
dan tiba-tiba saja ada suara tamparan yang keras dan suara teriak membuatku kaget dan segera membuka mataku
PLAAAAK....
" apa yang kalian lakukan berani membully di sekolah ini?
dan Yang kulihat itu adalah Dio yang sudah berada di depan pintu toilet cewek
" lepasin Felicia apa yang kalian lakukan padanya" tanya Dio pada Mira dan kedua temannya
dan Mira terkejut Bagaimana mungkin Dio tiba-tiba muncul di sini
" Di..oo... Ke..ke...na..pa ka..mu.. Bi..sa.. Ada di sini? tanya Dewi terkejut
" lo nggak perlu tahu lepasin dia sekarang juga" teriak Dio
" Felicia...!!!! lepasin Felicia Mira" ucap Nindy yang baru saja datang berada di belakang Dio
kemudian Rio datang dia terkejut melihat Apa yang dia lihat di hadapannya saat ini dia juga melihat Dewi sedang memegang gunting
" apa yang kalian lakukan Dewi apa yang kamu sudah perbuat sama Felicia" tanya Rio
" dio gue tunangan lo dan lo bukannya belain gue malah belain nih cewek pelacur" jawab Dewi
" eh bilang dia pelacur Nggak sadar diri , lo sendiri itu pelacur meminta Dio menjadi tunangan lo ke orang tua Dio, Jadi wajar aja kalau Dio nggak suka sama lo, gue yakin pertunangan lo pasti batal apalagi ngelihat lo seperti ini gue yakin orang tua Dio pasti nolak calon menantu nya psikopat " ucap Rio kepada Dewi
" diem loh Rio gue nggak ngomong sama lo , Dio Dengerin dulu gue , gue sayang sama lo gue lakuin ini karena gue nggak suka lo deketin dia lo hanya milik gue" ucap Dewi
" Dio lo mau sama orang gila seperti ini" tanya Rio kepada Dio
" Diam lo Rio " jawab Dewi makin marah mendengar perkataan Rio
" kurang ajar lo kalian semua sudah membully teman gue beraninya keroyokan sini lo satu persatu lawan gue" ancam Nindy kepada mereka
" Jangan coba-coba deket deket atau gue pukul nih muka cewek ini" ucap Mira marah
" lepasin dia Mira" teriak Dio
" enggak , akan gue buat cewek ini Jera dan biar kalian nggak suka lagi sama dia terus, terutama lo Dio " ucap Dewi
Aaaakhhhh
__ADS_1
teriak Felicia merasakan sakit di kepala karena ditarik oleh Mira
" Mira gue bilang lepasin" teriak Dio yang sudah sangat marah
lalu tiba-tiba Rio yang baru saja datang menarik tangan Mira dan menampar pipi Dewi dan Mira
Plaaakkk...
Felicia merasa pandangannya buram setelah itu sayup-sayup mendengar suara Rio Dio dan Nindy Memanggil nama Felicia dan akhirnya pandangan Felicia pun gelap.
(POV EXCEL)
setelah Felicia pergi meninggalkan kantin aku sepertinya Sangat bersalah padanya aku akan meminta maaf padanya
di saat aku masih memikirkan Bagaimana caraku meminta maaf ku dengar ada siswa berteriak sambil berlari menghampiriku
"ex..cel... Excel.. salah satu siswa memanggil
Excel langsung melihat ke arah Di mana orang yang memanggilnya
"excel..excel.. Itu " kata siswa yang masih ngos-ngosan baru saja berlari
" Ada apa dan kenapa lo teriak sambil lari-lari gitu tanya Excel kepada siswa yang menghampirinya
aku mendengar perkataan siswa itu terkejut dan refleks langsung berdiri berlari ke arah toilet cewek
dan begitu sampai di tempat tujuan Tanpa aba-aba lagi aku masuk ke dalam toilet cewek begitu masuk gue lihat ketiga cewek itu berada di atas tubuh Felicia pemandangan yang gue lihat begitu miris rambut Felicia yang sebelumnya panjang sudah tergunting setengahnya menjadi sebahu baju sekolah yang dia kenakan sudah digunting juga dan membuatnya hampir telanjang dan lebih parahnya lagi tunangan Dio sedang memegangi gunting melukai Felicia
kurang ajar sudah menggunting rambut dan bajunya Kini dia mau melukai wajahnya juga , benar-benar psikopat nih cewek batinku
kulihat Dio yang sedang marah-marah kepada mereka dia berteriak lalu menampar kekasihnya itu
Mira yang terkejut dengan kedatangan aku langsung tergugup dan tergagap melihatku
dia marah karena Excel tak mau dekat dengannya tapi malah mau berteman dengan Felicia.
aku segera mendorong cewek psikopat itu lalu mendekati Felicia kami memanggil namanya tapi ternyata dia sudah pingsan, kulihat ada luka di tangannya aku membuka bajuku dan membalut tangan Felicia Setelah itu aku langsung menggendongnya dan membawanya ke rumah sakit sebelum pergi aku menatap ke arah Mira dan Dewi
" Dio kalau ada apa-apa sama Felicia tunangan loh itu gue habisin" ucapku marah
" kalau sampai terjadi sesuatu kepada Felicia gue akan membuat perhitungan sama lu bertiga" ancam Excel kepada mereka
__ADS_1
" Rio bantuin gue Cepet lo siapin mobil bantu gue bawa Felicia ke rumah sakit cepetan dia banyak ngeluarin darah" perintahku pada Rio
dan kami pun langsung berlari menuju parkiran untuk segera membawa Felicia ke rumah sakit segera
saat di parkiran aku melihat Rio mengambil mobilnya dan segera membukakan pintu mobilnya aku pun langsung masuk ke dalam mobil dan saat Rio akan menutup mobilnya tiba-tiba ada Dio angela Nindy yang ikut masuk
" ngapain lo pada masuk" Tanyaku pada mereka
" mau ikut lo lah udah jangan banyak tanya-tanya cepetan kita berangkat tuh lihat baju lo udah banyak darahnya dan lihat noh muka Felicia udah kayak mayat hidup" ucap Dio
lalu tiba-tiba Rio memberikan baju sekolahnya" nih untuk tutupin tubuh Felicia tuh lihat dia udah hampir telanjang " ujar Rio
dan memang benar baju Felicia rupanya sudah robek parah dan kulihat pakaian dalamnya terlihat semua aku pun mendelik pada mereka berdua " lihat apa lo berdua palingin tatapan lo dari Felicia" ucapku kepada kedua temanku
kemudian angela menutup tubuh Felicia dengan baju Rio lalu angela berkata
" udah cepetan Rio, gue takut adikku kehabisan darah" perintah angela yang sedang panik
mobil pun melaju membawa kami menuju Rumah Sakit dengan keahlian Rio membawa mobil tak sampai setengah jam Kami sampai di rumah sakit dan Felicia pun segera ditangani oleh dokter dan dibawa ke ruangan ICU saat Kami berlima menunggu Felicia dokter keluar dan memanggil kami
" Permisi apakah kalian keluarga pasien? Tanya Dokter pada kami
angela mendengarkan dokter dan langsung mendekati dokter tersebut
" saya kakaknya dokter ada apa? tanya Angela kepada dokter
" sepertinya anak itu mengalami syok kami membutuhkan donor darah Segera , Karena pasien banyak kehilangan darah dan kebetulan sekarang stok darah yang pasien miliki saat ini sedang kosong Jadi kami membutuhkan keluarga pasien" jawab dokter
lalu Angela berkata " dokter saya kakaknya ambil saja Darah saya
" Baiklah silakan ikut suster ini untuk mengambil darah anda" jawab dokter
Angela langsung mengikuti suster untuk mendonorkan darah untuk Felicia
setelah selesai Angela pun keluar ruangan dan menuju tempat di mana tadi Felicia dirawat
saat sampai di ruangan Felicia terkejut melihat ibu dan Bibi Surti sudah berada di ruangan Felicia Kukira Ibu tidak peduli dengan Felicia ternyata ibu juga peduli dengannya,
" ibu dan Bu Surti Kenapa ada di sini, kalian tahu dari siapa bahwa Felicia saat ini sedang berada di rumah sakit" tanya angela
" tadi ibu ditelepon oleh Kepala Sekolah bahwa Felicia dilarikan ke rumah sakit dan bagaimana keadaan Felicia Kenapa ini bisa terjadi? tanya ibu kepada Angela
__ADS_1
" biar saya yang akan menjelaskan apa yang terjadi kepada felicia " ucap Dio
Tanpa panjang lebar Dio pun menceritakan kejadian pada keluarga Felicia tanpa terkecuali