
"Bagaimana bisa Kau Mempunyai Manager pribadi tampa bicara denganku. Kata Yunhae
"Dan Kenapa Dia Bisa Tinggal Bersama Kalian? Bagaimana Klo Kau Terlibat Skandal? Tanya Yunhae.
"Aku Bisa Mengatur itu Semua Jangan Pedulikan Aku. Ujar Chan. Hyuna Hanya Diam Menyimak Obrolan Mereka.
"Nanti Sore Datang ke Kantor Mamih mau Ngomong. Ujar Yunhae Sembari Menaikan Tas nya.
Mereka pun pergi keluar. Hyuna Dari tadi Hanya Diam dan Sesekali Melihat Chan.
"Chan, Jika Ibumu tidak ingin Punya Manager pribadi, Sebaiknya Aku Berhenti aja. Ucapnya.
"Apa Maksudmu? Tanya Chan Dengan Membalikkan Badannya. "Tidak Seharusnya Aku Tinggal Disini. Kata Hyuna.
"Jadi Loh Mau Berhenti? Apa Loh Selemah Itu? Tanya Chan Agak Membentak. "Aku takut Orang lain Salah Menilai dan Kau Akan Terkena masalah. Ucapnya.
Chan Pergi ke Kamarnya Tampa Mengatakan Apapun. Hyuna hanya Tertunduk dan Menghela Napas.
"Aku ingin Keluar Sebentar, Akhir Akhir ini Kepalaku Sering Sakit. Gumamnya.
Setelah Yunhae Pergi Dari Drom, dia Pun Pergi ke Kantor Bersama Dara. Sampai Di ruangan Kerjaannya, Yunhae Mendorong Pintu Dengan Kesal.
__ADS_1
Melemparkan Tas nya Ke Sofa Dan Duduk di Kursi. "Akhir Akhir ini Anak itu Sulit untuk dikendalikan, Dia Sudah Berani Menentang ku. Gumamnya.
Sementara Dara Pergi ke Ruangan Kerja Ayahnya. Dara Menghentakan Pintu, Damar yang Sedang Duduk di Kursi Menatap Anak Perempuan nya itu.
"Ada Apa ini? Tanya Damar. Dara Duduk di Kursi Didepan Ayahnya Dengan Kesal.
"Ada Apa, Kenapa Kau terlihat Kesal? Tanya Damar.
"Apa Ayah tau? Tanya Dara Kesal. "Tau Apa? Mengenai Apa? Tanya Damar Keheranan. Dara Membuang Muka Dan Terus Saja Kesal.
"Ada Apa, Apa yang Membuatmu Kesal? Tanya Damar.
"Bisa Kau Ulang? Manager pribadi? Tanya Damar Heran. "Apa Ayah tidak tau Chan Punya Manager pribadi Dan Dia Seorang Perempuan. Ucap Dara.
Damar Berpikir Sesaat. "Apa ayah tidak bisa Melakukan Sesuatu? Tanya Dara.
Damar Terlihat Tersenyum Sembari Memikirkan hal yang dibicarakan oleh Anaknya.
Sementara itu Hyuna Sedang Berada di Apotek untuk Membeli Beberapa Obat. Saat Hyuna Sedang Memilih Obat. "Apa Pekerjaan mu Terlalu banyak Sampai Harus Minum obat Sakit kepala. Ucap Adam.
Hyuna Pun berbalik. "Sedang apa Disini? Tanya Hyuna." ya Beli obat lah. Jawabnya Sembari Melihat lihat Obat Di Rak.
__ADS_1
"Kau ini Aneh Sekali Selalu ada Di mana mana. Gumamnya Kemudian Pergi ke meja Kasir.
Setelah Selesai Dari apotek Hyuna Menunggu di Halte. Saat Sedang Menunggu HP nya Bergetar.
Pesan Masuk dari Chan.
"Sore ini datang ke Kantor, aku Ada Urusan disana.
Saat sedang membaca pesan dari Chan tiba tiba saja. "Hey Kau Sedang Menunggu Bis? Tanya Adam Setelah Membuka Jendela Mobil nya.
"Apa Aku Terlihat Sedang Menunggu Kereta di Halte? Tanya Hyuna.
"Mau Kemana?tanya Adam. "Ke Kantor. Jawabnya Sembari Melihat Kiri kanan.
"Ayok Naik Aku juga mau Kesana. Ujar Adam. "Gk usah Bisa Naik Bis. Hyuna Mengelak. "Naik Atau Mau Dipaksa nih? Ancam Adam.
Mau tidak mau Hyuna Pun Mengalah dan Masuk ke dalam mobil. Saat Sedang Di jalan Tiba tiba Adam Nge rem Mendadak Karena Ada Anak kecil Nyebrang.
Tidak Sengaja Laci mobil Terbuka. Dan Hyuna Melihat Beberapa Barang. Tampa basa basi Dia pun Langsung Mengambilnya.
"Lee Hyuna. Kata yang Di gumamkan nya Melihat Kalung dari Laci Mobil. Seketika Bayangan Masa lalu Terlintas Di pikiran nya.
__ADS_1