
“Rania..” teriak raka berjalan cepat mengejar rania
“Permisi mbak masih ada kamar yang kosong?” tanya rania pada resepsionis hotel
“Pesan 2 kamar mbak!” ucap raka pada resepsionis
“Maaf mas, mba kamar yang kosong sisa satu” jawab resepsionis dengan ramah
“Buat saya aja mbak!” jawab raka dan rania berbarengan
“Buat saya aja mbak kamarnya!” ucap raka
“Ih gak bisa gue duluan yang nyampe sini! udah mbak buat saya aja!” ucap rania, resepsionis hanya diam tidak tahu harus pilih siapa.
“Maaf mas mbak kamarnya sisa 1!” ucap resepsionis hotel sekali lagi
“Udahlah ran berdua aja, lagian juga kita udah sah-sah aja kan” ucap raka
“Mbak, kamar hotelnya luas gak?” pertanyaan nyeleneh yang keluar dari mulut rania, hotel ini hotel terbaik tapi ia menanyakan luas dan tidaknya kamar hotel, tidak habis pikir😅
“Luas mbak, disini kamar hotelnya terbaik!” jawab resepsionis hotel
“Yaudah mbak kita pesen satu kamar!” ujar rania yang kali ini ia mengalah pada raka
Setelah selesai mengurus administrasi sedikit agak lama karena ada saja yang selalu mereka perdebatkan, sekarang mereka berdua sudah berada dalam kamar hotel yang didesain semenarik dan sebagus mungkin, ukuran hotelnya luas. Ya, memang benar ini adalah hotel terbaik.. pantas saja kamarnya cepat terisi oleh para wisatawan.
“Akhirnya bisa rebahan juga..” ucap rania sambil merebahkan dirinya di ranjang yang empuk.
“Mandi dulu sana! Bau badan lo” ucap raka
“Ya elo aja belom mandi!” jawab rania
“Ini gue mau mandi!” ucap raka mengambil handuk dan pakaiannya dari dalam koper.
“Terus ngapa lo nyuruh gue mandi kalo lo sendiri mau mandi?!” ujar rania duduk diranjang
“Mandi berdua!” jawab raka dengan senyum devil nya.
“Ih mesum lo!” ucap rania melempar bantal ke raka.
“Hahahaa..” raka tertawa dan berlalu ke kamar mandi.
“Mimpi apa gue bisa dapet suami sahabat sendiri?” gumam rania
15 Menit berlalu raka sudah selesai dengan ritual mandinya, sementara rania tertidur pulas di ranjang.
“Rania.. bangun mandi dulu!” ujar raka pelan sambil menepuk bahu rania
“Hemm..” rania menggeliat kecil
__ADS_1
“Mandi dulu sana, belum makan juga kan? gue pesenin makanan ya, lo mau makan apa?” ucap raka, walaupun sifat perhatiannya tidak begitu ditampakkan tetapi terkadang ia menunjukan sifat itu pada seseorang tertentu.
“Iya, apa aja deh terserah” jawab rania sambil menguap
“Yaudh sana mandi!” ucap raka
“Iya bawel” jawab rania
Sementara rania mandi, raka memesan makanannya.
15 menit berselang rania sudah selesai dengan ritual mandinya, ia langsung saja menghampiri raka yang sedang duduk di sofa sambil bermain handphone menunggu rania selesai mandi.
“Raka” panggil rania
“Yuk makan!” ucap Raka, rania pun duduk di sofa bersebelahan dengan raka
“Lo tau aja kesukaan gue!” ucap rania langsung menyantap makanan kesukaannya yakni mie ayam, memang rania itu orangnya sederhana.
“Iyalah, apa si yang gue gak tau dari lo” ujar Raka sambil menyantap makanannya juga.
“hm.. Raka, ini kan masih sore jalan-jalan yuk disekitar pantai sambil liat senja!” ajak rania
“Yuk, udh lama gak ke pantai!” jawab Raka
Mereka menghabiskan makanan dengan lahap, selesai makan mereka berdua berjalan menuju pantai yang letaknya tidak jauh dari hotel.
“Iyalah, pada liburan.. ini kan weekend” jawab Raka
“Iya juga sih” ucap rania
“Yuk kita kesana!” ajak Raka melihat spot yang bagus
“Yuk! bagus tuh buat foto, entar lo fotoin gue!” ucap rania dengan antusias
“Gantian, lo juga entar fotoin gue!” ucap Raka
“Iya ayo!” rania mengenggam tangan Raka berlari menuju spot tersebut.
Saat sampai di spot tersebut langsung saja Rania meminta Raka untuk memotret dirinya.
“Ayo Raka fotoin gue!” ujar rania dengan gayanya.
“1, 2, 3.” ucap Raka menjadi fotographer dadakan.
Cekrek
“Mana sini gue liat fotonya bagus gak!?” ujar rania antusias dengan senyum yang tak pudar diwajahnya, menampilkan gingsul yang membuatnya terlihat manis.
Raka menyerahkan ponselnya pada rania.
__ADS_1
“Gue cantik banget!” ujar rania melihat fotonya
“Bukan lo yang cakep, tapi hasil foto gue! kalo bukan gue yang fotoin pasti elu nya juga jelek” jawab Raka bercanda sambil tertawaa, rania menampilkan wajah kesalnya.
“Yee.. bilang aja lo gak mau ngaku kalo gue tuh cantik!” ujar rania menyombongkan diri.
“Cantik dari mananya maemunah?!” jawab Raka
“Eh nama gue tuh Rania bukan Maemunah!” ucap rania sambil mencubit pinggang Raka.
“Udah dong rania, lo maennya jangan cubit-cubitan!” ucap Raka menahan tangan rania yang hendak mencubit pinggangnya lagi.
“Lo bilang dulu Rania Cantik!” ucap Rania
“Gak ah, lo kan emang gak cantik” jawab Raka
“Iih” Rania mencubit pinggang Raka, dan kali ini Raka membalasnya dengan menggelitiki perut rania.
Raka dan Rania bercanda dan tertawa bersama layaknya pasangan mesra.
“Udah dong raka gue cape.. hahaha” ujar rania masih terus digelitiki raka.
“Udah...” ucap rania dengan nafas terengah-engah.
Raka menghentikan tangannya dan mereka duduk diatas pasir pantai sambil melihat pemandangan indah, yaitu senja yang mulai menampakkan wujudnya.
“Indah banget senja nya!” ucap rania kagum dengan keindahan yang ada didepannya.
“Iya bagus” jawab raka, melihat ke arah Rania
“Ran.. ” ucap raka
“Apa?” jawab Rania menoleh ke arah Raka
“Lo inget gak gue pernah ngomong kalo impian gue itu menikah sekali seumur hidup, bersama satu orang untuk selamanya” ucap raka dengan seulas senyum diwajahnya.
“Dan gue gak nyangka banget ternyata orang yang bakal jadi jodoh gue itu elo, sahabat gue sendiri. Dari kecil kita selalu bersama dan gue berharap pernikahan kita bisa langgeng terus sampai akhir hayat.” ujar raka panjang lebar, dibalik kata-katanya tersirat makna yang dalam. Raka tersenyum tulus pada Rania, melihat rania yang bingung berkata apa, Raka melanjutkan ucapannya.
“Lo mau gak kita serius dalam menjalani pernikahan ini? Gue akan berusaha jadi suami yang baik, bertanggung jawab, setia dan jadi suami siaga.” ucap Raka dengan tulus sambil memegang tangan rania dan tersenyum.
Deg, ada desiran aneh dihati saat raka berbicara tulus ingin menjalani bahtera rumah tangga yang serius dengannya. Bahkan rona merah di pipi Rania tampak menandakan bahwa rania tengah tersipu dengan ucapan raka.
“Lo serius?” ucap rania terbata, percaya tidak percaya dengan ucapan raka.
“Aku serius banget!” jawab Raka mengganti ucapan lo-gue dengan aku-kamu
“Iya aku mau, sama seperti kamu, aku juga pernah bilang ingin menikah satu kali seumur hidup dan menjalani rumah tangga yang bahagia” jawab Rania yang juga mengganti lo-gue menjadi aku-kamu.
~ Bersambung ~
__ADS_1