Hidup Denganmu

Hidup Denganmu
BAB 6


__ADS_3

Malam hari pun tiba keduanya kini sudah melaksanakan Sholat Isya berjamaah di dalam Villa,


Kini keduanya sedang menikmati suasana malam di tepi pantai sambil menikmati makanan ringan penuh canda tawa.


Ada banyak yang mereka bahas dari kisah masa lalu hingga rencana masa depan, dan akhirnya perbincangan mereka berakhir karena hari semakin malam, Nik pun mengajak Diandra untuk masuk kedalam Villa.


"Sayang ayo masuk, sudah malam" ajak Nik.


Geg... Diandra mulai panik.


"Tenang Diandra tenang..." Ucap Diandra dalam Hati.


"Em.. Ayo." Ucap Diandra berusaha tersenyum.


Nik tersenyum simpul melihat raut wajah Istrinya yang berubah menjadi tegang.


Keduanya memasuki Villa sambil beriringan.


"Aku mau ke kamar mandi dulu" ucap Diandra, setelah ke duanya masuk kedalam Villa.


Dan diangguki oleh Nik, Nik menutup dan mengunci rapat pintu masuk, dia juga kembali memastikan jendela dan gorden agar tertutup dengan rapih, Setalah itu....


Perlahan Nik naik ke atas tempat tidur, Nik memasukan kedua kakinya hingga pinggang ke dalam selimut dan menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang.


Sejujurnya Nik sendiri merasakan apa yang Diandra rasakan, dia bingung harus melakukan apa, di sisi lain dia ingin tapi dia pun tidak ingin memaksakan kehendaknya pada Diandra walaupun gadis itu sudah menjadi istrinya.


"Aku gugup" ucap Nik dalam hati.


"Huh...." Nik menghembuskan nafasnya kasar. Mengusir rasa gugup yang ada dalam dirinya.


Sementara di kamar Mandi Diandra benar-benar terserang serangan panik, dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya, hatinya tak karuan dan jantungnya berdetak begitu kencang.


"Ya Ampun... Ya Ampun Diandra tenanglah..." Pinta Diandra pada dirinya sendiri.


Dia berulang kali berusaha menarik nafasnya dan menghembuskan napasnya secara berulang, berharap serangan panik yang dia alami bisa cepat berakhir.


Lama Diandra ada di dalam kamar mandi membuat Nik cukup khawatir, Nik pun bangun dan mencoba mencari tahu apa istrinya baik-baik saja.


Tok.. Tok...tok... Nik mengetuk pintu kamar mandi


"Sayang" panggil Nik.


"Apa baik-baik saja, Kamu terlalu lama di kamar mandi." Tanya Nik.


Diandra yang mendengar Nik memanggilnya di buat gelagapan.


"Aku baik-baik saja, sebentar lagi aku keluar." Jawab Diandra berteriak dari dalam kamar mandi.


"Baiklah, jangan lama nanti kamu masuk angin" pinta Nik.


"Iya.." Jawab Diandra dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


Nik pun kambali naik ke atas ranjang membalut setengah badannya dengan selimut.


Dia juga mengambil remot TV menyalakan TV lalu mencari saluran yang sekiranya menarik.


"Baiklah Diandra ayo keluar." Ucap Diandra pada dirinya sendiri.


Clak... Suara pintu kamar mandi terbuka.


Dengan hati berdebar Diandra perlahan keluar dari dalam kamar mandi, dia melangkah mendekati Nik sambil berusaha menyembunyikan kegugupannya pada suaminya Nik.


Nik yang mendengar suara pintu kamar mandi terbuka dia tertegun melihat istrinya yang terlihat begitu cantik.


Diandra mengurai rambutnya yang panjang, memakai make up tipis, dan mengenakan baju tidur dengan atasan dan celana panjang berwarna merah marun.


Gleg... Nik menelan salivanya.


"Tenang Nik dia istrimu, hubungan kalian sudah SAH di mata Agama dan Negara." ucap Nik dalam hati, saat dirinya tergoda sepenuhnya oleh istrinya sendiri.


Dindra perlahan naik ke atas ranjang mendekat ke samping Nik.


Nik tersenyum melihat raut wajah Diandra yang tegang dan penuh kekhawatiran.


"Sayang, kenapa begitu lama di kamar mandi?" tanya Nik.


"Em... Itu... Tadi aku sakit perut hehe.." Jawab Diandra bohong.


"Mungkin karena aku terlalu banyak makan tadi" Jawab Diandra berbohong lagi.


"Sekarang....?" tanya Nik khawatir.


"Syukurlah, ayo kita tidur, ini sudah malam." Ajak Nik.


"Iya.." Jawab Diandra pelan, tapi masih bisa di dengar oleh Nik.


Nik mengambil remot Tv lantas dia pun mematikan saluran Tv yang sedang dia tonton tadi, lalu menaruh remot tersebut di atas nakas.


Nik menyusutkan tubuhnya ke atas kasur di ikuti Diandra.


"Selamat malam sayang." Ucap Nik sambil melihat Diandra sekilas lantas langsung menutup kedua matanya.


"Heh..." Ucap Diandra dalam hati.


"Dia langsung tidur, apa dia tidak mau melakukan itu..." Ucap Diandra masih dalam hati.


Diandra benar-benar di buat bingung sekarang dia tidak tau harus melakukan apa...


Apa dia harus membangunkan Nik suaminya, atau dia harus membiarkannya tidur.


"Diandra ayo bangunkan dia.." Ucap Diandra dalam hati.


"Huh..." Diandra menghembuskan napasnya pelan.

__ADS_1


Tagannya perlahan terulur, berusaha menggapai bahu Nik untuk membangunkannya.


"Jangan gemetar Diandra ayolah... Jadi istri yang baik, jangan sampai suamimu merasa bahwa kamu istri yang tidak berguna, jadi ayo bangunkan suamimu dan lakukan kewajibanmu sebagai istri." Ucap Diandra menyemangati dirinya sendiri dalam hati.


"Kak Nik" panggil diantara saat tangannya sudah sampai di atas bahu suaminya.


Nik pura-pura tidak merespon...


"Sekali lagi Diandra" ucapnya masih dalam hati.


"Kak Nik, apa kau sudah tidur?" tanya Diandra penuh kehati-hatian.


Nik berusaha untuk tidur, karena dia sadar jika dia bangun maka dia tidak akan bisa mengendalikan hasratnya yang sudah menggebu.


Dia mendengar dengan sangat jelas Diandra memanggilnya, dan dia pun merasakan tangan Diandra yang gemetar di bahunya.


"Kak Nik" panggil Diandra lagi.


Dan Nik pun akhirnya luluh dan membuka matanya.


"Ada apa sayang?" tanya Nik sambil melihat wajah Diandra yang mulai berkeringat.


Melihat itu Nik cukup di buat khawatir.


"Hey sayang kamu kenapa? Lihat wajahmu berkeringat begini?" tanya Nik khawatir.


"Aku.. Baik-baik saja" Jawab Diandra.


"Benarkah... Tapi sayang badanmu dingin" ucap Nik lagi.


"Kita pergi kerumah sakit sekarng ya.." Pinta Nik, dia bergegas hendak beranjak dari aras ranjang. Nanum dengan cepat Diandra mencegahnya.


"Aku baik-baik saja sungguh,... Ini.... Bandanku dingin dan keringat keluar di wajahku itu karena aku terlalu Gugup." Jawab Diandra jujur.


"Gugup..." Kini Nik pun mulai mengerti.


Perlahan Nik menangkup wajah Diandra dengan kedua tangannya, lalu menghapus keringat kecil yang keluar dari pori-pori di wajah Diandra dengan menggunakan tangannya.


Lalu Nik mengenggam erat ke dua tangan Diandra, dia pun berkata..


"Sayang... Jika kau belum siap, aku sungguh tidak apa-apa. Jangan paksakan dirimu jika kau memang belum siap hem... " Ucap Nik sebaik mungkin.


Deg....


Seketika Diandra merasa dirinya benar-benar tidak berguna menjadi istri.


"Tapi..." ucap Diandra terpotong.


"Suttt... Aku sungguh tidak apa-apa sayang, aku akan menunggu dengan sabar sampai kamu benar-benar siap, tanpa paksaan sedikit pun.." Tutur Nik mencoba memberi pengertian.


"Lagi pula ini pengalaman pertama bagi kita berdua, jujur aku juga sangat gugup, dan bingung harus bagai mana."

__ADS_1


"Tapi karena ini adalah momen pertama kita, jadi aku tidak mau memaksakan apa pun padamu. Karena aku tidak mau kamu menyesali malam pertama kita, yang aku mau kamu mengingat malam pertama kita selamanya, menjadi malam yang indah dan penuh kebahagiaan bukan penuh dengan keterpaksaan." Sambung Nik menjelaskan.


" Jadi jika kamu belum siap tidak apa-apa sayang, aku cukup mengerti, dan aku berjanji tidak akan memaksakan kehendakku, kita akan melakukannya saat kamu benar-benar siap sayang." Ucap Nik lagi.


__ADS_2