun dia sudah menikah denganku, hem... " Ucap Nik meyakinkan.


"Benerkah?" tanya Ziko lagi.


"Tentu saja" jawab Nik.


"Sampai kapan pun Diandra adalah milikmu, dan aku hanya membantumu menjaganya em.." Ucap Nik dengan terpaksa agar Ziko tidak melarangnya lagi dekat dengan Diandra istrinya.


"Baiklah kalau begitu" ucap Ziko sambil tersenyum.


Semua orang merasa senang karena akhirnya Ziko mulai tersenyum, semua berharap dengan tersenyumnya Ziko bisa membuat mereka kembali ke kemar masing-masing untuk memeluk istri masing-masing,


Namun sayang rupanya semua itu hanya harapan saja, karena nyatanya Ziko malah berbaring di atas sofa dan menyelimuti seluruh tubuhnya untuk bersiap tidur.


Semua laki-laki dari berbeda generasi itu hanya mengangga sambil menelan pil pahit karena nyatanya mereka benar-benar harus tidur di atas sofa malam ini.


"Nasib" keluh Nik dalam hati.


Semua nampak mulai mengambil posisi, untuk tidur karena malam yang memang sudah menunjukan pukul 02.00 dini hari.


Nik benar-benar harus bersabar karena malam pertamanya yang indah malah harus di lewati dengan tidur di atas sofa bersama para laki-laki dari keluarga maliq.


Namun hal yang sedikitnya dia syukuri adalah karena Nik tidak sendirian dan bukan dia saja yang meninggalkan istrinya tapi yang lain pun ikut menemani dirinya dan tidur di ruang tengah menemani dirinya.


Perlahan Nik pun mulai menutup matanya dia berusaha untuk tidur, walau rasanya sulit sekali tapi Nik tetap berusaha untuk menutup matanya, hingga akhirnya Nik pun mulai tertidur.

__ADS_1


__ADS_2