Hidup Denganmu

Hidup Denganmu
BAB 4


__ADS_3

Di pagi hari semua telah berkumpul di meja makan, meja makan itu kini ramai dengan semua anggota keluarga yang berkumpul tumpah ruah di kediaman keluarga Maliq, untuk mendapatkan sarapan pagi bersama.


Sarapan pagi pun di mulai dan begitu terasa nyaman, kala sarapan pagi terlaksana, selepas sarapan semua keluarga kini tengah berkumpul membicarakan kepulangan uncle Hans, Aunty Lucy, Kimmy, Oma Mariam, Opa dan Ibrahim yang hendak kembali ke Canada, malam ini.


"Sebaiknya kalian menginap satu hari lagi di sini" pinta Daddy Darsi.


"Tidak bisa, kau taukan perusahan kalau di tinggal satu hari saja semua pekerjaan pasti sudah menumpuk segudang penuh."


"Kami sudah tiga hari di sini dan aku sudah tidak tau sebanyak apa pekerjaan yang ku tinggalkan saat ini" jawab Uncle Hans panjang lebar.


"Kalau begitu Mommy dan Daddy tetap di sini saja, jangan kembali ke Canada." Pinta Daddy Darsi pada oma Mariam dan Opa Ibrahim.


"Mana bisa kami sudah begitu nyaman tinggal di sana, mommy tidak mau tinggal di sini." tolak Oma Mariam to the point.


"Ya baiklah kalau begitu aku sudah tidak bisa mencegah lagi" ucap Daddy Darsi, kecewa.


"Oya Nik, Diandra, kemana kalian akan berbulan madu?" tanya Kimmy kepo.


Kimmy adalah soudara sepupu Kenzo dan Diandra, dia adalah putri satu-satunya dari Uncel Hans, dan Anty Lucy yang kini tinggal dan menetap di Canada bersama Oma mariam dan Opa Ibrahim, yang tak lain adalah orang tua kandung dari Daddy Darsi.


"Raja ampat, kami akan pergi kesana" Jawa Nik.


"Owaw sepertinya seru, andai aku bisa ikut" canda kimmy yang sukses mendapatkan tatapan tajam dari semua orang.


"Ouu tenang - tenang aku hanya bercanda" ucap Kimmy yang sadar akan tatapan tajam dari semua keluarga.


"Kapan kalian berangkat?" tanya Kimmy lagi.


"Besok pagi, aku sudah memper siapakah segalanya." Jawab Nik.


"Boleh aku ikut" ucap Ziko.


"Jika Diandra pergi aku juga mau ikut pergi" ucapnya tanpa beban.


Seketika Nik langsung menahan nafasnya, dia jelas keberatan jika Ziko ikut bersamanya dan Diandra untuk berbulan Madu.


Begitu pun dengan Diandra dia sampai di buat bingung mendengarnya karena Diandra cukup segan untuk menolak dan melarang Ziko untuk ikut.

__ADS_1


Ziko adalah Adik dari Zia kakak iparnya, yang tak lain istri dari Kenzo kakak kandungnya sendiri, Ziko terlahir dengan sempurna dan tampan, tapi sayang dia memiliki kekurangan secara mental dan pemikiran.


Sewaktu kecil Ziko mengalami panas yang begitu tinggi dan terlambat di bawa kerumah sakit, alhasil menjadikan Ziko jadi pribadi yang memiliki keterbelakangan secara pemikiran.


Fisik dan tubuh Ziko tumbuh dengan Normal, tapi cara bicara dan pemikiran Ziko terperangkap dalam diri Ziko di masa kecil, membuat dia selalu bersikap seperti anak kecil, mudah marah dan tersinggung.


Dulu Ziko mengalami kesulitan bicara dan mengingat, dia hidup dalam rasa troma yang dalam dari ibu dan adik tirinya, dia mengalami penyiksaan secara fisik dan metal habis-habisan.


Keadaan Ziko kecil memang sangatlah Malang tapi dia masih begitu beruntung karena memiliki kakak kandung yang begitu menyayangi dirinya sepenuh hati, dan memahami apapun yang di maksud Ziko kala Ziko sulit mengatakan atau mengutarakan maksud dan tujuannya.


Kehidupan Ziko berubah dan membaik kala Kakak kandungnya Zia menikah dengan Kenzo Abdul Malik, Kakak kandung dari Diandra.


Ziko mulai melalui pase perawatan dan Terapi secara mental dan Fisik, dengan perawatan extra dan teratur, karena hal itu perkembangan kesembuhan Ziko mulai mengalami perkembangan baik.


"Ziko sayang, Diandra dan Nik sekarang sudah menikah seperti kakak dan Kak Kenzo, dan besok mereka harus pergi untuk sebuah misi pernikahan dan kita di larang untuk ikut bersama mereka." ucap Zia mencoba memberikan pengertian.


"Tidak bisa pokoknya Ziko harus ikut" ucap Ziko merajuk pelan.


"Ziko, apa kau tidak mau punya keponakan kecil lagi?" tanya Zia berusaha membuat Ziko mengerti.


"Keponakan kecil?" tanya Ziko bingung.


Baby Sultan dan Salman adalah putra pertama dari Kenzo dan Zia, mereka terlahir kembar dan hanya berbeda waktu 10 menit dari kelahiran baby Sultan yang lahir pertama kali dan di susul oleh baby Salman.


"Iya itukan keponakan dari kakak dan Kak Kenzo, kalau sekarang keponakannya dari Diandra dan Nik, bukankah akan semakin ramai saat bermain jika nantinya Ziko punya banyak keponakan." Bujuk Zia lagi.


"Apa Diandra akan memberikan aku keponakan?" tanya Ziko pada Diandra.


"In syaa Alloh, kak Ziko Diandra sangat ingin memberikan Kak Ziko keponakan dari rahim Diandra sendiri." Ucap Diandra penuh harap.


"Kak Ziko, boleh Diandra pergi bersama kak Nik kan?" tanya Diandra penuh kehati-hatian.


Nik yang sadar kalau Ziko belum mempercayai dirinya sepenuhnya kini mulai ambil suara.


"Ziko, mungkin kau belum mempercayaiku, tapi aku berjanji akan menjaga Diandra dengan sepenuh hatiku dan sepenuh jiwaku, aku tidak akan menyakitinya, dan akan membuat dia bahagia, itu janjiku padamu." Ucap Nik penuh keyakinan.


"Tapi kau sering membuat Diandra menangis, aku selalu melihatnya menangis setelah bertemu denganmu, aku tidak mau hal itu terjadi lagi, jadi biarkan aku saja yang menjaga Diandra." Ucap Ziko dengan mata kesalnya.

__ADS_1


Deg...


Mendengar hal itu membuat hati Nik serasa kebas dia menatap lekat kearah mata indah milik Diandra yang kini sedang menatapnya canggung.


"Benarkah, aku sungguh tidak tau, aku benar-benar meminta maaf." Ucap Nik penuh sesal.


"Sayang, tolong maafkan aku, aku terlalu bodoh sampai tidak tau kau terluka karena aku." Ucap Nik lagi.


"Aku benar-benar minta maaf" Pinta Nik lagi.


"Kak Nik, hubungan kita saat itu cukup rumit, jujur saat itu aku terluka, dan aku juga berpikir mungkin kita tidak akan bersama, tapi saat ini aku bahagia, karena akhirnya Cinta ku kau balas dengan pernikahan, aku berharap di dalam pernikahan ini kita bisa jadi pasangan yang akan selalu berbagi kebahagiaan tidak hanya di dunia saja tapi juga sampai Surganya Allah." Jawab Diandra penuh harapan.


"Aamiin.... Terimakasih sayang, aku mungkin tidak pandai dalam berucap, tapi akan ku buktikan bahwa aku pantas untuk menjadi suamimu." Ucap Nik sambil memegang tangan Diandra erat.


Diandra menjawab dengan anggukan kepala dan senyuman yang penuh cinta.


Nik pun bangkit dari duduknya dan dia duduk di samping Ziko.


" Aku tau Ziko sangat menyayangi Diandra, tapi berikan aku kesempatan untuk membahagiakan Diandra, aku mohon." Pinta Nik.


Ziko nampak diam bergeming dalam pikirannya sendiri.


"Daddy...." Panggil penuh permintaan Nik.


Daddy Darsi sangat mengerti tapi Daddy Darsi enggan untuk membantu.


"Itu urusanmu Nik" ucap Daddy Darsi.


Mendengar itu Nik hanya mampu menghembuskan nafasnya pelan.


Suasana nampak terasa kaku, semua sedang menanti jawaban yang akan diberikan oleh Ziko.


"Aku.... Aku...." Ucap Ziko terbata..


Semua sedang sabar menunggu.


"Aku sayang Diandra." lanjut Ziko.

__ADS_1


Deg....


Bersambung......


__ADS_2