Im'S Life Journey

Im'S Life Journey
Part-6


__ADS_3

Author POV


Entah bagaimana Greim berada di rumahnya, bangunnya, tahu-tahu sudah berada di kasur king zizenya


Sakit yang di rasakan pada kepalanya tak juga meredah. Kembali pandangannya di arahkan pada pintu yang di buka tanpa di ketuk terlebih dahulu. Dari ambang pintu Kimberly berjalan dengan nampan makanan yang ia bawah.


"Lo bisa-bisanya ya, senekat itu!" sardiknya seraya meletakkan nampan berisi makanan di atas nakas, "Gak, kabarin gue lagi." lanjutnya.


"Lo bisa diam nggak sih, kim?" tanya Greim, ia benar-benar tak punya kekuatan untuk berdebat dengan Kimberly.


"Gue nggak bisa diam sebelum lo jelasin, apa yang ada di otak lo itu. Bisa-bisanya lo mabok-mabokkan di sini, kalau ketahuan nyokap lo gimana?—oh god, semalam lo ke club mana?" tanya Kimbrly, kali ini ia benar-benar pusing, pasalnya Greim berlulah tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi.


"Gak tau, gue lupa." ujar Greim lirih.


"Udah gila ya, lo?" pekiknya tertahan.


"Ibu tau keadaan gue?" tanya Greim seraya memijit jidatnya pelan.


Kimberly menggeleng, "Gue yang nemuin lo tepar di teras pagi tadi. Lo istirahat, trus ingat baik-baik nama club yang datangin semalam, sebelum kita balik ke new york gue nggak mau masalah ini sampai ke cuim pablik. Ngeti 'kan? repotasi lo bisa hancur, dan lagi, gue nggak mau kehilangan pekerjaan gue." ujar Kimberly, seraya berlalu dari kamar Greim.


Greim's POV

__ADS_1


Setelah mengingat-ngingat, club mana yang ku singgahi semalam, akhirnya Kimberly segera meluncur ke sana, berniat membungkam pemilik club dengan uang dan menghapus rekaman cctv yang menampakkan diriku di dalam sana.


Tapi satu yang menjadi beban pikiran ku sekarang. Bukan tidak percaya Kimberly dapat mengatasi masalah ini, tidak. Bukan itu. Kimberly selalu bisa di percaya dalam mengatasi kekacaun semacam ini. Tapi sosok pria yang kemarin ku teriaki? yang sempat ku ajak ONS— gila,


Ketololan macam apa yang ku perbuat semalam?


Mengajak bercinta seorang yang tidak ku kenal, terlebih sudah memiliki keluarga, mungkin?


Oke, tenangkan dirimu Greim, semalam kau mabuk berat, perkataan dan tindakkan konyol hal yang wajar di lakukan seorang yang dalam keadaan pengaruh alkohol. Tapi, bagaimana jika ia sempat mengambil vidio ku, lalu menyebarkannya ke media.


Calm down, oke?


"Tap,—Ah, go*lok banget sih, gue."


"Gue harus cari kemana coba? nggak mungkin 'kan, gue ke club itu lagi. Cari mati yang ada." ujarku bermonolog.


Terpaan, angin malam menusuk kulitku, dan aku menikmati itu, sejenak melupakan beban pikiranku.


Pemandangan kota dari tempatku berdiri, dapat ku lihat jelas. Sebelum sesuatu yang terjatuh mengenai dinginnya lantai rooftop membuatku berpaling.


Rupanya, tidak hanya aku penghuni di sini, melaikan ada sosok pria yang sedang bersandar pada pembatas, setelah menjatuhkan botol wine-nya.

__ADS_1


"Sok, silahkan terjun dari sini, saya nggak akan terganggu. Mencoba untuk pura-pura tidak lihat." ujarku. Di luar dugaan ku, pria itu membalikan badannya 180°, "Siapa yang ingin bunuh diri? sok tahu." ucapnya ketus bersamaan dengan sudut bibirnya yang terangkat, sebelum kembali menatap sinis ke arahku.


Dan demi apapun. Wajah itu, aku ingat jelas. Wajah pria yang menjadi bebam pikiran ku beberapa jam yang lalu.


Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, aku berjalan menghampirinya.


"Om yan—"


"Kamu anak SMA yang muntah di jas saya 'kan?" ujarnya melangkah ke arahku.


Tanpa sadar mataku membulat sempurna, di tambah pria yang ku klaim pak tua, itu semakin merapatkan tubuhnya ke arahku. Memutar tubuhku hingga menabrang pembatas rooftop.


"Tawaran kamu malam itu, masih berlaku?" ucapnya bertanya. Hangat nafasnya menyetuh tengkung hingga telingaku, berbisik pelan di sana, sial. Rasanya saat ini, jantungku ingin terlepas dari tempatnya.


Ku pejamkan mata ku erat, kala benda kenyal itu menyapa indra pencecatku. Alkohol. Pak tua ini dalam keadaan mabuk!


Dan sialnya, ciumannya itu malah membuatku mabuk, terlena. Hingga tanpa sadar ku kalungkan tanganku pada punggung lehernya.



to be continued.

__ADS_1


__ADS_2