Hidup Denganmu

Hidup Denganmu
BAB 7


__ADS_3

"Tapi karena ini adalah momen pertama kita, jadi aku tidak mau memaksakan apa pun padamu. Karena aku tidak mau kamu menyesali malam pertama kita, yang aku mau kamu mengingat malam pertama kita selamanya, menjadi malam yang indah dan penuh kebahagiaan bukan penuh dengan keterpaksaan." Sambung Nik menjelaskan.


" Jadi jika kamu belum siap tidak apa-apa sayang, aku cukup mengerti, dan aku berjanji tidak akan memaksakan kehendakku, kita akan melakukannya saat kamu benar-benar siap sayang." Ucap Nik lagi.


Setalah dirasa Diandra mengerti, Lantas Nik pun mencium kening Diandra penuh kelembutan menyalurkan rasa aman dari dirinya untuk istrinya.


Melihat istrinya kini mulai tenang, membuat Nik sedikit bernafas lega.


"Sekarang kita tidur ya" Ajak Nik untuk yang ke sekian kalinya.


Diandra diam sejenak....


Hingga akhirnya dia berkata...


"Kak Nik" panggilnya sembari mengatur napasnya.


"Aku siap" Ucap Diandra dengan penuh keyakinan.


Nik sejenak tak bergeming, dia masih berpikir mencari kata yang tepat.


"Tapi... Sayang...." ucap Nik di potong


"Aku siap menjadi istrimu" Potong Diandra kini dia terlihat sedikit tenang.


"Aku tidak mau membuatmu kecewa di malam pertama kita, hal itu yang membuatku sangat gugup, tapi sekarang aku siap, siap sepenuhnya menjadi istrimu." sambung Diandra menjelaskan.


"Kau yakin? ..." Tanya Nik meragu.


"Iya.. Sangat Yakin" Jawab Diandra penuh keyakinan.


Nik sedikit terkekeh kecil melihat raut wajah istrinya, dia berkata SIAP, tapi tubuhnya bergetar.


"Kak Nik" panggil Diandra merajuk.


"Ada yang lucu" ucap Diandra kesal karena melihat laki-laki itu malah terkekeh kecil.


"Tidak ada sayang, hanya gemas saja melihatmu." Jawab Nik jujur.


"Kemarilah" pinta Nik.

__ADS_1


Diandra pun menurut dia duduk mendekat di samping Nik.


"Mau kemana kita besok?" tanya Nik mengalihkan pembicaraan.


"Besok?" Diandra merasa bingung.


"Mau pergi menikmati pantai terlebih dahulu atau belanja dulu" tanya Nik.


"Sepertinya ke pantai seru deh.. Aku mau menyelam" Jawab Diandra semangat.


"Sungguh?" tanya Nik lagi.


"Iya.. Aku mau melihat ikan-ikan yang lucu di dalam laut." Jawab Diandra antusias, isi kepalanya sudah teralihkan kini berpindah ke dalam lautan.


"Baiklah kalau begitu besok pagi kita akan pergi menyelam di laut hem.." Ajak Nik.


"Ok..." Jawab Diandra antusias.


"Siap?" tanya Nik penuh maksud, karana kini dia melihat istrinya tidak gemetar lagi.


"Sangat siap" Jawabnya yang dia pikir untuk agenda hari esok, padal bukan untuk itu.


Perlahan Nik mendekati Diandra dengan begitu intim, Diandra kini sadar bahwa sejak tadi Nik Suaminya hanya mengalihkan pemikirannya.


Diandra merasakan Nik mencium pipi kirinya, membuat seluruh tubuh Diandra meremang tak karuan, lantas laki-laki itu mulai mencium bibir ranum milik Diandra sembari membawa istrinya berbaring diatas kasur dan memastikan istrinya merasa nyaman dengan permainan awalnya.


Lama mereka beradu mesra dan kini Nik siap memulai malam pertama mereka, "Sayang.. Boleh?" tanya Nik dengan suara yang mulai serak dia mencoba memastikan kembali.


Mendengar suara suaminya yang serak membuat jantung Diandra berdekatan melebihi batas Normal, dan dengan memantapkan hatinya Diandra berucap...


"Bismillah Aku siap" Jawab Diandra penuh keyakinan.


"Kalu begitu boleh aku mulai?" tanya Nik lagi.


Diandra hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Dan setelah memastikan kesiapan Istrinya lagi, Nik pun kini benar-benar memulai ritual malam pertama mereka di malam yang cerah dengan hiasan bulan dan bintang diluar sana.


Hampir di setiap detik di dalam kamar pengantin itu kini bertambah panas, bahkan dinginnya udara malam tak mampu memadamkan api asmara dia antara kedua insan yang tengah menyatu menjadi satu, tidak ada keterpaksaan diantara keduanya yang ada hanya rasa memberi dan menerima dengan Ihlas satu sama lain.

__ADS_1


"Terimakasih" ucap Nik di Akhi malam pertama mereka.


Mendengar itu Hati Diandra terasa bahagia tak terkira, ia merasa sangat di hargai oleh suaminya.


Pagi pun telah tiba Diandra baru menyelesaikan ritual mandi yang tak biasa, kini dia tengah berdiri di depan cermin besar di dalam kamar Mandi.


Diandra melihat pantulan dirinya dari cermin memperhatikan tanda-tanda kemerahan hampir di sekujur tubuhnya.


Ada rasa merinding saat dirinya mengingat kejadian semalam, tapi juga ada rasa bahagia menyelimuti hatinya saat tau bahwa laki-laki yang sangat dia cintai sejak dia kecil yang kini menjadi suaminyalah pelaku sesungguhnya.


Diandra bergegas menggunakan pakaiannya dia berjalan perlahan ke arah suaminya yang sudah duduk di atas sajadah, dengan pakaian yang rapih lengkap dengan sarung dan kopiah.


Yang membuat hati Diandra menghangat laki-laki itu namapak sedang membaca Alqur'an di tangannya, samar-samar Diandra dapat mendengar suara suaminya.


Diandra pun mendekat dan memanggil suaminya "Kak Nik?" tanya Diandra.


Nik yang merasa di panggil pun kini ia menoleh ke arah sumber suara, di lihatnya istri tercintanya sudah berdiri di belakangnya, ia nampak cantik dengan balutan mukena putih yang dia kenakan.


"Sholat dulu" ajak Diandra.


"Hem.." Jawab Nik dia menutup Alqur'an yang dia pegang setelah membaca doa penutup terlihat dahulu.


Lantas Nik pun mengambil posisi menjadi imam dan mereka pun memulai Sholat subuh berjamaah.


Selepas sholat Nik nampak mengajak Diandra berbincang ringan mecandainya dengan banyak hal hingga membuat gadis itu kesal tak terkira.


Nik nampak tertawa berulang kali, dan Diandra benar-benar marah. Nik yang melihat Diandra marah lantas dia pun mulai merayu Diandra, dengan rayuan yang sangat hambar, laki-laki itu benar-benar buruk soal kata 'Romantis' .


Dan hal yang membuat Diandra luluh adalah sentuhan tangan Nik, entah mengapa rasa marah dan kesal yang di rasakan Diandra tiba-tiba hilang mana kala Nik merapatkan tubuh Diandra dalam pelukannya.


Setiap sentuhan dari kedua tangan Nik benar-benar penuh dengan maksud dan hal itu sangat di sadari Diandra.


"Lagi?".. Pinta Nik sembari mencuri satu kecupan di bibir Diandra.


Diandra belum memberikan jawabannya tapi Nik sudah memangkunya keatas kasur dan kembali membaringkan Diandra di atas ranjang yang nyaman.


Dan jangan tanya apa yang terjadi setelah itu...


Mereka jelas kembali melanjutkan ritual malam pertama mereka di pagi hari di ikuti sang mentari yang menyinari dunia ini.

__ADS_1


Rencana demi rencana yang di buat Nik untuk Diandra pada malam tadi kini semua gagal terlaksana, karena Nik benar-benar tidak melepaskan istrinya kecuali untuk makan dan sholat saja setelah itu mereka kembali beradu diatas ranjang besar nan kokoh tersebut.


Satu hari penuh mereka habiskan di atas ranjang Nik benar-benar menjadikan Diandra wanitanya sepenuhnya, kini sudah tiadak ada gelar seorang Gadis atau perawan bagi Diandra, yang ada sekarang Diandra adalah seorang Wanita dewasa istri dari Nikdad Albar.


__ADS_2