Hutan Kematian

Hutan Kematian
Bertemu Penghuni Lain


__ADS_3

Update 21:20


"Kalau nggak di sana, mau dimana lagi? kita nggak punya tempat tinggal di sini, kamu juga pasti takut kan?" tanya Arini, Serly mengangguk, setelah itu mereka berjalan ke rumah gubuk itu, meskipun takut Arini tetap harus melakukannya, jika tidak maka mereka pasti akan selalu di kejar-kejar oleh hantu itu.


"Ayok masuk" ajak Arini. Mereka membuka pintu rumah itu, suara pintu sangat membuat mereka terkejut, NGEEKKKKKK!!!!


Arini berjalan masuk ke dalam gubuk itu, saat melihat-lihat ia menabrak sesuatu. Arini menengok ke belakang, kejutan! tampak seorang wanita sedang berdiri dengan menggendong seorang anak.


"ARGHHHHH!!!" teriak mereka sama-sama kaget.


"Jangan bunuh aku! pergi kau hantu! pergi!" teriak wanita itu dengan menghentakkan kakinya dengan terus menggendong seorang anak.


"Si-siapa kau?" tanya Arini dengan menatap wajah wanita itu intens.


"Ka-kau, kau yang siapa?! apa kau hantu?! hahh?!" teriak wanita itu, Arini tidak mengerti bahasa yang wanita itu ucapkan.


"Aku tidak mengerti bahasa mu!" teriak Arini dengan berbahasa Inggris.


"Apa? aku tidak bisa bahasa Inggris!" ujar wanita itu, Arini merasa kesal, Serly menatap temannya itu berbicara dengan orang lain, ia langsung bersembunyi di belakang tubuh Arini.


"Siapa dia, Arini?" tanya Serly tanpa menatap wanita itu.


Arini memikirkan cara untuk berkomunikasi, mungkin saja ada bahasa yang bisa wanita itu gunakan untuk berkomunikasi dengannya.


"Apa, kau! bisa bahasa Rusia?" tanya Arini dengan menggerakkan tangannya dan mulutnya untuk membuat wanita itu mengerti.


Wanita itu seakan mengerti, ia menggeleng yang artinya dirinya tidak bisa bahasa Rusia, Arini bingung harus bagaimana, namun dirinya tidak menyerah.


"Bahasa Belanda?" tanya Arini, wanita itu menggeleng kembali, Serly menepuk bahu Arini dengan pelan, lalu ia membisikkan sesuatu.

__ADS_1


Arini tersenyum, lalu ia bertanya kembali, "Kau" tunjuk Arini pada wanita itu, "Apa?" Arini menggerakkan tangannya, "Bisa, bahasa spanyol?" tanya Arini. Mendengar kata Spanyol, membuat wanita itu mengangguk dengan tersenyum.


"Ahhh, bagus lah, setidaknya aku bisa bahasa itu sedikit" lega rasanya Arini setelah ia berusaha mencari jalan keluar untuk berkomunikasi dengan wanita itu.


❤️❤️❤️


"Aku bersama temanku datang ke sini karena penasaran, dari siaran TV itu terlihat sangat menyenangkan sekali. Aku merasa itu sangat menyenangkan, teman ku mengajak ku dan suami ku untuk kemari." wanita itu bercerita awal mula ia mengenal pulau yang berisi hutan yang biasa di sebut hutan kematian.


Wanita yang bernama Elsa Salvador itu menceritakan semaunya, bahkan dirinya menangis sedih mengingat teman dan suaminya meninggal karena hantu itu.


"Aku harap kau tetap kuat" ucap Arini mengelus punggung Elsa, Elsa mengangguk "Aku merasa sudah mati sekarang, jika bukan karena putraku, maka sudah dipastikan aku sudah bunuh diri karena frustasi!" Elsa menangis kembali, kali ini tangisannya begitu pilu, membuat Arini dan Serly yang tadi sedih kini mulai menangis.


"Demi putramu, jangan lakukan hal nekat seperti ini!" Serly kini menenangkan Elsa agar tidak menangis lagi.


"Aku akan menelpon bapak nelayan sekarang, dengan begitu bapak yang mengantar kita bisa memanggil polisi untuk menyelamatkan kita!" ujar Serly dengan merogoh sakunya.


"Sudah berapa hari kau berada di sini?" tanya Arini, ia ingin menanyakan sesuatu tapi ia tidak ingin terburu-buru.


"Aku baru lima hari berada di sini, dan sudah dua hari aku sendiri bersama anakku Farrel." Jawab Elsa. Arini mengangguk, ia mulai memikirkan sesuatu.


"Boleh aku bertanya lagi?"


"Tentu boleh" jawab Elsa, "Selama kau di sini, apa hantu itu sering datang menghantui mu?" tanya Arini dengan hati-hati.


Elsa menggeleng serta mengangguk, "Sudah dua hari ini aku tidak di ganggu, hantu itu sering ke sini, tapi dia tidak pernah membunuhku, mungkin karena melihat aku yang menggendong anakku Farrel." seru Elsa


"Sangat aneh, bagaimana bisa seperti itu?" gumam Serly


"Oh ya, tunggu sebentar, aku ingin mengambil sesuatu." ujar Elsa dengan berdiri dari duduknya ia mulai jalan ke arah lemari yang sudah koyak, ia menarik buku yang entah apa itu.

__ADS_1


Serly dan Arini saling memandang, "Apa itu?" tanya Serly, Elsa kembali duduk dengan tersenyum, "Ini adalah buku pengusir setan, jika kalian ingin membunuh hantu itu, maka kita harus melakukan mantra dalam buku ini!" jawab Elsa menunjuk ke arah buku.


"Boleh aku lihat?" pinta Arini, Elsa mengangguk dan menyodorkan buku itu.


"Ini sangat aneh, aku belum pernah melihat buku ini meskipun aku sering membaca buku!" gumam Arini dengan melihat satu-persatu buku itu, ia melihat buku itu penuh dengan catatan dan mantra, hal ini sangat membuatnya bingung, karena dirinya tidak bisa bahasa ini.


"Hanya ini yang tidak aku mengerti, dan masih ada beberapa lagi!" Arini membawa buku itu mendekat ke Elsa dengan menunjuk mana yang tidak dia pahami.


"Itu bahasa Thailand, pantas kau tidak mengerti ini." Elsa tersenyum dan mulai membaca mantra itu.


"Kalian bisa mengingat bacaan kan?" tanya Elsa menatap mereka satu-persatu. Mereka berdua mengangguk mengiyakan.


"Baguslah, sekarang kalian hapalkan bacaan ini, sebelum kita memulai aku ingin-" BRUk! pintu terbuka lebar, menampilkan sesosok hitam yang begitu banyak di depan pintu.


"Aaaarrghhhhh!!!!" sontak mereka bertiga kaget dan berteriak. Namun, sosok yang ada di depan pintu juga sama, mereka berteriak histeris, Arini yang menutup telinga dan matanya langsung berhenti dan menatap sosok itu.


Jantungnya hampir lepas saat pintu itu di buka secara paksa, Arini melangkah dan memukul mereka.


"Kau! kalian! kalian benar-benar membuatku spot jantung!" Arini memukul Rama bersamaan dengan Jeny dan Reni, Serly melakukan hal yang sama pada Rama, ia memukul dan menarik rambut Rama.


"Rama! aku sangat khawatir! aku sangat khawatir kau di bunuh oleh hantu itu!" beberapa detik, Arini memeluk Rana dengan mengatakan hal itu, Rama tersenyum dengan mengelus Arini dengan sayang.


"Dasar wanita! kenapa kau tidak menuruti perintah ku? hahh!! aku mencari mu kemana-mana! ternyata ada di sini!" ujar Rama mencubit hidung Arini.


"Ri-Rin! wa-wanita itu udah nggak ada lagi!" bisik Serly menyenggol lengan Arini, Arini melihat ke sekitar, memang benar, wanita yang selama ini bicara dengannya sudah menghilang, itu artinya mereka berbicara dengan sosok hantu! pikir Arini dan Serly.


"Ta-tapi kemana?" tanya Arini yang langsung menegang, Serly menggeleng tidak tahu, Rama, Reni dan Jeny, menatap mereka berdua dengan penasaran, lalu bertanya, "Apa yang terjadi, kak? wanita siapa?" tanya Jeny pada Serly.


"Sebelum kalian datang, wanita yang berbicara dengan kami sudah tidak ada!" jawab Serly gugup. Jeny langsung bersembunyi di balik tubuh Reni dengan ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2