
Hyuna Dan Nara Merasa Sangat senang Karena Bisa di terima Bekerja. "Kakak, Aku Sangat Senang, Dari Sekian banyak orang yang Melakukan Interview Kita Terpilih Menjadi Karyawan Di perusahaan Terbesar Itu. Ucap Nara.
Disisi lain Diya yang Sedang Duduk Di Ruangan Direktur Dengan Melihat Laptop Dan Melihat Setiap Biodata Para Karyawan. Tiba tiba Sekretaris nya Datang Dan Bicara Kalau Gisya Ingin Bertemu.
Gisya pun Masuk setelah Diya Mempersilahkan nya. "Ada Apa Gisya, Kenapa Kau Ingin Bertemu denganku? Tanya Diya. " Aku Ingin Bicara Mengenai Orang yang Anda Terima Saat Interview Tadi. Jawabnya.
"Memang nya Kenapa? Tanya Diya. "Nona, Perempuan Tadi Sebaiknya Jangan Diterima Bekerja disini, Dia Sepertinya Tidak Punya Keterampilan.
" Dia Hanya Lulusan S1, Itu Tidak Cukup Untuk Masuk ke Perusahaan Besar Seperti ini. Ucap Gisya.
Diya Hanya Diam Karena Dia Melihat Ada Sesuatu Dengan Perempuan Tadi Karena Penasaran Diya Menerimanya.
"Nona, Orang yang Bekerja di Perusahaan ini Rata rata Lulusan S2 Dan S3 Baru Bisa di terima, Tapi Dia Hanya Lulusan S1.
"Bukanlah Kau Juga Lulusan S1? Tanya Diya. "Kau Diterima Disini Melalui Nyonya Yun Kenapa Kau Mengatakan Bahwa Yang Bisa Bekerja disini Harus S2 Dan S3. Ucap Diya.
Gisya Tak Punya Jawaban Untuk Menjawab pertanyaan Diya Dia Menjadi Diam Dan Membisu." Maaf Nona Saya Telah Lancang, Saya Permisi. Gisya pun Pergi Dan Di Dalam Hatinya Merasa Sangat Kesal.
__ADS_1
Beberapa jam Kemudian Chan Datang Menemui Diya. "Hai, ya. Sapa Chan. Seperti biasa Chan Selalu Bersama Seon Jika Pergi ke Mana pun.
" Ada Apa Manggil Gue Kesini? Tanya Chan. "Katanya Loh Mau Cari Manager Pribadi. Ucap Diya..
" Iya, Soalnya Gue Ribet Kalo Ngurusin Tentang Jobs Dan Manager The MOON Taehee Kan Dia Selalu Sibuk Ngurusin yang lain. Jawabnya.
"Sebenernya Sih Gue Baru Merekrut Karyawan Baru Ada Beberapa orang yang Bisa Loh Pilih. Ucap Diya.
"Ada Berapa orang? Tanya Chan. "Ada Lima Orang Dua Cowok Dan tiga Cewek Kalo Mau Loh Bisa Datang Besok. Jawabnya.
Setelah Tiga puluh menit Bicara dengan Diya. Chan Pulang Bersama Seon ke Rumah nya Tapi Kali ini Seon Tidak Menginap di Rumah Chan Karena Dia Merasa tidak enak.
"Loey Kamu Udah Pulang. Ucap Dara Dengan Nada Centil. "Kau Mau Pergi ke luar? Tanya Chan. Dara Terlihat Sangat Bahagia Karena dia Pikir Chan Mengajak nya Untuk Jalan jalan keluar.
" Iya Aku Mau. Jawabnya. "Apa Maksudmu Loh, Gue Gak Ngajak Tapi Gue Cuma Nanya Aja Kayaknya Loh Mau Pergi ke Pesta. Ucap Chan
" Ihh, Aku itu Dandan Cantik Gini ya Buat Kamu lah, Aku Bukannya Mau ke pesta. Jawabnya.
__ADS_1
Chan Hanya Diam Dan kemudian dia pergi ke Kamarnya. Tapi Saat itu Dara Masuk Dan Langsung Menutup Pintu nya.
"Hey, Loh Apa Apaan, Keluar dari Kamar Gue. Ucap Chan. "Kamu Itu Gak Pernah Tau Gimana rasanya Jadi aku yang Selalu Diabaikan,kita itu Udah menikah Selama Delapan tahun, Tapi Aku Sama Sekali Tidak Pernah Menerima Sentuhan Dari Suami Sendiri. Ucap Dara
" Pergi Dari Kamar Gue. Ucap Chan Dengan Nada Kesal.
Dara Pun Tiba tiba Memeluk Chan. "Hey Loh Apaan sih Lepasin Gue. Ucap Chan. Tapi Dara Tidak Mau Juga Melepaskan Pelukan nya itu. Karena Merasa Kesal Chan Mendorong Dara.
" Berani BeraniNya Loh Peluk Peluk Gue. Ucap Chan. "Kenapa Kau Terus Menghindar Kenapa Loh Gak Bisa Lihat Besarnya Cinta Gue Sama Loh. Ucap Dara.
"Gue Gak Pernah Lihat Ada Cinta Dimata Loh, Yang Ada Cuma Haus Kekayaan.
" Sekarang Loh Akan Lihat Seberapa besar Cinta Gue. Ucap Dara.
Dengan Cepat Ia *** Bibir Chan.
"Lepasin, Jangan Pernah *** Gue Dengan Bibir Loh Yang Kotor itu. Ucap Chan. "Pergi Loh Dari Kamar Gue.
__ADS_1
Tapi Dara Dari tadi Tidak Pergi Juga. Akhirnya Chan Emosi Dan Melempar Vas Bunga Hingga Pecah " GUE BILANG PERGI. Sepertinya Chan Sangat Marah Saat itu. Dara Pun Akhirnya Pergi Dari Kamarnya Chan.
"Gue Gak Bisa Biarin Loh, Ngelakuin hal Ini Lagi Sama Gue, Karena Bentar lagi Loh Dan Gue Akan Bulan Madu Dan Loh Gak Bisa Nolak itu Apapun Alasannya Kali ini Loh Gak Akan bisa. Ucap Dara Dengan Pergi Menuju Kamarnya.