
Pagi hari yang cerah, secerah hari pengantin baru yang masih berpelukan mesra diranjang. Eittss.. sebelum rania terbangun dari tidur tentunya.
“Pangeran bertopeng kamu jangan pergi lagi dariku.. ” ucap princess rania penuh harap sembari memeluk pangeran
“Aku tidak akan pergi lagi darimu, aku janji” ucap sang pangeran bertopeng sambil menautkan jari kelingking miliknya dan jari kelingking milik Princess Rania
Tidak lama kemudian sang empunya terbangun dari bunga tidurnya dan ia langsung terkejut.
“Hahhh... lo ngapain peluk-peluk gue!” teriak rania spontan memegang tubuh bagian depannya.
Raka yang masih tertidur pulas berjingkrak kaget mendengar suara yang begitu nyaring, siapa lagi pelakunya kalau bukan mantan sahabat yang kini menjadi istrinya.
“Apa sih, gila lo mau bikin telinga gue budeg? Gak tahan gue lama-lama tidur sekamar sama lo, pagi-pagi udah teriak kayak ayam mau nelor” ucap Raka yang masih dengan muka bantal menahan kesal, lagi enak tidur diganggu dengan suara cempreng.
“Lo apain gue semalem?!” tanya rania emosi
“Apain gimana maksud lo? gue tidur!” jawab Raka jujur
“Boong ya lo? Buktinya kenapa lo meluk gue!?” ucap Rania.
“Gue gak meluk lo Rania... gue TIDUR, jangan-jangan lo kali yang meluk gue!” jawab Raka menekankan kata tidur
Belum sempat Rania menjawab sudah ada ketukan pintu dari luar kamarnya.
“Siapa?” tanya Raka
“Maaf den, sudah ditunggu ibu dan bapak dimeja makan untuk sarapan.” ucap Mbok Sri ART dari Jawa yang telah mengabdi lama dirumah keluarga Raka
“Iya Mbok, sebentar” jawab Raka pada Mbo Sri
Mbok Sri pun pergi menuju dapur untuk membersihkan piring kotor bekas masakannya, tidak lama setelah Mbok Sri pergi dimulai lagi adu mulut antara Rania dan Raka yang seperti Tom and Jerry
“Lo denger kan, kita udahin masalah ini. Kalo lo masih mau marah yaudah marah aja sendiri, gue laper. Gue mau mandi dulu terus makan, lihat kan udah jam berapa?!” ucap Raka, Rania pun melihat jam dinding yang ada dipojok kamar dan ternyata memang sudah siang untuk sarapan jam 8 lewat 15 biasanya rania sarapan jam 7 pagi.
‘Kriukk.. kriuk.. Ada bener nya juga sih omongannya, perut gue juga udah minta di isi” gumam rania dalam hati
__ADS_1
“Yaudah lo duluan sana yang mandi, gue mau siapin baju” ucap Rania, Raka sudah bernafas lega karena akhirnya berhenti juga mak lampir berbicara eh bukan maksudnya mengomel.
“Iya, sekalian siapin bajuku juga ya istriku sayang!” ucap Raka menggoda Rania sambil mengedipkan sebelah matanya
“Geli gue denger kata sayang dari lu, udah sana lo mandi udah ditungguin juga!” ucap Rania sambil melempar bantal ke Raka
“Iya.. Istriku Sayang..” goda Raka langsung berlari menuju kamar mandi dan menutupnya.
“Awas aja lo tunggu pembalasan gue!” ancam rania
Rania pun menyiapkan pakaiannya dan mau tak mau menyiapkan pakaian suaminya juga.
Raka yang sudah menyelesaikan ritual mandinya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk sebatas paha, ketika ia keluar dari kamar mandi tidak ada rania disana. Saat Raka melepas handuk nya, saat itu juga rania yang sedang mengambil sisir yang terjatuh dibawah ranjang berdiri dan berbalik ke belakang.
“Aaa..” kaget rania refleks berbalik dan menutup matanya dengan kedua tangannya. Raka pun terbesit ide jahil untuk menjahili rania, ia segera memakai pakaiannya dan menghampiri rania.
“Rania.. ” ucap Raka sambil menepuk bahu rania
“Lo udah pake baju belom?” ucap rania masih menutup matanya dengan tangan.
“Gimana kalau ngelakuinnya sekarang aja?” bisik Raka dengan suara sexy di telinga rania
“Masa gak tau, hmm?” Raka menjawab masih dengan suara lembut kan sexy
Raka maju dengan perlahan mengikuti langkah rania yang mundur sampai rania tidak bisa mundur lagi karena sudah mentok dengan dinding. Raka menghimpit tubuh rania dan membuat rania selalu awas.
“Lo mau ngapain? Sono gak!” ucap Rania masih menutup mata dengan tangannya, Raka semakin menghimpit tubuh Rania dan mendekatkan wajahnya pada wajah Rania.
“Ih awas, jangan deket-deket gue ka!” ucap Rania merasa risih Raka menghimpit tubuhnya
“Emang kenapa?” bisik Raka lembut ditelinga rania yang terdengar sexy
“Jangan ditutupin dong mukanya!” ucap raka, masih menghimpit tubuh rania dengan sebelah tangan mencoba membuka tangan rania yang menutupi wajahnya.
“Lo minggir dong gue pengen mandi!” teriak rania menahan malu dan kesal pada raka.
__ADS_1
“Mandi berdua gimana?” tanya raka memanasi wajah rania yang tertutup tangannya dan sudah pasti semerah tomat.
“Mesum lo!!!” teriak rania, mencoba bebas dari himpitan raka. Tapi sayang tenaganya tidak cukup, tangan raka menghalanginya sebelah kanan dan kiri rania.
“Lihat gue dulu dong, baru gue bebasin lo!” raka mensejajarkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya pada rania
“Janji lo gak ngapa-ngapain kan!?” tanya Rania
“Iya” jawab raka, Rania pun membuka tangannya dan seketika itu raka langsung mencium sekilas bibir nya dan secepat kilat ia berlari pergi keluar kamar.
“Raka!!!” teriak kesal Rania, ia pun langsung menuju kamar mandi dengan perasaan marah bercampur kesal pada Raka.
Sehabis mandi ia langsung keluar menuju meja makan, dan disana hanya ada Raka yang sedang makan duluan tidak menunggunya dulu. Rania yang jahil mempunyai ide untuk balas dendam ia pun berjalan agak pelan agar tidak ketahuan raka, tepat saat sampai di belakang raka ia pun mengagetkan raka.
“Woyy!” ucap rania memegang bahu raka kencang dan membuat raka terkejut, ia tersedak makanan yang sedang ia makan.
“Uhk.. A-ir..” ucap raka yang tersedak makanan. *btw author gak tau gimana cara nulis suara orang yang tersedak, mohon maaf ya🙏😢
“Nih minum!” ucap Rania menyodorkan gelas berisi air putih pada raka.
“Eh lu kalo mau ngagetin liat situasi dong, gue lagi makan untung gak kenapa-napa” cerocos Raka
“Ya balas dendam, lo tadi ngerjain gue.. Terus udah nyuri ciuman pertama gue lagi” jawab Rania kesal dengan bibir yang maju 5 centi
“Hahaha..” tawa raka memenuhi ruang makan tersebut.
“Ngapa lo ketawa, emang ada yang lucu ya?!” jawab Rania kesal
“Hahahaa... Rania.. rania.. gue itu suami lo, mau minta yang lebih juga gak masalah.. Kalo lo nolak lo yang dosa sama suami” ucap raka sambil terus tertawa, Rania hanya dapat menggerutu dalam hati.
“Udah sekarang nih lo makan!” ucap raka menyodorkan piring berisi makanan pada rania.
“Om Andi sama tante sinta kemana ka? tadi katanya ada di meja makan?” tanya rania sambil menyendokan nasi ke mulut.
“Udah duluan nungguin kita lama katanya” jawab Raka
__ADS_1
“Oh..” ucap Rania
~ Bersambung ~