How To Get A Cold Girl

How To Get A Cold Girl
Bab 8 : Family Time


__ADS_3

Hari ini adalah hari libur nasional, ya hari minggu. Biasanya orang – orang normal akan memakai hari ini untuk bermalas – malasan bersama. Namun beda halnya dengan keluarga cemara yang bikin iri para tetangga, keluarga Fathah. Mereka setiap hari minggu selalu menjadwalkan acara keluarga. Entah itu bertamasya atau sekedar jalan – jalan keluar kota untuk mempererat kekeluargaan mereka. Mengingat kedua orang tua Nadlyn dan Nakhi ini jarang ada di rumah dan hanya beberapa kali berpas – pasan berada di rumah saat mereka sudah pulang sekolah, jadi para orang tua memutuskan untuk menerapkan family time di hari minggu.


Nadlyn dengan overall jens nya yang pendek itu terlihat imut dimata Fathah. Ia memuji anak gadis nya dengan memotret saat Nadlyn tengah memberikan sebuah wortel ke seekor rusa. "Senyum Nadlyn!" titah Fathah sambil mengarahkan kamera kearah Nadlyn. Nadlyn tersenyum.


"Pih! Fotoin Nakhi sama Meylani juga dong!" seru Nakhi yang sudah siap merangkul Meylani, kekasihnya. Yap, terkadang Meylani juga ikut jalan – jalan dengan mereka jika tidak ada keperluan.


"Dasar kamu. Masih pacaran udah berani rangkul – rangkul anak orang!" seru Fathah yang tidak bosan memarahi Nakhi. "Yaela Pih, foto doing." Alibi Nakhi. Fathah hanya bergeleng lalu memotret sang anak sulung beserta calon mantu yang sudah ia anggap sendiri sebagai menantu.


"Sini, Nadlyn fotoin mamih sama papih juga!" seru Nadlyn mengambil alih kamera yang sendari tadi dibawa oleh ayahnya. Dengan senang hati, Fathah menarik Sinta dalam pelukannya sambil tersenyum. Nadlyn pun memotretnya kemudian melihat hasilnya. "Bagus!"


"Udah yuk kita makan dulu. Papih udah laper." Ajak Fathah sambil berjalan menuju mobil yang ia sengaja parkirkan. Semua anak – anak beserta istrinya pun mengikutinya masuk ke dalam mobil.


Fathah menjalankan mobilnya keluar dari Taman Safari dan mencari restoran yang dirasanya cocok untuk mereka.


"Nadlyn, kamu ada rekomendasi restoran di daerah sini nggak sayang?" tanya Fathah yang menghentikan kegiatan Nadlyn melihat pemandangan sambil mendengarkan musik. "Em, bentar Nadlyn cari dulu." Nadlyn pun membuka ponselnya dan mencari restoran enak yang sekiranya melewati jalan yang sedang mereka lalui.


"Restoran Cimory kayaknya bagus Pih!" seru Nadlyn semangat karena karakter kesukaannya yaitu sapi kini memiliki restoran. "Otw!" seru Fathah mengarahkan mobilnya menuju restoran yang Nadlyn maksud.


Begitu sampai di tempat, Nadlyn sangat histeris karena banyak sekali hiasan sapi yang berada di sekitar restorannya. Ia berlarian masuk dan terkejut ketika melihat ada sebuah toko yang menjual beberapa aksesoris berbentuk sapi.

__ADS_1


"Papi! Ada sapi!" seru Nadlyn, Fathah yang senang melihat keantusiasan anaknya itu langsung mengangguk dan mengajaknya masuk ke toko tersebut. "Aelah mulai ngemanjain dulu," keluh Nakhi. "Mih, ayo kita pesen makan duluan, biar mereka berbahagia dengan dunia mereka dulu." Ajak Nakhi menarik kedua wanita kesayangannya itu berbelok kearah yang berlawanan dengan Fathah dan Nadlyn.


Nadlyn mencoba memakai topi sapi yang jika di pencet ujungnya, telinga sapi yang pendek itu menjadi naik. Fathah tertawa melihatnya. Ia sangat gemas melihat Nadlyn mengenakan topi tersebut.


"Nadlyn mau ini ya, Pih!" seru Nadlyn, Fathah mengangguk. Nadlyn tersenyum senang lalu memasukkan topi tersebut ke keranjang yang ia bawa sebelum masuk ke dalam toko. Nadlyn begitu sibuk memilih barang lain yang memikat hatinya sampai ia tidak sadar bahwa sang ayah sudah tidak membuntutinya lagi.


"Loh, pak Fathah sedang disini?" sapa seseorang membuat pemilik nama melirik. "Eh, pak Joko! Apakabar?" sapa Fathah kembali dan mengajaknya berjabar tangan. "Sangat baik pak Fathah, bapak sendiri dengan keluarga bagaimana?" tanya Joko membalas jabaran tangan Fathah. "Sangat baik. Saya juga sedang bersama keluarga saya berlibur disini." Jelas Fathah. "Wah kebetulan sekali. Saya juga baru saja makan di restoran ini. Pilihan yang tepat bapak memilih restoran ini untuk acara keluarga!" seru Joko, Fathah pun tertawa.


Nadlyn yang merasa belanjaannya itu sudah cukup pun mencari sang ayah yang ternyata tidak mengikutinya. Ia melihat sang ayah yang sedang mengobrol dengan seorang lelaki yang Nadlyn tangkap itu adalah teman ayahnya.


"Papi," panggil Nadlyn membuat kedua bapak itu melirik.


"Eh, ini anak bungsumu?" tanya Joko/ "Iya ini. Dia suka banget sapi jadi saya biarin dulu dia belanja." Jelas Fathah. "Cantiknya, nama kamu siapa nak?" tanya Joko.


"Bagus namanya. Seumuran Aksa ya?" tanya Joko kembali, Nadlyn mengerutkan alisnya.


"Nadlyn baru masuk SMA, kalau Aksa kan bakal lulus tahun depan." Jelas Fathah, Joko mengangguk.


"Ya sudah kalau begitu saya pemit dulu pak Joko, anak saya sudah selesai belanja." Pamit Fathah. "Iya pak Fathah, salam buat keluarga." Ucap Joko. "Salam juga buat keluarga pak Joko." Balas Fathah, mereka pun berpisah.

__ADS_1


"Itu siapa, Pih?" tanya Nadlyn penasaran.


"Itu loh, yang papih bilang kerjasama paling sukses, nah itu sama dia!" seru Fathah senang. Nadlyn ber oh ria sambil mengingat bahwa itu adalah ayahnya Aksa.


Setelah membayar belanjaan Nadlyn, mereka masuk ke dalam restorannya dan mencari meja yang sudah ditempati oleh Nakhi beserta ibu dan kekasihnya. Nakhi melambaikan tangan begitu mata Fathah menangkap sosok Nakhi. Ia pun mendekati meja Nakhi sambil menarik Nadlyn.


"Kita udah pesen makanan, tinggal kalian yang belum." Ucap Nakhi, Fathah mengangguk kemudian memanggil pelayan dan memesan makanan yang di ikuti oleh Nadlyn.


"Kamu beli apa aja Nadlyn? Kayaknya banyak banget," tanya Meylani yang selalu gemas melihat calon adik iparnya ini. Nadlyn melirik lalu menunjukkan beberapa belanjaannya.


"Aku beli topi, jaket, terus aku beli ini! Baju one set gitu lucu banget!" seru Nadlyn menunjukkan baju sapi yang ada kupluk berbentuk kepala sapi.


"Wah! Lucu banget. Kalau ulangtahun kamu tema sapi terus pakai baju ini kayaknya gemes deh!" ujar Meylani yang mengundang histeris Nadlyn. Namun tak lama histeris itu memudar membuat Meylani beserta keluarganya yang lain kebingungan.


"Nadlyn udah enam belas tahun, Kak, masa ultahnya pake tema anak kecil." Balas Nadlyn yang sedikit tak setuju.


"Di mata kita lo selalu kecil, jadi pede aja." Balas Nakhi yang disetujui oleh semua anggota keluarga.


"Bener itu sayang. Lagian yang dating ke acara ulangtahun kamu kan temen deket aja, mereka juga nggak bakal anggep kamu anak kecil dong!" sambung Sinta memberi semangat.

__ADS_1


Pasalnya bukan seperti itu. Nadlyn terkenal sangat jutek dan dingin di sekolah! Hanya di keluarganya saja ia bermanja dan menunjukkan sikap hangatnya. Tidak mungkin dirinya yang jutek ini tiba – tiba merayakan ulangtahun bertemakan sapi lalu mengundang teman – teman barunya! Pasti saja mereka akan puas menertawakan Nadlyn.


"Udah ah, gimana nanti aja." Balas Nadlyn yang kini mulai mengacuhkan keluarganya.


__ADS_2