I Married My Bestfriend

I Married My Bestfriend
Bab 7. Honeymoon 2 (Malam yang Indah)


__ADS_3

“Iya aku mau, sama seperti kamu, aku juga pernah bilang ingin menikah satu kali seumur hidup dan menjalani rumah tangga yang bahagia” jawab Rania yang juga mengganti lo-gue menjadi aku-kamu, ia menjeda ucapannya.


Lalu rania melanjutkan ucapannya.


“Aku berjanji akan menjadi istri yang baik, setia dan patuh sama suami” ucap rania tulus.


Senyum mengembang diwajah ke dua insan yang saling mengucapkan janji suci pernikahan, senja yang menjadi saksi mereka.


“Terima kasih karena kamu telah mau menjadi istriku!” ujar Raka sambil memeluk tubuh Rania, rania membalas pelukan raka.


Meskipun mereka tidak saling mencintai tetapi mereka punya pemikiran yang sama tentang pernikahan, harapan mereka menikah sekali seumur hidup. Siapa pun orang yang akan menjadi jodoh mereka, mau cinta atau tidak mereka akan belajar mencintai. Pernikahan adalah hal yang sakral, mereka tidak akan mempermainkan pernikahan.


“Dikit lagi malam, kamu mau pulang ke hotel atau mengunjungi wisata malam hari yang ada disini?” tanya raka


“Aku mau mengunjungi wisata malam hari, boleh gak?” ucap rania


“Boleh, tapi kita ke hotel dulu untuk sholat maghrib! karena disini masjid atau musholah nya jauh” ucap raka memberi pengertian


“Oke!” jawab rania


Mereka berdua pulang ke hotel dan menjalankan sholat maghrib bersama, setelah itu mereka pergi ke tempat wisata malam hari yang ada di bali.


“Yuk, kamu udah siap?” tanya raka saat mereka mau pergi ke tempat wisata.


“Udah, ayo!” jawab rania, mereka pun lalu pergi menggunakan taksi menuju tempat wisata yang terkenal di bali.


Sekitar 20 menit menggunakan taksi mereka sudah sampai di wisata malam hari, disana mereka disuguhkan pemandangan indah mulai dari orang yang menari tarian khas bali sampai pertunjukan seni yang lainnya.


Karena sudah malam dan mereka belum makan malam, raka mengajak rania ke suatu tempat yang menyajikan makanan lezat dan menghadirkan pemandangan indah.


“Kamu lapar gak? yuk makan malam ke tempat yang udah aku siapin!” ajak raka


“Yuk, aku emang lagi laper..” jawab rania, setelah cukup lama menonton pertunjukan dan berkeliling membuatnya merasa lapar.


Raka dan rania bergandengan tangan mencari taksi dan tidak lama taksi datang, mereka menuju tempat yang diarahkan Raka.


Mereka sudah sampai ditempat yang bernama El Kabron Restaurant, restoran di bali yang menyajikan hidangan spanyol yang lezat dengan view pantai yang indah. Pemandangan di tempat ini lebih bagus jika malam hari karena gemerlap lampu warna-warni yang menambah keindahan restoran ini.

__ADS_1


“Kamu aku tutup dulu matanya!” ujar Raka menutup mata Rania menggunakan dasi yang sengaja ia bawa.


“Kenapa harus ditutup sih?!” ucap rania


“Biar romantis!” jawab raka sambil menutup mata rania menggunakan dasi.


“Cih, tumben bisa romantis, aku baru tau seorang raka bisa romantis juga..” ujar rania yang baru pertama kali di romantisin raka, sejak dulu raka tidak pernah romantis yang ada ia jahil.


“Sebenernya dari dulu aku romantis, cuma belum ada orang yang bisa diajak ngeromantis, kamu kan dari dulu galak banget kalo sama orang yang gombal dan romantis jadi aku gak pernah gombal dan romantis sama kamu, kalau sekarang kan kamu istriku jadi aku akan selalu bahagiakan kamu” jawab raka panjang lebar membuat rania yang mendengar tersipu dengan ucapan raka yang terakhir.


“Iya deh yang udah bisa ngegombal..” ucap rania dengan senyum yang menghiasi wajahnya.


Raka menuntun rania berjalan ke dalam restaurant.


“Sekarang kamu duduk!” ucap Raka mengarahkan rania untuk duduk.


Rania duduk lalu Raka membuka kan dasi yang menutupi mata rania. Seketika itu rania terkejut dengan apa yang dilihatnya, ia diberi surprise oleh raka. Meja makan yang dihias dengan seromantis mungkin, dan raka yang berjongkok didepannya memegang buket bunga warna merah, serta beberapa violinis yang memainkan biola nya menambah keromantisan mereka berdua dengan suasana pemandangan malam yang indah beserta lampu-lampu nya.


“Surprise!” ucap Raka memberi kejutan romantis pada sahabat yang kini menjadi istrinya.


“Makasih ya” ucap Rania mengambil buket bunga mawar yang ada di tangan Raka.


“Gimana kamu suka enggak?” tanya Raka yang sudah duduk di kursinya.


“Suka banget.. Romantis..” jawab Rania kagum dengan apa yang ia lihat.


“Ternyata kamu suka yang romantis juga” ucap Raka


“Suka lah, tapi aku mau nya sama seorang yang jadi suami aku aja, bukan pacar.” jawab Rania apa adanya.


“Oh gitu, pantesan setiap ada cowok yang nembak kamu pake hal romantis pasti ditolak” ucap Raka yang mengingat saat SMA mereka dulu Rania pernah ditembak cowok dilapangan basket dengan setangkai bunga mawar merah dan coklat dihadapan semua siswa/i SMA 02 saat jam istirahat.


“Iya.. karena aku berharap suatu saat nanti jodoh aku yang ngasih ini semua bukan orang yang belum pasti menjadi suamiku di masa depan, tanpa aku bicara semuanya kamu juga udah tau kan?” ucap Rania jujur, impiannya memang mendapat suami yang bisa membahagiakannya, setia, bertanggung jawab, pengertian dan semua itu dimiliki Raka.


“Iya sayang” ucap Raka membuat pipi Rania merah.


“Ini restoran nya kamu booking?” tanya Rania

__ADS_1


“Iya, biar kita lebih romantis” jawab Raka


“Gombal” ucap Rania


“Yaudah pesan makanan yuk!” ucap Raka, ia lalu memanggil waiters.


“Silahkan tuan dan nyonya mau pesan apa, ini buku menu nya!” ucap waiters ramah memberikan buku menu pada Raka dan Rania.


“Hem.. saya mau pesan ini aja mba, dan minumannya ini!” ucap Rania menunjuk makanan dan minuman yang akan di pesannya.


“Kamu mau yang mana?” tanya Rania pada Raka.


“Aku samain aja kayak kamu” jawab Raka


“Iya, pesan masing-masing dua ya mbak!” ucap Rania pada waiters.


“Baik, silahkan ditunggu pesanannya ya Tuan dan Nyonya, saya permisi, selamat malam.” ucap waiters pergi meninggalkan tempat.


Selang beberapa menit makanan yang dipesan sampai, Raka dan Rania menikmati makan malam indah nya.


“Kamu tau dari mana restoran ini?” tanya Rania di sela-sela makan.


“Perusahaan papa kan ada di bali, aku pernah makan disini dan kebetulan selain tempatnya bagus makanannya juga enak, karena kita ada di bali jadi aku mau ngenalin kamu ke restoran ini” jawab Raka


“Oh..” Rania hanya ber‘oh’ria saja.


Mereka makan ditemani musik dari alat biola, pemandangan malam menjadi saksi indah mereka.


“Kamu udah selesai makannya?” tanya Raka


“Udah” jawab rania


“Mau pulang atau disini dulu lihat pemandangan malam?” tanya Raka pada rania yang sudah selesai makan malam.


“Lihat dulu ya sebentar, aku masih suka sama pemandangannya, malam yang indah ditemani bintang-bintang” jawab rania


~Bersambung ~

__ADS_1


__ADS_2