
"Ade, Alhamdulillah Ya Allah, Ade udah bangun" Ucap Mieta terkejut melihat Ade.
"Emangnya aku kenapa Kak?"
"Gak apa-apa, cuma kamu tidurnya lama aja, jadi bikin kita-kita disini khawatir"
"Oh gitu, kirain ada apa. Aku juga gatau, rasanya lemes banget, jadi maunya tidur aja. Buka mata juga pengennya tidur lagi - tidur lagi"
"Yauda nanti kalau gak kuat sholat Subuh berdiri, gak apa-apa rebahan aja. Tayamum"
"Iya Kak. Cuma rasanya mulut aku pada pahit, pengen gosok gigi"
"Kuat nggak bangunnya?"
"Kalau nggak kuat, udah nanti aja gosok giginya kalau kuat bangun. Rencananya hari ini, aku dibantu Ibu Susi, mau bawa kamu ke klinik terdekat biar kamu bisa dirawat dulu disana. Kan dari kemarin perut kamu kosong, takutnya nanti sakitnya tambah parah. Seenggaknya diinfus biar segeran"
"Yauda deh kalau begitu"
Pagi-pagi di kamar sebelah...
"Ciiee rajin amat ngapalin pagi-pagi. Subuh juga belum berkumandang, mandi juga belum, udah belajar aja" Kata Melati kepada Mira.
"Iya lah, hari ini kan aku ada hapalan. Mana belum ngapalin lagi gara-gara kejadian semalam. Bantuin dong Mel"
"Yauda tinggal dibaca terus diingat-ingat. Kamu hitung aja ada berapa yang perlu dihapal, terus kamu sebutin satu-satu sama terjemahannya pake jari. Gak apa-apa ngacak juga, yang penting kan totalnya sama"
"Iya juga ya. Aku gak kepikiran kesitu"
Gelap sudah berganti terang, udara di Kampung Bahasa sangat sejuk sekali di pagi hari. Waktu menunjukkan pukul 06:00 pagi, Mieta pun menggowes sepedanya menuju Warteg langganannya sambil bergumam dalam hati.
"I want to eat Sayur Rebung-Tahu this morning. I should be able to speak English, so I have to practice every day"
(Aku mau makan Sayur Rebung Tahu pagi ini. Aku harus bisa berbicara bahasa Inggris, jadi aku harus mempraktikkannya setiap hari)
"I have been in Kampung Bahasa for 1 month, Hope I can get a job here to improve my English speaking skill"
*** Di Warteg Berkah
"Eh Mieta, Lo sarapan disini juga?"
"Iya, gw biasanya sarapan disini Koh"
"Tapi kok gw gak pernah liat Lo ya"
"Ya mungkin beda waktunya"
"Bisa jadi. BTW, mau sarapan bareng gw ngga?"
"Mmm... emangnya gak ada yang marah Koh?"
"Yang ada harusnya gw yang nanya begitu sama lo. Kalau gw sih mana punya pacar disini"
"Hahaha disini nggak ada, di JKT banyak"
"Hahaha bisa aja lu. Ngobrolnya sambil makan disana aja Miet!"
"Cari yang bersih tempatnya. Gw jijik-an soalnya"
"Yauda deh cari sambil jalan"
"Yak, Napa tempatnya dipojok, gak ada tempat lain apa?"
"Udah disini aja, tadi katanya mau yang bersih. Yang ini yang paling bersih tempatnya. Enak juga kan ngobrolnya gak terlalu banyak orang. Kalau sambil duduk kan enak ngobrolnya. Lanjutin yang tadi ya. Gw itu bukan tipe cowok Playboy, Miet. Emang keliatannya gw tipe cowok Playboy di mata Lo?"
"Ya... cuma nebak-nebak doang. Asbun (Asal Bunyi)"
__ADS_1
"Haha Buat gw, cewek tuh cuma bikin pusing aja. Makanya gw pergi kesini. Daripada mikirin cewek, mending gw fokus belajar aja"
"Hah, maksudnya pergi kesini?"
"Jadi tuh setelah gw putus sama cewek gw, gw langsung cari tiket buat ke Kampung Bahasa. Emang dari dulu pengen kesini sih, tapi belum sempet aja"
"Emangnya Lo gak kerja?"
"Gw udah resign"
"Kenapa resign?"
"Kepo lu?"
"Nggak sih, cuma biar ada obrolan aja"
"Dari tadi Lo mulu yang nanya dan gw mulu yang cerita, sekarang gantian dong Miet, gw yang nanya dan Lo yang cerita"
"Hahaha cerita apa'an?"
"Tentang elo lah yang lebih detail"
"Ini ceritanya ngajak sarapan bareng atau PDKT?" Tanya Mieta kepada Nikko.
"Hahaha dua-duanya juga boleh"
"Canda lu ya Koh!" Kata Mieta.
"Serius juga gak apa-apa" Jawab Nikko.
"Yaelah, baru sekali sarapan bareng aja udah agressive banget, gimana kalau..."
"Gimana kalau apa Ta?"
"Nggak deh. Udah makan aja, I am starving" Kata Mieta
"What does that mean?" Tanya Mieta.
"Douzo itu bahasa Jepang, artinya silahkan"
"Where do you learn Japanese language?"
"Nosy ya..."
"Apa itu Nosy? Bahasa Jepang juga?"
"Nope. It is English language. Nosy artinya Kepo"
"Oh, I see..."
Setelah mereka berdua selesai makan, mereka berangkat ke tempat kursus. Namun di tengah perjalanan menuju ke tempat kursus, tiba-tiba...
"Aduh aduh, kenapa nih sepeda gw"
"Kenapa Miet? Ya ampun rok lu masuk ke jari-jari sepeda Miet. Berhenti dulu Miet"
"Aduh gw jadi malu"
"Lagian Lo pake rok kelebaran. Pake celana aja sih. Ngeri kalau gak sadar kelilit. Untung gw liat"
"Tadi pas otw ke Warteg gak kenapa-kenapa. Gimana ini lepasin roknya?" Tanya Mieta kepada Nikko.
"Kayaknya harus digunting dulu deh biar gampang"
"Nanti gimana dong gw ke tempat kursus?"
__ADS_1
"Sini gw bantu! Eh tapi gw gak bawa gunting. Dirobekin sedikit gak apa-apa ya Miet?"
"Yauda deh"
"Eh itu ada yang jualan baju. Baru buka tuh kayaknya. Coba kita liat kesitu, siapa tau jual celana panjang juga"
"Tapi gw gak bawa duit"
"Yauda pake duit gw dulu aja. Sepedanya jangan Lo naikin dulu. Dituntun aja sepedanya. Tenang aja gw temenin kok"
"Eh gak usah. Lo naik sepeda aja. Tunggu gw disana"
"Udah gak apa-apa, ayo!"
*** Di Tempat Kursus Ichigo
"Mieta kemana ya, biasanya jam segini udah datang" Kata Sakina kepada Giska sembari duduk di teras depan kelas mereka.
"Tuh dia tuh baru datang. Eh kok dia bareng sama si Nikko sih" Giska keheranan.
Sakina memanggil Mieta sambil melambaikan tangan "Mietaaaaaa".
Mieta pun menghampiri Sakina dan Giska bersama Nikko. Namun Nikko langsung masuk ke dalam kelas dan duduk sembari bermain HP dan menggunakan headset.
"Hai Hai, Good Morning guys! Tumben udah disini. Have you guys had a breakfast?" Tanya Mieta kepada temannya.
"Udah dong. Gw tadi janjian sarapan bareng sama Giska"
"Lo kok datang bareng si Nikko sih? Janjian sama dia? atau jangan-jangan Lo sarapan berdua ya? ciieee" Tanya Giska.
Sebelum menjawab pertanyaan Giska, Mieta pun melihat ke arah dalam kelas memastikan Nikko tidak dengar apa yang akan dia beritahu kepada Sakina dan Giska.
Mereka bertiga pun berbicara pelan seperti sedang berbisik-bisik.
"Pokoknya panjang ceritanya. Yang pasti sih, gw gak janjian sama dia. Gak sengaja ketemu aja pas tadi beli sarapan"
"Oohh gitu... bagus deh. Lagian ya, menurut gw, Lo tuh gak cocok sama dia. Dia kan kalau ngomong agak sengak gitu" Kata Giska.
"Tapi aslinya dia suka becanda" Kata Mieta.
Sakina berkata tanpa berbisik "Ciiee dibelain".
Mieta pun berbicara dengan nada normal :
"Gw tuh bukan ngebelain. Gw kan berbicara sesuai fakta. Penilaian orang kan beda-beda. Gw juga di mata orang lain yang belum pernah ngobrol sama gw, bisa aja ada yang bilang gw baik, ada yang bilang gw sombong. Masing-masing orang punya penilaian masing-masing".
"Iya juga sih. BTW, sebenernya Lo udah punya pacar atau belum sih?" Tanya Sakina kepada Mieta.
"Kepo deh"
"Kepo itu apa sih?" Tanya Giska.
"Serius Lo gatau kepo itu apa Gis?" Tanya Mieta balik.
"Ya tau, maksud gw, kepo itu asal mulanya dari kata apa? soalnya gw taunya itu bahasa gaul, terus gw ikut-ikutan aja"
"Kepo itu Knowing Every Particular Object" Jawab Mieta.
"Apa hubungannya kepo dengan orang yang pengen tau?"
"Kepo kan artinya mengetahui setiap detail partikel tertentu. Jadi kepo ini ditunjukkan kepada orang yang ingin serba tahu banyak hal termasuk hal-hal yang bukan urusannya"
"Oh gitu... baru tau gw haha. Kuper banget ya gw"
"Gw sih kalau ada yang gw nggak tahu, biasanya tanya Mbah Google dulu. Setidaknya pas gw ngomong, gw gak asal ngomong. Begicuh"
__ADS_1
Tak lama murid-murid lainnya mulai berdatangan satu per satu. Ms.Sheila pun sudah menampakkan batang hidungnya. Lalu semua masuk ke dalam kelas dan kursus pun dimulai.