
Jericho duduk di bawah pohon rindang di taman kampus, tempat di mana segalanya bermula. Kilauan sinar matahari yang tembus di antara daun-daun pohon membentuk bayangan indah di tanah. Suasana yang tenang dan damai membuatnya teringat pada kenangan manis bersama Nara di tempat ini.
Mereka telah berpacu dengan waktu dan jarak sejak berpisah setelah kelulusan. Tetapi malam Minggu ini, Jericho dikejutkan oleh kehadiran Nara di kota tempatnya tinggal. Nara memutuskan untuk membuat kejutan dan datang berkunjung tanpa memberitahunya terlebih dahulu.
"Jericho!" seru Nara sambil berlari mendekat.
Jericho berbalik dan melihat Nara berlari ke arahnya. Wajahnya berseri-seri dan matanya berbinar. "Nara, apa yang kau lakukan di sini?!"
Nara berhenti di depannya dan tersenyum lebar. "Aku ingin membuatmu terkejut! Aku merindukanmu, Jericho."
Jericho merasa bahagia dan terharu melihat Nara di depannya. Dia segera merangkulnya erat-erat. "Aku juga merindukanmu, Nara. Tidak ada yang bisa menggantikan kehadiranmu."
Malam itu, mereka menghabiskan waktu bersama, berjalan-jalan di sekitar kota dan berbagi cerita tentang kehidupan masing-masing. Nara bercerita tentang pengalaman kerjanya dan orang-orang yang ditemuinya, sementara Jericho bercerita tentang proyek-proyek yang sedang dia kerjakan di perusahaannya.
Setelah menikmati makan malam bersama, mereka berdua memutuskan untuk kembali ke taman kampus, tempat di mana mereka pertama kali bertemu dan menyatakan perasaan satu sama lain. Kilauan sinar bulan menghiasi langit malam, menciptakan suasana romantis di sekitar mereka.
Di bawah pohon rindang yang sama, Jericho dan Nara duduk berdampingan. Mereka berbicara tentang kenangan manis yang pernah mereka lewati bersama, bagaimana taman kampus ini menyaksikan awal perjalanan cinta mereka.
__ADS_1
"Kau tahu, aku tidak pernah bisa melupakan momen pertama kita bertemu di sini," ucap Nara sambil tersenyum.
Jericho juga tersenyum, "Aku juga tidak. Rasanya seperti takdir yang telah mempertemukan kita di tempat ini."
Nara mengangguk setuju. "Dan perasaan itu hanya semakin dalam sejak saat itu. Aku sangat bersyukur kita saling menyatakan perasaan, meskipun itu membuatku cemas saat itu."
Jericho mengecup puncak kepala Nara dengan lembut. "Aku juga cemas, tapi aku tahu bahwa tak ada yang bisa membuat hatiku begitu hangat selain ketika bersamamu."
Mereka berdua mengenang momen-momen indah yang mereka alami bersama. Setiap kenangan mengisi hati mereka dengan kebahagiaan dan kehangatan. Kenangan di bawah pohon rindang ini menjadi bukti betapa spesialnya hubungan mereka.
"Ingat ketika kita pertama kali duduk di bawah pohon ini dan menikmati sore yang indah?" tanya Nara dengan mata berbinar.
Nara merasa tersipu, mengingat momen lucu itu. "Aku juga merasa canggung saat itu, tapi rasanya seperti sesuatu yang ajaib sedang terjadi di antara kita."
Jericho mengambil tangan Nara dan menggenggamnya erat-erat. "Dan aku begitu senang bahwa kita mengambil langkah maju pada saat itu. Karena sejak saat itu, hidupku telah berubah menjadi lebih indah dengan kehadiranmu."
Mereka duduk berdampingan di bawah pohon rindang, menikmati kebersamaan dan merenung tentang masa lalu dan masa depan mereka. Mereka menyadari bahwa cinta mereka adalah sesuatu yang begitu berarti dan tak tergantikan.
__ADS_1
"Sekarang kita harus menghadapi tantangan lebih lanjut dengan jarak dan pekerjaan yang berbeda," ucap Nara dengan suara lembut, "Tapi aku percaya kita bisa melewati semuanya seperti sebelumnya."
Jericho mengangguk setuju. "Aku juga percaya itu, Nara. Kita sudah melewati banyak hal bersama, dan kita bisa mengatasi tantangan apa pun jika kita bersama."
Malam itu, di bawah kilauan sinar bulan dan pohon rindang yang berlapis daun, Jericho dan Nara berbicara dengan tulus tentang perasaan mereka. Mereka berjanji untuk selalu saling mendukung dan bertahan satu sama lain, tak peduli apa pun yang terjadi di masa depan.
Di tempat di mana segalanya bermula, mereka menemukan kekuatan dan inspirasi dalam kenangan manis mereka bersama. Mereka yakin bahwa cinta mereka akan selalu bersinar terang seperti kilauan bintang di langit malam.
Setelah malam yang indah di bawah pohon rindang, saatnya bagi Nara untuk kembali ke kota tempatnya tinggal. Mereka berdua berjalan pelan di sepanjang jalan, tangan mereka terjalin erat.
"Dengan kilauan bintang di atas bahu kita, kita akan selalu bersama dalam hati," ucap Jericho sambil mencium kening Nara.
Nara tersenyum, merasa hangat di hati. "Ya, Jericho. Cinta kita takkan pernah pudar, meskipun jarak memisahkan kita."
Mereka berdua berpelukan erat-erat sebelum berpisah. Jericho mengawasi Nara berjalan menjauh, namun dia tahu bahwa cinta mereka akan selalu menghubungkan hati mereka, tak peduli berada di mana pun.
Malam itu, Jericho kembali ke apartem
__ADS_1
ennya dengan hati yang penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Di bawah pohon rindang di taman kampus, mereka telah mengukir kenangan baru yang indah.
Dan dengan kilauan bintang di atas bahu, cinta mereka akan terus bersinar dan bertahan, menuntun mereka melalui setiap tantangan dan memperkuat hubungan mereka yang tak tergoyahkan.