
Bulan-bulan terus berlalu, dan Jericho dan Nara telah menyelesaikan masa kuliah mereka di Universitas Bintang Timur. Kini, taman kampus yang pernah menjadi saksi awal perjalanan cinta mereka kini menjadi saksi perpisahan mereka sebagai mahasiswa.
Di tengah-tengah taman kampus yang indah, Jericho dan Nara duduk berdua di bawah pohon rindang. Mereka menatap jejak kaki mereka yang terlukis di tanah, mengingat semua momen manis yang mereka lewati di sana.
"Siapa sangka, taman kampus ini menyimpan begitu banyak kenangan indah," ucap Nara dengan senyum lembut.
Jericho mengangguk setuju, merasa sedikit nostalgia. "Ya, tepat di tempat ini kita pertama kali bertemu dan menyatakan perasaan kita satu sama lain."
Nara tersenyum mengingat momen itu. "Aku takkan pernah melupakan saat itu. Itu adalah momen yang membuat hatiku berbunga."
Jericho menggenggam tangan Nara dengan lembut. "Dan sejak saat itu, aku tahu bahwa kamu adalah orang yang paling spesial bagiku. Kamu adalah cahaya dalam hidupku, Nara."
__ADS_1
Nara tersipu malu, tapi wajahnya berseri-seri. "Dan kamu adalah seseorang yang selalu menghangatkannya. Aku bersyukur memilikimu dalam hidupku."
Namun, di tengah kebahagiaan mereka, ada rasa kekhawatiran yang menyelimuti perasaan mereka. Mereka tahu bahwa setelah lulus, mereka harus berpisah karena keduanya mendapat tawaran pekerjaan di kota yang berbeda.
Jericho menggenggam erat tangan Nara, mencoba menenangkan hatinya yang gelisah. "Nara, aku tahu bahwa kita akan menghadapi tantangan dengan berpisah, tapi aku ingin kau tahu bahwa cinta kita adalah sesuatu yang takkan pernah pudar. Aku akan selalu mencintaimu, tak peduli seberapa jauh kita berada."
Nara merasa sedih mendengar perkataan Jericho, tetapi ia tahu bahwa mereka harus menghadapinya bersama-sama. "Aku juga merasakannya, Jericho. Meskipun kita harus berjauhan, aku percaya kita bisa mengatasi rintangan ini. Kita akan menjaga cinta kita, dan aku berjanji akan selalu menantimu."
Jericho tersenyum dan mencium kening Nara dengan lembut. "Terima kasih, Nara. Aku percaya padamu sepenuhnya. Kita akan membuatnya berhasil."
Setelah acara kelulusan selesai, Jericho dan Nara kembali ke taman kampus untuk sekali lagi menatap jejak kaki mereka di tanah. Mereka tahu bahwa saat ini adalah saat perpisahan.
__ADS_1
"Kita akan berpisah untuk sementara waktu," ucap Nara dengan sedih.
Jericho mengangguk, tetapi dia mencoba menyemangati Nara. "Tapi ingat, ini bukanlah akhir dari kisah kita. Ini hanyalah awal dari bab baru dalam hidup kita. Kita akan bertemu lagi, dan cinta kita akan tetap bersinar."
Nara mengusap air matanya yang berlinang. "Aku tahu itu, Jericho. Kita akan selalu terhubung oleh cinta kita. Aku akan selalu menantimu."
Jericho dan Nara berpelukan erat, mencium satu sama lain dengan penuh kasih sayang. Mereka merasakan denyut jantung yang beradu, mengingatkan mereka akan cinta yang kuat yang mereka bagi.
Setelah perpisahan yang emosional itu, Jericho dan Nara melanjutkan perjalanan masing-masing, menghadapi kehidupan baru yang menunggu mereka. Meskipun berada di tempat yang berbeda, cinta mereka tetap kuat dan tak tergoyahkan.
M
__ADS_1
ereka terus menghubungi satu sama lain setiap hari, berbagi cerita, dan mendukung perjalanan hidup masing-masing. Meskipun berpisah, cinta mereka mengatasi jarak dan waktu.
Jejak kaki mereka di taman kampus mungkin hanya akan terlihat untuk sementara waktu, namun jejak cinta mereka akan selalu terukir dalam hati mereka, mengingatkan mereka akan kenangan-kenangan indah yang pernah mereka lewati bersama di bawah pohon rindang di taman kampus yang penuh makna.