
Dinginnya angin malam menyambut para mahasiswa baru yang berjalan menuju kampus Universitas Bintang Timur. Di antara kerumunan tersebut, terdapat dua sosok yang tanpa mereka sadari, takdir telah menautkan benang merah di antara mereka. Jericho, pemuda berambut hitam dengan senyuman hangat dan mata yang cerdas, berjalan santai di samping teman-teman barunya. Sedangkan Nara, gadis ceria dengan rambut panjang cokelat dan mata yang berbinar, berbaur dengan para calon mahasiswa lainnya, sambil berusaha menyembunyikan kecemasan di hatinya.
Sebagai mahasiswa pindahan, Jericho merasa agak canggung dengan lingkungan baru. Meskipun demikian, ia tak menampakkan ketidaknyamanannya itu dan mencoba berbaur dengan wajah-wajah baru yang ia temui. Di tengah-tengah kebisingan dan kegembiraan mahasiswa baru, pandangannya tertarik pada sosok Nara yang tengah berbicara dengan seseorang. Entah mengapa, pandangan mereka bertemu sesaat, dan dalam hati mereka berdua merasakan getaran aneh yang menyiratkan bahwa pertemuan mereka tak sekadar kebetulan biasa.
Nara merasa jantungnya berdegup kencang ketika tatapan matanya bertemu dengan Jericho. Dia merasa aneh karena baru saja berbicara dengan seseorang dan mendadak ada rasa berbeda saat melihat Jericho. Seolah-olah ada getaran tak terduga yang mengalir di antara mereka. Namun, ia mengusap perasaan itu dan berusaha fokus kembali pada kegiatan orientasi kampus.
Hari-hari berlalu, dan Jericho dan Nara mulai terlibat dalam berbagai kegiatan kampus bersama-sama. Mereka menjadi bagian dari panitia acara orientasi dan tanpa disadari, semakin sering menghabiskan waktu bersama. Setiap hari, mereka berbicara, berdiskusi, dan tertawa bersama di antara pekerjaan panitia mereka.
Perlahan tapi pasti, Jericho merasa dirinya semakin tertarik pada Nara. Kelembutan senyumnya, keceriaan yang menular, dan semangatnya yang tak pernah pudar membuat hati Jericho meleleh. Namun, ia takut untuk mengungkapkan perasaannya, takut jika itu hanya sekadar ilusi yang diciptakan oleh kebersamaan mereka di kampus.
__ADS_1
Nara juga merasakan sesuatu yang tak biasa terhadap Jericho. Ia senang bisa berbicara dengannya, tertawa bersamanya, dan merasa nyaman di dekatnya. Namun, ia tak yakin apa perasaannya itu adalah cinta atau hanya persahabatan biasa. Kehadiran Jericho telah mengubah dinamika hidupnya di kampus, membuatnya bersemangat untuk menghadapi setiap hari.
Suatu hari, saat keduanya sedang berdua menyusun persiapan untuk acara besar di kampus, suasana hati Jericho terasa canggung. Ia mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya, namun lidahnya terasa terbelenggu.
Di sisi lain, Nara merasa ada sesuatu yang ingin Jericho sampaikan. Tatapannya penuh perhatian terhadap dirinya, seolah-olah mencoba menyampaikan pesan tak terucapkan. Namun, sebelum suatu hal terjadi, mereka terganggu dengan kedatangan teman-teman mereka yang lain.
Keesokan harinya, ketika kampus mulai ramai dengan aktivitas kuliah dan rutinitas harian, Jericho dan Nara bertemu di taman kampus. Suasana tenang dan indah di sana membuat mereka merasa lebih nyaman untuk berbicara.
"Ada yang ingin kamu sampaikan kemarin, bukan?" tanya Nara perlahan, sambil menatap mata Jericho dengan penuh kehangatan.
__ADS_1
Jericho menelan ludahnya, merasa tegang, namun ia memutuskan untuk jujur. "Ya, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepadamu, Nara."
Nara tersenyum, memberi dukungan pada Jericho untuk melanjutkan.
"Sejak pertama kali kita bertemu, aku merasa ada sesuatu yang berbeda dalam diriku. Aku merasa nyaman dan bahagia saat bersamamu. Aku... Aku mulai menyukaimu, Nara. Aku tak tahu apa itu cinta, tapi aku ingin mencoba untuk mengenal lebih jauh perasaan ini bersamamu."
Wajah Nara terpancar bahagia. "Aku juga merasa sama, Jericho. Sejak pertama kali bertemu denganmu, aku merasa terikat denganmu. Aku juga tak tahu pasti apa itu cinta, tapi aku ingin mencoba bersamamu."
Takdir telah mempertemukan mereka, dan pada saat itu, di bawah sinar matahari yang hangat, mereka memulai perjalanan cinta yang penuh dengan keajaiban di kampus Universitas Bintang Timur.
__ADS_1