
Suasana nampak terasa kaku, semua sedang menanti jawaban yang akan diberikan oleh Ziko.
"Aku.... Aku...." Ucap Ziko terbata..
Semua sedang sabar menunggu.
"Aku sayang Diandra." lanjut Ziko.
Deg....
Mendengar itu membuat hati Nik meradang dia mengepalkan tangannya kuat karena menahan rasa cumburu dan marah atas apa yang di ucapkan Ziko.
Semua orang nampak terperangah mendengar apa yang di ucapkan Ziko.
"Ziko?" panggil Zia tak menyangka.
"Ia kak Zia aku menyukai Diandra, aku tidak suka Diandra dekat dengan dia." Ucap Ziko sambil menunjukan jarinya pada Nik.
"Di sini juga sakit" ucap Ziko lagi sambil menunjuk kearah dadanya.
"Ziko" panggil Zia lagi dengan nada tidak menyangka.
"Itu artinya kau menyukai Diandra sebagai seorang Laki-laki, dan bukan sebagai Adik?" tanya Nik, penuh penekanan.
"Tidak... Nik kau salah faham, kita semua taukan Ziko seperti apa, aku mohon semuanya maafkan Ziko, dia menyayangi semua keluarga termasuk Diandra, rasa sayang Ziko pada Diandra hanya rasa sayang dalam keluarga saja, bukankah begitu?" tanya Zia panik pada Ziko.
"Ia kakak aku sayang pada semuanya sama besarnya sayang tidak ada beda, Ziko sayang semua." Jawab Ziko menjelaskan.
Semua orang nampak lega dengan apa yang di ucapkan Ziko karena nyatanya hampir semua salah faham dengan kata "sayang" yang di utarakan Ziko, terutama Nik, dia nampak menghembuskan nafas penuh kelegaan.
"Kami juga sangat menyayangi Ziko" ucap Mommy Almira.
"Ia mommy aku juga" ucap Ziko lagi.
Kenzo menggenggam tangan Zia yang sempat gemetar karena mengira Ziko menyukai Diandra sebagai seorang pria pada umumnya, kini Zia nampak sedikit tenang karena ternyata apa yang di pikirannya adalah sebuah kesalahan.
"Tenanglah, kau terlalu berburuk sangka" ucap Kenzo berbisik.
"Em..." Jawab Zia menganggukkan kepalanya pelan sambil menatap lekat kedua bola mata Kenzo penuh cinta.
"Jadi apa boleh aku membawa Diandra pergi bersamaku?" tanya Nik penuh harap pada Ziko.
"Em... Tapi Diandra tidak boleh menangis lagi." Ucap Ziko.
"Ya aku berjanji." Jawab Nik.
__ADS_1
"Ya sudah kau boleh membawa Diandra pergi tapi, jangan lama-lama ya..." Pinta Ziko.
"Terimakasih" ucap Nik tanpa menjawab pertanyaan dari Ziko.
Karena Nik berniat membawa Diandra pergi berbulan Madu ke banyak tempat dan itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar pastinya, maka dari itu Nik tidak menjawab pertanyaan dari Ziko.
"Alhamdulillah...." Ucap semua orang.
"Terimakasih kak Ziko" ucap Diandra sambil berdiri, menghampiri dan memeluk Ziko.
Melihat itu Nik langsung memincingkan matanya tanda dia tidak suka pada apa yang dilakukan Diandra, 'Nik Cemburu' tapi Diandra membalasnya dengan pelototan tajam dari kedua matanya membuat Nik memilih untuk mengalah saja.
💕💕💕
Pagi hari yang cerah ada rasa bahagia dan ada rasa sedih menyelimuti keluarga Maliq.
Hal itu di Karenakan dua kepergian di hari yang sama akan terjadi, kepergian Oma Mariam dan Opa Ibrahim, juga Keluarga Hans kembali ke Canada dan Ke pergian Nik dan Diandra untuk berbulan madu.
Semua nampak berpamitan di bandara internasional, rasa haru pun tercipta di antara mereka, satu persatu anggota keluarga mulai berpamitan pergi.
Oma mariam, Opa Ibrahim, Paman Hans, Aunty Lucy dan Kimmy. Mereka pergi terlebih dahulu dengan menaiki pesawat keluarga Hans menuju Kanada.
Lalu di susul Nik dan Diandra yang juga pergi menaiki pesawat keluarga maliq.
Mommy Almira dan Daddy Darsi, juga Kenzo dan Zia dengan dua putra kembar mereka Sultan dan Salman, serta Ziko dan tak lupa papa Marco. Mereka setia melihat kedua pesawat itu pergi satu persatu.
"Aamiin." Jawab Daddy Darsi sambil tersenyum dan menggenggam tangan mom Almira penuh cinta.
"Mereka sudah pergi sebaiknya kita pulang. Ucap Kenzo dan di setujui oleh semuanya.
♦️♦️♦️♦️
Setelah menempuh perjalanan berjam-jam yang cukup panjang kini Nik dan Diandra sampai di salah satu Villa resort, yang sudah di pesan Nik
Tempat yang sangat indah dengan posisi Vila yang langsung menghadap ke laut, perlahan Diandra melangkah masuk kedalam Villa, cukup luas dengan peralatan yang lengkap dari mulai TV, kusi santai untuk dua orang kamar Mandi yang juga berpasilitas lengkap dan yang paling penting di dalamnya ada satu kasur besar yang sudah di hias dengan begitu cantik dan di penuhi hiasan bunga mawar merah yang begitu harum.
Melihat kasur yang dihias membuat sekujur tubuh Diandra merinding tak karuan, dia sedikit menelan salivanya penuh rasa tegang.
"Ada apa sayang?" tanya Nik sambil melingkarkan tangannya di pinggang Diandra dari belakang.
Hal itu membuat tubuh Diandra meremang, dengan perlahan Diandra melepaskan diri dari Nik.
"Kak Nik aku sangat lapar, ayo kita makan." Pinta Diandra jujur, karena dirinya memang sedang sangat lapar.
__ADS_1
"Makanannya sebentar lagi akan datang sayang, aku sudah memesannya." Jawab Nik sambil menarik tubuh Diandra masuk kedalam pelukannya.
Hal itu jelas membuat Diandra kelabakan, antara takut dan bingung menjadi satu.
"Kenapa wajahmu memerah sayang?" tanya Nik menggoda.
"Kak Nik lepas, aku gerah.." Ucap Diandra, yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
Nik hanya tersenyum lembut melihat istrinya yang terlihat gelagapan dan kebingungan, entah mengapa rasanya dirinya ingin terus menjahili istri kecilnya itu.
Ada rasa gemas dan bahagia saat dia terus menggoda Diandra, sedangkan Diandra dia dengan susah payah mencari banyak alasan agar terbebas dari Nik saat ini.
Dan setelah beberapa saat menunggu akhirnya makanan pun datang, hal itu di buktikan dengan suara ketukan dari pintu.
Nik pun melepaskan Diandra dari pelukannya, dan memintanya duduk di atas kusi.
"Duduklah, aku akan membuka pintu." Pinta Nik.
"Iya" jawab Diandra cepat sambil melangkahkan kakinya dan mendudukkan dirinya di atas kusi.
Clak...
"Selamat sore makanannya Tuan" ucap Si pelayan.
"Em.. Masuklah" Jawab Nik.
"Baik Tuan" Jawab si pelayan.
Pelayan tersebut pun masuk dia melihat seorang wanita cantik sedang duduk di atas kusi.
"Permisi Nona, selamat sore." Ucap si pelayan menyapa Diandra sambil meletakkan semua makanan yang telah di pesan di atas meja.
"Semua sesuai pesanan Tuan, Apa ada yang lain?" tanya si pelayan.
"Tidak kau boleh pergi" Jawab Nik dingin sambil memberikan uang tips pada pelayan tersebut.
"Baiklah kalau begitu kami permisi, selamat menikmati hidangan yang tersedia." Ucap si pelayan pamit dan pergi.
"Wah banyak sekali makanannya... Ini Halalkan?" tanya Diandra sedikit ragu.
"In syaa Alloh Halal sayang, aku sudah memastikannya sebelum memesan" Jawab Nik meyakinkan.
"Alhamdulillah" ucap Diandra.
"Ayo pimpin Doa lalu kita makan" ajak Diandra.
__ADS_1
"Em.." Jawab Nik.
Lantas Nik pun mulai memimpin doa setelah selesai mereka mulai menikmati makan sore di tepi pantai.