
Matahari mulai terbit pagi hari telah menyapa excel masih tidur di atas ranjang nya.
beberapa kali bibi mengetuk pintu membangunkan excel untuk berangkat ke sekolah. tetapi tak ada jawaban
excel tidak memperdulikan ketukan bibi yang memanggil manggil nama nya.
jam dinding menunjukan pukul 07.30 excel bangun karena Rio menelepon.
Rio dan Dio sudah menunggu di luar rumah nya untuk berangkat kesekolah
Excel segera pergi ke kamar mandi
setelah selesai mandi dan memakai seragam excel bergegas pergi untuk mengambil motornya Karena dia terlambat
Excel dan dua temannya segera meninggalkan rumah
felicia sedang mengendarai motor di jalan raya dia terlambat berangkat kesekolah karena bangun nya kesiangan
tiba tiba 3 motor sport ngebut dari arah belakang menyelip motor felicia
"itu kan motor geng nya si cowok flizer, mereka terlambat juga rupa nya " ucap felicia
saat sampai di depan gerbang felicia melihat excel, Rio, Dio sedang berdiri di depan gerbang berteriak minta di bukain gerbang tapi tak ada yang menyahut karena gerbang sudah dikunci satpampun tidak kelihatan.
"kalian terlambat ? tanya felicia
mereka menoleh kebelakang Ternyata itu felicia dia ternyata terlambaat juga
"Menurut lo " ucap judes Excel
"Felicia kamu terlambat juga kenapa? tumben banget " tanya Rio
"Iya aku bangunnya kesiangan karena semalam aku nggak bisa tidur "jawab Felicia
"ya terus sekarang gimana ? Masa harus bolos sih " ujar Felicia
" ayo ikut gue ! Ajak Excel
"kemana ? tanya Felicia heran
"Ayo ikut saja " jawab Rio sambil menarik tangan Felicia yang membuat jantungnya nggak karuan
"tapi Motornya gimana ? Tanya Felicia
"udah biarin aja di sini "jawab Rio
Mereka berjalan menuju jalan samping sekolah yang bisa dilewati anak-anak yang suka bolos di saat jam pelajaran
Sampainya di jalan samping sekolah mereka berhenti
Rio melepaskan tangan Felicia
"kenapa berhenti? tanya Felicia bingung
"kita harus manjat tembok ini dan melompat " ucap Excel
"kita akan memanjat tembok ini maksudnya ? tanya Felicia
Mereka mengangguk sebagai jawaban
"gila kalian , Gue nggak bisa manjat, mana tinggi banget lagi " ujar Felicia
__ADS_1
"lo Cerewet banget sih jadi cewek udah ikutin saja kata gue " ucap Excel
Felicia was-was melihat sekeliling takut kalau ada yang melihat mereka
Rio mulai berjongkok di depan Felicia
"Ayo naik " perintah Rio
"hah? Maksud lo " tanya Felicia bingung
"Ayo cepetan naik ke bahu Rio, banyak omong banget sih " sahut Excel
"Ih gak mau gue, entar Kalian semua pada Ngintip lagi " jawab Felicia
Excel geregetan dengan Felicia
"cepet ngebantah mulu loh Dari tadi Ya udah kalau nggak mau kita akan pergi dari sini " ucap Excel
Excel dan Dio sudah ancang-ancang menggapai tembok pembatas itu
"eh jangan tinggalin gue dong Iya gue naik " ujar Felicia
"Ya udah lo pada naik duluan , biar gue urus sicewek cerewet ini " perintah Excel kepada Dio dan Rio
Mereka mengangguk lalu menggapai tembok pembatas itu sekarang tinggallah Excel dan Felicia
Excel berjongkok di depan Felicia
"beneran nih gue nginjak bahu lo gak apa apa " tanya Felicia ragu
"Iya buruan !! Cerewet banget pegal nih kaki gue " jawab Excel
"iya Cepetan !!! jawab excel
kemudian excel menutup mata nya
Felicia segera naik ke bahu Excel
setelah berhasil naik mereka menunggu giliran excel naik ke atas
excel dengan satu kali lompatan tangan Excel berhasil meraih ujung tembok dengan mudah
"sekarang ayo lompat " perintah Excel
"ini tinggi banget gue takut " Felicia melingkarkan tangannya ke tangan Rio tangan Felicia berkeringat
"kirain pemberani ternyata cupu " ujar Excel membuat Felicia memicingkan matanya melihat excel
"Lu ngatain gue? " bentak Felicia marah
"udah jangan ribut sekarang kita turun Emang kalian mau nangkring di sini sampai besok " ujar Dio
"Ya udah Felicia kita lompat " ajak Rio memegang tangan Felicia
Excel memandang tangan mereka yang sedang berpegangan dia merasa ada sesuatu di dalam hatinya
"kayaknya nih cewek emang takut ketinggian deh padahal ini tembok gak tinggi-tinggi amat cuma 2 meter doang tapi ekspresinya udah kaya mau lompat gedung aja " ujar Dio
"Ya udah kita lompat barengan satu dua tiga " ucap Rio lalu mereka melompat
"bruggggh"
__ADS_1
Mereka telah sampai di balik tembok sekarang mereka sudah berada dalam area sekolah
"huh akhirnya masuk juga " ujar Felicia lega
" kita sudah sangat sangat terlambat " ucap Excel setelah melihat jam di tangannya
"udah ayo " jawab Felicia
Saat mereka baru saja keluar dari persembunyian mereka berjalan menuju ruang kelasnya mereka dikagetkan dengan suara yang tak asing mereka dengar
" Heh kalian !!!! Mau ke mana ??? Teriak dari belakang
mereka menoleh ke belakang betapa kagetnya mereka karena yang berhadapan dengan mereka saat ini adalah bapak Sandi guru yang paling galak di sekolah ini dan tidak memandang siapa muridnya walaupun itu Excel meskipun dia adalah anak dari yang mempunyai sekolah ini tapi guru yang satu ini tak segan-segan memberikan hukuman jika siswa nya ada yang melanggar peraturan sekolah
"Pak Sandi ? Ucap Rio
"ngapain kalian di sini mau bolos ya " jawab Pak Sandi
"enggak pak kita telat jadi kita... Sahut Felicia gantung karena takut
"Jadi kalian telat? terus manjat tembok pembatas?? tanyanya lebih galak
Felicia Rio dan Dio tidak menjawab menunduk karena emang salah tapi tidak dengan excel dia tetap dengan posisinya berdiri tegak dan menatap Pak Sandi yang sedang marah
"Terus sekarang kita harus ngapain Pak ? Tanya Excel tidak takut
"kamu ya !!! Jangan mentang-mentang papa kamu yang mempunyai sekolahan ini jangan harap saya harus ngebebasin kamu begitu saja" bentak Pak Sandi
"sekarang kalian berdiri di lapangan menghormat ke bendera sampai jam istirahat cepaaattt !!! Perintah Pak Sandi tegas
"Serius pak ini panas banget loh pak " sahut Felicia
"gak ada protes ! Atau Kalian mau Bapak tambah hukuman nya yang lebih dari ini " ucap Pak Sandi
"gak.. pak nggak... ayo kita ke lapangan sekarang " ucap Dio menarik tangan Excel kemudian diiringi Rio menarik tangan Felicia berlari ke lapangan
Mereka meletakkan tasnya di lantai lapangan dan menjalankan hukuman yang diberikan Pak Sandi
"jangan ada yang bubar sebelum jam istirahat berbunyi " teriak Pak Sandi
"itu orang gak capek apa ngomong mulu dari tadi " ucap Excel kesal
"udah jangan ngebantah Gue gak mau hukumannya ditambah " jawab Dio
"semua ini gara-gara lo " ucap Felicia kesal kepada Excel
" lah kok gara-gara gue ? Jawab Excel
"ulah lo pakai manjat tembok pembatas segala terus ketahuan deh sampai dihukum kayak gini " ujar Felicia kesal
"lo nya aja yang ribet takutlah, tinggilah ,kelamaan lompat Jadi ketahuan kan ? jawab Excel tak mau kalah
"Coba aja tadi ninggalin kamu yang ribet pasti nggak bakal ketahuan sama Pak Sandi " ujar Excel lagi
"Oh jadi lo gak ikhlas bantuin gue " jawab Felicia yang sudah kepancing emosi
"tadinya si ikhlas sekarang jadi nyesel" ucap Excel
"udah udah jangan ribut ,Berisik!!! kenapa jadi saling menyalahkan gini udah diam , tuh lihat pak sandi sedang memperhatikan kita udah kita jalani aja hukuman yang diberikan Pak Sandi ,ya emang kita salah " ujar Rio
"Hai kalian hormat yang benar !!!! Teriak pak sandi kepada mereka di ujung lapangan
__ADS_1