
Sampainya di kamar
“ettt, tunggu!” ucap Rania menghalangi Raka yang hendak ke kamar mandi
“Apasih?!” jawab Raka kesal
“Gue udah cape lo minggir dong!” ucap Raka ingin segera membasuh dirinya
“Gue duluan yang mandi!” ucap Rania
“Gak bisa lah, gue duluan yang mau ke kamar mandi!” jawab Raka
“Lo nggak mau ngalah sama gue? liat dong nih gaun gerah banget, pengen buru-buru gue lepas” ucap Rania
“Yaudah awas aja jangan lama-lama! kalo lama gue dobrak pintunya” ancam Raka
“Iya” rania pun masuk ke kamar mandi, dan hingga akhirnya ia sadar ia tidak bawa baju ganti ke kamar mandi.
“Aduh gue lupa lagi bawa baju ganti, bego banget si gue..” ucap Rania pada diri sendiri
“Masa gue keluar pake jubah mandi doang, malu dong tembus pandang” gumam Rania sendiri
“Yaudah deh minta tolong aja, eh tapi kalo minta tolong bakal ditolongin gak ya?” gumam nya ragu
“Yaudah lah coba aja dulu, gak ada cara lain lagi” ucap Rania
Karena terlalu lama berbicara dengan diri sendiri dikamar mandi membuat Raka memanggilnya menyuruhnya keluar.
“Ran lo lama banget, gue dobrak nih!” ucap Raka dari balik pintu kamar mandi
“Sabar!” ucap Rania teriak
“Raka.. gue boleh minta tolong gak?” tanya Rania hati-hati
“Minta tolong apa?” jawab Raka
“Ambilin baju gue yang di koper!” ucap Rania menahan malu, *oh ya ceritanya bajunya Rania sudah dikemas sama mama nya dan ditaruh di kamar Rania dan Raka
“Baju doang kan?” tanya Raka pura-pura tak tahu
“Yang lengkap lah, masa baju doang” jawab rania kesal menahan malu
“Maksud lo semuanya sama daleman juga?” ucap Raka sambil memanasi Rania
“Cepet ambilin baju gue jangan banyak tanya!” teriak Rania kesal dan malu, rasanya ingin menghilang saja dari muka bumi ini
__ADS_1
“Yang mana aja kan bajunya ran?” ucap Raka menahan tawa karena berhasil membuat Rania kesal
“Rakaaaa!!!” teriak Rania kencang
“Anjir, kuping gua serasa mau pecah” ucap Raka memegang dia telinganya
“Cepatan!” teriak Rania lagi
“Iya bawel!” kali ini Raka pun teriak
Raka membuka koper milik rania, saat ingin mengambil baju tidur ia melihat benda berbentuk segitiga dan benda ber belahan dada ia meneguk kasar saliva nya sendiri, seketika jiwa lelaki nya bangkit. Karena Raka masih perjaka dan umurnya yang masih muda yakni 24 tahun, jiwanya sedang sangat menggelora.
“Sabar Raka ini adalah ujian pertamamu” gumamnya sendiri, ia pun mau tak mau mengambil baju beserta paket lengkapnya perempuan. Ia bertarung dengan jiwa lelaki ny sendiri, hanya melihat berupa benda nya saja membuat ia berkeringat apalagi.. ah sudahlah
“Ini ambil!” ucap Raka menyodorkan pakaian raina didekat pintu
“Lo ngadep depan jangan liat pintu ini!” titah rania
“Udah, cepetan nih lo ambil terus pake, gue pengen mandi!” jawab Raka, rania pun membuka pintu sedikit dan bergerak cepat mengambil pakaiannya dari tangan Raka.
3 menit kemudian
“Lama banget lo, besok-besok gue pokoknya yang mandi duluan!” ucap Raka, rania hanya mencebikkan bibirnya saja
15 Menit Raka sudah menjalankan ritual mandinya dan langsung saja ia menuju kasur untuk tidur, karena memang hari ini yang paling melelahkan untuknya.
Baru saja merebahkan tubuhnya di ranjang yang empuk tiba-tiba saja rania mengomel.
“Lo pindah dong tidurnya jangan disini” ucap Rania
“Gak ah lagian ini kasur gue” jawab Raka
“Lo tidur disofa kek, kasur ini punya gue!” ucap Rania menarik tangan Raka
“Lo ngalah dong sama cewek!” ucap rania masih dengan menarik tangan Raka agar menjauh dari kasur
“Ini kan kasur gue ran!” kekeh raka memperat pegangannya
“Enggak, sekarang jadi milik gue!” jawab Rania masih setia menarik lengan Raka
“Kalo lo gak mau turun gue teriak nih!” ancam Rania sambil berkacak pinggang
“Teriak tinggal teriak” jawab Raka
“Ma, pa Rak_” saat rania teriak dengan kencang mulutnya langsung dibekap oleh tangan Raka
__ADS_1
“hmmph” gumam rania tidak jelas, sambil berusaha melepas tangan kekar Raka dari mulutnya.
“Diem lo, mulut apa toa si.. entar kalo nyokap bokap gue denger gimana?!” ucap Raka menekankan suaranya
“Ada apa kalian teriak-teriak?” ucap mama Sinta dibalik pintu kamar mereka, karena mendengar suara rania teriak
“hmmphtt” Rania berusaha berontak
“Diem dulu!” ucap raka
“Enggak mah! rania takut sama kecoa!” jawab Raka dari dalam kamarnya tanpa membuka pintu
“Ooh..” ucap mama Sinta ber ‘oh’ saja sambil tersenyum penuh arti, yang ada dipikiran mama sinta saat ini adalah mereka sedang menjalankan ritual malam pertama.
“hmmph” capek karena dibekap sama Raka akhirnya rania menggigit tangan Raka agar melepaskan tangan dari mulutnya
“Aaa... sakit ran bisa gak si lo jangan gigit tangan gue!” ucap Raka setengah kesal pada rania
“Siapa suruh lo bekap mulut gue terus” jawab rania dengan kesal juga.
“Nih cium bau nih jigong lo” ucap Raka menjejelkan tangannya ke hidung Rania
“Ih apaansi, orang gue rajin sikat gigi, emang kayak lo yang sikat gigi seminggu sekali”
“Sok tau lo, asal lo tau ya gue kalo sikat gigi setiap 5 jam sekali” jawab Raka mengada-ngada
“Bodo!” ucap Rania berbaring di ranjang ingin tidur, Raka pun ikut berbaring di ranjang bersama Rania
“Ih sonoh lu, ini kasur gue!” ucap Rania mendorong Raka hingga jatuh ke lantai
Bugh.. suara jatuh tubuh kekar Raka ke lantai
“Udahlah rania semalam doang, lo gak punya peri ke-ma-nu-si-a-an banget sih!” ucap Raka menekankan kemanusiaan agar Rania sadar, ia ingin segera tidur nyenyak.
Karena tidak tega Rania akhirnya mengijinkan Raka tidur di samping nya dengan syarat tidak boleh menyentuhnya sedikit saja. Rania menaruh guling sebagai penengah antara dia dan raka.
“Yaudah boleh, tapi ada syaratnya. Lo jangan nyentuh gue walaupun sedikit, awas aja lo kalo sampe nyentuh gue. Dan ini sebagai pembatas awas lo klo ngelanggar batas!” syarat Rania
“Iya gue janji!” ucap Raka
“Oke” jawab Rania, Raka pun langsung merebahkan tubuhnya dikasur.
Karena mereka berdua amat lelah akhirnya tidak butuh waktu lama mereka terlelap ke dasar mimpi. Tanpa disadari mereka berdua melanggar batas, berpelukan saat tidur. Hingga esok harinya, mulut Rania kembali mengoceh tidak henti-henti nya menyalahkan Raka yang melanggar batas padahal mereka berdua salah.
~ Bersambung ~
__ADS_1