
Felicia berkata " gue nggak pernah cari masalah sama lo tapi kenapa lu cari masalah sama gue" ucap Felicia marah
" Lo pengen tahu letak masalahnya di mana sini gue kasih tahu, Lu ngapain deket-deket sama cowok gue" jawab mira
" cowok yang mana ya? maaf gue nggak ngerti maksud lo " tanya felicia
" jangan pura-pura bego lo, lo berani-beraninya deketin cowok gue cowok gue namanya Excel" jawab Mira
rupanya cewek Excel, batin Felicia lalu Felicia berkata
" gue nggak deketin cowok lu, cowok lu aja yang selalu ganggu gue"
" teman-teman pegang dia" perintah mira kepada kedua temannya
lalu kedua temannya memegang tangan Felicia tanpa aba-aba tiba-tiba saja Mira menampar pipi kanan dan kiri Felicia
Felicia hanya memejamkan matanya, lalu tiba-tiba dia mendengar suara teriakan
" apa yang kalian lakukan"
ternyata itu adalah Rio yang berteriak dan langsung menghampiri Felicia
" lepaskan Felicia apa yang kalian lakukan " perintah Rio kepada Mira dan dua temannya
" kalau Enggak emang kenapa? tanya Mira
" kalau nggak kalian akan merasakan apa yang dirasakan Felicia saat ini" jawab Rio
tiba-tiba saja Dio datang menimpali omongan Rio
Mendengar siapa yang bersuara Mira dan dua temannya langsung melepaskan cekalan tangannya
Mira melihat yang datang ke kantin bukan hanya Dio tapi Excel juga ada di kantin ini, mengikuti dari belakang Dio
Mira perlahan mundur dan juga kedua temannya
sedangkan Rio langsung mengecek kondisi Felicia
" Feli kamu nggak apa-apa kan? tanya Rio
" gue nggak apa-apa" jawab Felicia
__ADS_1
Felicia menuju ke arah Excel setelah mendekati mereka
" Ternyata anda pengecut ya menyuruh kekasih Anda ini untuk melukai saya karena balas dendam Saya pernah ngerjain anda sungguh Anda kekanak-kanakan" ucap Felicia langsung pergi dari hadapan mereka
" Jelaskan apa maksudnya ini Mira dan Siapa kekasih gue? Tanya excel dengan suara dingin
Mira pun gugup mendapat tatapan tajam dari Excel
"i...itu eumm... A..ku hanya membantumu memberi pelajaran pada anak sok cantik dia sudah ngerjain dirimu makanya aku melabraknya" jawab Mira gugup
" dan lo mengaku jadi kekasih gue gitu Sejak kapan kita jadian dan Sejak kapan lo mencampuri urusan gue? tanya Excel mencengkram dagu Mira dengan kuat
"ma...maa...aafff... Excel bukan maksud gue begitu gue hanya mau membantu elo" jawab Mira kaget karena tiba-tiba saja dagunya dicengkram dengan kuat
" sekali lagi Gue denger lu nyakitin dia demi gue maka siap-siap saja lo juga akan merasakan apa yang dia rasakan camkan itu" ucap Excel langsung menghempas mira dan berlalu pergi dari kantin itu
" Excel.... Gue suka sama lo dan gue nggak akan biarkan cewek lain deket sama lo Kecuali gue? kata Mira dengan berteriak memanggil Excel
tapi Excel tak perduli dan langsung saja berjalan tanpa melihat ke arah Mira
"akh.... sialan Tuh cewek awas aja ya Tunggu pembalasan gue " teriak Mira marah
( sementara di dalam kelas)
di saat tengah melamun aku dikejutkan dengan kedatangan Nindy yang tiba-tiba duduk di sampingku saat ini
" fel tadi aku balik lagi ke meja tapi kenapa kamu nggak ada di meja dan tadi aku juga mendengar seperti ada keributan di sana" tanya nindiy
lalu Felicia menceritakan kejadian yang barusan terjadi kepada Nindy
" Hah Mira itu kekasihnya Excel, Masa sih Setahu aku Excel gak punya satupun kekasih deh di sekolahan ini " ucap heran Nindy
"ntah lah , semenjak gue kenal dengan tuh orang gue jadi banyak yang bully" ucap Felicia kepada Nindy
" gue ke toilet dulu ya" ujar Felicia
"oke " jawab singkat nindy
lalu Felicia pergi ke toilet
saat tiba di toilet aku segera masuk ke dalam tiba-tiba Mira dan dua temennya masuk ke dalam toilet juga dan aku dihadang oleh tiga Siswi itu
__ADS_1
" ini adalah wanita sok cantik dan sok pintar di sekolahan ini dari mana sih mereka lihat loh mending cantikan gua kemana-mana" ucap Mira yang ada di hadapanku
" Maaf saya tidak mengenal kalian sebaiknya minggir" jawabku Ketus
" lo berani sama kita? tanya siswi yang berada di kiriku
" gue nggak takut sama kalian" jawabku santai
" wah wah dia berani sama kita" ucap siswi yang di kananku
" Permisi saya mau lewat? jawabku lalu segera pergi dari hadapan mereka bertiga
tapi baru saja beberapa langkah Rambutku sudah ditarik oleh seseorang dan membuat langkahku terhenti
" Hai Dasar anak pembantu kurang ajar loh berani ngelawan kita, lo mau tahu siapa gue, Gue ini adalah kekasihnya Dio gue ini tunangannya dia" ucap kesal Dewi kepadaku
" pegangin dia pegang kaki tangannya waktunya memberi pelajaran pada si anak pembantu ini agar nggak berani mengambil milik orang lain" ucap Mira kepada kedua temannya
teman-temannya Mira langsung beraksi mereka tiba-tiba menjatuhkan ku ke lantai yang satu menindih kakiku agar tak bergerak dan yang satu memegang tanganku dengan kuat bahkan Mira menduduki tubuhku karena tak bisa melawan akupun berteriak kepada mereka
" Kenapa ketiga pangeran di sekolah ini pada kagum sama lo dan pada membela lo apa jangan-jangan lo sudah memberikan sesuatu pada mereka , sehingga ketiga Pangeran di sekolah ini care sama lo , Mungkin lo sudah memberikan tubuh lo ini kepada mereka dasar cewek a*j*n*g " ucap Mira kepadaku lalu salah satu temannya memberi gunting kepadanya
Aku kaget buat apa gunting yang berada di tangannya apakah untuk Membunuhku
" Lepasin Gue kalau nggak gue teriak" ancam ku pada mereka
" Teriak aja gue nggak peduli gue akan buat lo jelek a*j*n*g " ucap Dewi
lalu Mira memulai memotong rambutku yang panjang
" hentikan , brengsek lo, lo mainnya keroyokan Awas jangan sentuh rambut gue! teriakku sambil berontak ingin lepas dari Mira
" Hahaha Jangan sentuh rambut lo, Sudah Terlambat" jawabnya sambil senyum menyeringai
Dan Dia memotong sebagian Rambutku yang panjang menjadi sebahu Aku berusaha berontak tapi Mira malah makin marah lalu dia menamparku karena dari tadi aku tidak bisa diam
PLAAAAKKKKK.....
pipiku terasa panas dan tamparannya sangat kuat aku merasa sedikit pusing dan bukan cuma itu saja dia juga menggunting baju dan rok sekolah yang ku gunakan hingga hampir telanjang
" rasain gue akan membuat lo Malu di sini dan akan gue buat Jera lo, agar lo itu sadar lo itu siapa cuma orang miskin anak dari pembantu di sini jadi jangan belagu ingin jadi orang kaya dan menjadi wanita sok cantik dengan merebut pacarnya Mira" kata Dewi dengan marah dan melanjutkan ingin memotong rambutku yang sudah pendek sebelah
__ADS_1
aku tak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa bergerak jadi aku hanya bisa menutup mataku dan pasrah saja