I Married My Bestfriend

I Married My Bestfriend
Bab 2. Sah!


__ADS_3

Rania pun dirias oleh penata rias profesional, selang beberapa menit rania sudah cantik dan rapi dengan gaun pengantinnya. Penata rias tidak perlu mempoles make up terlalu banyak karena wajah Rania sudah cantik alami tanpa bantuan make up, hanya perlu dipoles sedikit untuk menambah aura pengantinnya.


“Wow cantik banget kak Rania..!” ucap Fani kagum, Rania hanya tersenyum simpul saja.


Disisi lain ada seorang pria muda tengah duduk di hadapan penghulu dengan wajah yang muram


“Jangan di tengkuk dong mukanya, ini kan acara pernikahan kamu. Smilee.. ” ucap Nina Raka sambil menarik kedua pipi Raka untuk tersenyum


“Iya kak.” jawab Raka, tidak ada raut semangat.


“Sudah hafal kamu ijab qobul nya?” tanya Pak Andi, papa nya Raka.


“Sudah pah” jawab Raka


Semua langsung dihebohkan dengan munculnya sang pengantin wanita yang begitu anggun dan cantik berjalan diiringi ibunya dan ibu mertuanya menuju bangku tempat akan dilaksanakannya ijab qobul.


“Pengantinnya cantik ya.. ”


“Wah cocok banget sama Raka.. ”


“Cantik banget.. ”


Dan masih banyak bisik-bisik lainnya dari para tamu undangan. Arka sama sekali tidak tertarik melihat calon istrinya, karena ia pikir yang akan menikah dengannya adalah fera.


Sang mempelai wanita pun duduk disebelah mempelai pria.


“Apakah mempelai sudah siap?” tanya Penghulu


“Siap pak, langsung saja” jawab Pak Andi.


“Oke, sekarang kita mulai saja ya acara ijab qobul nya. Biar lebih afdhol mending bapak kandung dari mempelai wanita saja yang menikahkan.” ucap sang Penghulu, Raka hanya menunduk saja, ia enggan untuk melihat sekelilingnya.


“Mari pak” ucap pak Penghulu pada pak Arman ayahnya Rania. Pak Arman pun duduk didepan Raka, dan mulai menjabat tangan, ketika Raka melihat ke depan ia terkejut karena Ayahnya Rania yang berada didepannya, seketika ia menoleh ke samping dan ternyata yang berada di samping bukanlah Fera tetapi sahabatnya sendiri yaitu Rania. Raka yang kebingungan meminta penjelasan dengan segera mama Raka berbisik ditelinga Raka.


“Udah lakuin aja, penjelasannya nanti!” bisik Bu Sinta ditelinga Raka dengan penuh penekanan

__ADS_1


“Tapi ma.. ” ucap Raka yang langsung dipotong oleh mama sinta


“Gak ada tapi tapi-an, Rania lebih baik daripada Fera” ucap Bu Sinta berbisik, Raka hanya bisa pasrah saja, memang benar apa yang diucapkan mama nya.


Raka menoleh sekilas pada rania, satu kata saat pertama kali melihat rania berbeda dari hari-hari biasanya yaitu ‘Sangat Cantik’. Raka segera menjabat tangan calon mertuanya dan mengucapkan ijab qobul.


“Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Raka Arsyanendra Dirga bin Andi Alendra Dirga dengan anak saya yang bernama Rania Arindra Rahaesita dengan mas kawin berupa Emas 24 karat dan Seperangkat alat sholat, dibayar tunai.” ucap Pak Arman dengan suara lantang


“Saya terima nikahnya dan kawinnya Rania Arindra Rahaesita binti Arman Atmadja dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai” ucap lantang Raka dengan satu kali tarikan nafas.


“Gimana para saksi, sah?” ucap Penghulu


“Sah!” ucap semua orang yang berada diruang tersebut


“Baarakallahu likulii wahidimmingkumaa fii shaahibihi wa jama'a bainakumma fii khayrin” (Artinya: Semoga Allah memberkahimu dalam suka dan duka dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua di dalam kebaikan.) ucap Pak Penghulu diikuti semua orang yang berada disana


“Alhamdulillah sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri!” ucap Penghulu, Rania menangis karena tidak menyangka ia akan menjalani hidup baru secepat ini.


“Selamat ya semoga kalian menjadi pasangan yang sakinah mawaddah warohmah, aamiin.” ucap penghulu


“Aamiin!” seru yang lainnya


Raka pun mengambil kotak cincin dan memasang cincin ke jari manis rania dengan tangan gemetar dan keringat dingin karena baru pertama kali tetapi ia bisa mengatasi kegugupan nya.


Kini giliran rania yang memasangkan cincin ke jari manis Raka, Rania pun sama gugup nya seperti raka. Rania sudah memasangkan cincin nya lalu Raka menyodorkan tangan kanannya ke rania, rania yang sempat nge-lag sebentar lalu mencium punggung tangan Raka. Ada rasa berdebar di hati mereka. Rania yang sudah mencium punggung tangan Raka, lalu Raka yang mencium puncuk kepala rania sambil membaca doa.


“Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”


(Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.)” ucap Raka pelan dan merdu sambil mencium puncuk kepala Rania


Deg.. deg.. walaupun mereka berteman dekat tapi soal perasaan siapa yang tau


“Eh kok bisa lo si yang jadi istri gue?” tanya Raka pada rania berbisik saat mereka tengah duduk dipelaminan


“Gue terpaksa gantiin Fera, ceritanya panjang” jawab rania berbisik juga

__ADS_1


Kini sudah malam saudara dan para tamu undangan mulai berpamitan pulang dan kini hanya ada dua keluarga.


“Mulai sekarang kamu harus jadi istri yang baik dan nurut sama suami ya nak” ucap Bu Rinda, mama nya rania menasihati putrinya.


“Iya Ma.. ” jawab rania menangis sambil memeluk mama nya.


“Malu dilihatin sama suami kamu tuh, ya sudah mama dan papa pulang dulu ya.. ” pamit bu Rinda


“Tapi Rania mau ikut mama pulang..” ucap Rania


‘Cengengnya gak ilang-ilang’ ucap Raka dalam hati menahan tawa


“Gak bisa dong Rania, sekarang kamu sudah punya keluarga sendiri.. Kamu sudah menjadi istri dan punya suami, gak lama juga kamu akan punya anak dan menjadi seorang ibu” jawab bu Rinda


deg.. ‘Kok malah ngebahas yang kesitu sih’ dalam hati Raka


“Iya deh iya ma, tapi kalo aku main kerumah terus boleh kan?” tanya Rania


“Boleh, asal diizinkan sama suami kamu” jawab Bu Rinda, Rania pun menoleh ke Raka


“Boleh kan?” tanya Rania


“hah? eh-Iya boleh” jawab Raka gugup


“Dibolehin ma, jadi setiap hari juga gapapa kan aku main?” ucap Rania sambil nyengir tanpa dosa


“Umur kamu itu sudah 22 tahun, sudah jadi istri pula. Tapi sikap kamu kayak masih anak-anak” jawab Bu Rinda sambil tertawa ringan


“Hehehe... ” jawab Rania sambil cengengesan


“Yaudah udah keburu malam juga mama sama papa pulang ya.. ” pamit Bu Rinda


“Iya deh, Hati-hati ya ma pa dijalan..” ucap Rania, Rania dan Raka pun mencium punggung tangan mama dan papa nya


“Iya” ucap Bu Rinda, mereka pun pergi pulang. Dan kini hanya ada sepasang pengantin baru yang berada di halaman depan rumah Raka.

__ADS_1


Mereka pun berjalan menuju kamar Raka yang sudah resmi jadi kamar rania juga.


~ Bersambung ~


__ADS_2