
Keesokan harinya. Di Rumah, Dara sedang Duduk Di Sofa Sembari Menikmati Secangkir Teh.
Tiba tiba. Seorang Pelayan Menghampiri nya. "Permisi Nyonya. Ucapnya Dengan Membungkuk. "Ada Apa? Tanya Dara Sembari Meminum Teh nya.
" Nyonya Yun Datang Kesini. Ucap Pelayan tersebut. "Baiklah Aku Akan Menemui nya. Ucapnya.
Dara Pun Menemui Yunhae yang Sedang Duduk Di Ruang tamu. "Hallo Mih.. Sapa Dara Menghampiri Yunhae Dengan Memeluknya dan Cipika Cipiki.
"Hallo Sayang. Ucap Yunhae dengan Membalas Pelukan Dara. Mereka pun Duduk Sembari Menikmati Secangkir Teh.
"Tumben Mamih Datang Kesini. Ucap Dara Kepada Yunhae Sembari Menaikkan Satu Kakinya.
"Iya Sayang, Mamih tuh Udah lama Gak Ketemu sama kamu, Kamu Juga Gak Pernah Datang ke rumah Atau Kantor. Ucap Yunhae.
"Ah Iya Mih Maaf banget Aku Gak Sempet, Aku Juga Ngurusin Butik. Ucap Dara."Chan Dimana? Tanya Yunhae Sembari Melihat Kanan kiri.
Wajahnya Dara Seketika Berubah Menjadi Kusut. Yunhae Melihat Wajah Kusut Dara Dan Menghela Napas panjang.
"Apa Dia Cuekin Kamu lagi? Tanya Yunhae. "Hem Iya Mih. Sahut Dara Dengan Menundukkan Kepalanya.
"Mamih Gk bisa Biarin Chan Cuekin Kamu Lagi, Ayok Ikut Mamih. Ujar Yunhae. Dara Menaikkan Alis nya.
Di Drom ***
__ADS_1
Semua orang Sedang Sarapan Kecuali Hyuna yang Sedang Di kamar Mengerjakan Pekerjaan nya.
Nayna Keluar dari Kamar nya dan Menghampiri Mereka Ke Meja makan. "Nayna Ayok Sarapan. Seru Bima.
Nayna Hanya tersenyum Kemudian Duduk di Sebelah Diya. Nayna Masih Kesal Dengan Kejadian Semalam.
"Seon Masakan Loh Emang Terbaik. Ucap Bima Dengan Mengacungkan Jempol. "Hey Apa Loh Baru Tau? Seon itu Memang Pinter Masak. Ucap Sandi.
"Itulah yang Membuatnya Di cari banyak Cewek. Chan Menambahkan. Semua orang tertawa. "Aku tidak Sehebat itu, Ini juga Di bantuin Diya. Ucap Seon.
"Brakkkk... Tiba tiba Nayna Menggeprak Meja. Semua orang pun terdiam. "Nayna Kenapa sih Ngagetin aja. Tanya Sandi.
"Aku Udah Selesai. Ucap Nayna Dengan Pergi Meninggalkan Meja makan. Semua orang Heran Kenapa Nayna Seperti itu.
"Mamih Kenapa Kesini? Tanya Chan Kepada Ibunya yang Sedang Berdiri Di Samping Dara.
"Mamih Mau Ngomong Sesuatu Sama Kamu. Ucapnya Dengan Melirik Ke Arah Seon Diya Sandi dan Bima Dengan Mengisyaratkan Mereka Supaya Pergi.
"Guys, Ada Hal yang tadi di Katakan Produser yang Harus Kita Diskusikan. Ucap Bima. Diya Seon dan Sandi pun Naik Ke Atas.
"Chan Kenapa Kamu tinggal disini? Tanya Yunhae. Chan Hanya Diam Dan Memasukkan Tangannya ke Saku.
"Jawab Mamih. Ujar Yunhae. "Ini kan Rumah Aku Peninggalan dari Papih ya terserah Aku dong. Jawabnya.
__ADS_1
"Tapi kenapa kau Tinggal bersama Teman teman mu itu Sedangkan Istrimu Menunggumu di rumah.
"Dari Awal Aku Memang Gak Suka sama Dara dan Mamih Selalu Ngatur hidup aku. Ucap Chan.
"Mamih Mau Nanti Malem Kamu pulang ke rumah. Ujar Yunhae. "Gak akan. Ucapnya Dengan Membalikkan badan.
"Kenapa Kamu Selalu Bersikap Seperti ini? Aku Kurang apa coba? Tanya Dara. "Aku Tidak pernah Berniat untuk Menikah denganmu, dalam Mimpi Pun tidak pernah. Ucap Chan.
"Kalo Kau Memang Gak Mau Pulang Ke Rumah, Apa Alasan Mamih Hidup, Nyonya Han Mulai Sekarang Jangan Pernah Ada Jadwal Makan siang Para Karyawan. Ujarnya Kepada Sekertaris.
Chan Membalikkan Badannya dan Menatap Yunhae. "Jangan Seperti itu Kepada Para Karyawan Hanya Karena Aku. Kata Chan.
"Untuk apa Mereka Diberi Kenyamanan Jika Menantu ku Saja tidak Mendapatkan nya.
Hyuna Keluar dari Kamar Hendak Mengambil Air Minum Dari Dapur. Yunhae dan Dara Memperhatikan nya.
"Siapa Wanita itu? Tanya Yunhae.
Hyuna Terdiam di Depan pintu Kamar.
"Dia Manager Ku. Kata Chan. "Manager? Ucap Yunhae Heran. "Bukannya Manager itu Taehee Kenapa ada Orang Lain? Tanya Yunhae.
"Dia Manager Pribadi ku. Ucap Chan. "Kau Punya Manager Pribadi dan tidak Memberi tahu Agensi? Tanya Yunhae.
__ADS_1
"Aku Sudah Membicarakan nya Dengan Diya dan dia Bekerja Hanya Untuk Membantu ku Dia Bukan Karyawan Resmi Agensi, aku Membayarnya Dengan Uang ku Sendiri. Kata Chan