
Mieta sudah berkenalan dengan teman-teman satu Dormitory-nya. Teman-temannya hanya beberapa orang saja dikarenakan kamar yang disewakan hanya 3, jadi Mieta bisa dengan mudah berkenalan dengan teman-temannya disana. Yang sebaya dengan Mieta hanya 1 orang yaitu Rena, sisanya masih anak-anak sekolah SMP dan SMA yang kebetulan sedang libur dan mereka mengisi waktu libur mereka dengan kursus di Kampung Bahasa.
Rena menyarankan kepada Mieta untuk menyewa sepeda.
"Mieta, udah nyewa sepeda belum?"
"Belum"
"Mendingan hari ini ke tempat sewa sepeda aja biar nanti kalau kemana-mana bisa naik sepeda"
"Emang tempatnya dimana? Jauh ngga dari sini?"
"Lumayan sih, gak begitu jauh. Kalau kamu mau sewa sekarang, ayo aku anter"
"Emangnya berapa harga sewa sepeda?"
"40.000 untuk 1 bulan. Sepedanya juga bisa milih. Kebanyakan cewek-cewek disini pada sewa sepeda cewek yang ada keranjangnya biar bisa simpen tas, makanan, atau barang lainnya"
"Klo sewa motor, ada ngga?"
"Ada, cuma biayanya lebih mahal dari sepeda. Klo gak salah sih 60.000 per hari. Aku gatau per bulannya berapa"
"Mahal juga ya. Ayo deh ke tempat sewa sepeda aja"
Sesampainya di tempat sewa sepeda, Mieta langsung memilih-milih warna sepeda. Yang pertama dia lihat adalah warnanya dulu. Dia terkesan dengan sepeda warna pink, namun ketika didekati, ternyata sepedanya sudah karatannya parah dan remnya pun tidak berfungsi dengan baik. Mieta pun mencari-cari sepeda pink lainnya sambil memeriksa apakah semuanya berfungsi dengan baik atau tidak. Sayangnya tidak ada sepeda pink yang memenuhi kriterianya. Lalu, mata Mieta pun tertuju pada sepeda warna biru. Memang biru bukan warna favoritnya, tapi dilihat dari dekat, sepedanya masih terlihat bagus dan saat diperiksa pun remnya masih berfungsi, pedals, rantai, dan lain-lainnya masih terlihat bagus mulus.
Akhirnya Mieta pun memilih sepeda warna biru setelah mencoba mengendarai sepeda itu, walaupun sebenarnya Mieta ingin melihat-lihat sepeda di tempat lain, namun karena dia sudah lelah, jadi hanya memilih yang ada di tempat itu saja. Mieta berpikir bahwa bulan depan bisa pilih di tempat lain jika dia mau.
Mieta pun kembali ke Dormitory dengan mengayuh sepedanya. Sementara Rena, dia mampir dulu ke tukang Donut Labu. Sesampainya di Dormitory, Mieta langsung masuk ke toilet untuk cuci kaki, tangan dan wajah. Kemudian, Mieta pun masuk kamar dan beristirahat. Namun sebelum terlelap dalam tidurnya, Mieta tidak lupa memasang alarm untuk sholat Dzuhur dan Ashar, juga berdo'a.
Tak terasa hari sudah menjelang sore. Mieta mandi dan siap-siap untuk sholat ashar. Namun karena siang tidak makan nasi, Mieta pun merasa sakit kepala karena kelamaan tidur. Mieta meminta tolong kepada si Anak Kembar (Nisa & Nita) yang hendak keluar rumah untuk membeli makan.
"Nisa, kakak boleh nitip makan ngga?"
"Mau makan sama apa kak?"
"Kalian mau beli makan dimana?"
"Di Warteg kak"
__ADS_1
"Yauda nasi sama tahu, tempe, dan sambal aja deh. kalau ada sayur, tambahin sayurnya juga boleh"
"Sayur apa kak?"
"Sayur nangka. Klo gak ada, sayur apa aja deh, bebas. Ini uangnya. Kembaliannya nanti belakangan aja. Makasih ya"
Sebelum makanan datang, Mieta meminum Mylanta Tablet agar tidak sakit berkepanjangan di kemudian hari.
Waktu begitu cepat berputar, Maghrib dan Isya sudah lewat. Waktu menunjukkan pukul 20:00, Namun Mieta masih merasa lapar.
"De, kamu tau ngga tempat makan yang deket-deket sini yang malam masih buka?" Tanya Mieta kepada Ade.
"Ada Mie Ayam, tapi kalau malam udah tutup"
"Kan kakak tanyanya yang masih buka, hadeuuhh adeeee. Kakak mau makan nasi. Ada warteg dideket sini yang masih buka?"
"Hehehe Ada Kak. Kakak keluar rumah ini belok kiri, luruuuss, nanti belok kanan, belok kiri, trus pas pertigaan jangan belok kanan kak, lurus aja. Nah gak jauh dari situ ada warteg sebelah kanan jalan"
"Ok deh kalau begitu, Makasih ya"
"Kakak mau kesana sendirian?"
"Iya, Ade mau ikut?"
"Hhmmm Bismillah aja. Tapi gak ada kuburan kan disitu?"
"Gak ada kak"
"Ade mau anterin kakak ngga?"
"Kirain aku, kakak berani"
"Hahaha kakak berani kok, cuma gak seru aja kalau sendirian"
"Gak seru ngeliat sesuatu sendirian ya Kak. Tau-tau nongol, Nanti Kakak tinggalin aku"
"Ya kan disitu letak serunya de hahaha. Becanda ya, jangan diambil hati. Yauda deh kalau begitu. Kakak sendirian aja. Bismillah"
"Iya, aku tau kok kakak becanda, meskipun nyebelin. Beneran Kak? Hati-hati ya Kak"
__ADS_1
Mieta pun membuka pintu pagar kayu, lalu mengeluarkan sepedanya. Pintu pagar kayu akan menutup dengan sendirinya karena pakai tali karet bekas ban.
Mieta pun menaiki sepedanya : "Bismillah... Ya Allah lindungi Hamba-Mu ini dari goda'an jin syaiton dan sajabana, Aamiin Yaa Robbal'Aalamiin"
Sepanjang perjalanan, Mieta hanya bisa baca-baca ayat suci Al-Qur'an yang dia hapal. Ketika sampai di pertigaan, Jantung Mieta berdenyut lebih kencang, lalu Mieta mengayuh sepedanya lebih kencang. Tiba-tiba... "Astaghfirullahal'adziimm" Mieta terkejut karena tiba-tiba ada sesuatu yang mengenai tubuhnya. Mieta pun tak henti-hentinya mengucapkan Istighfar berkali-kali dalam hatinya :
"Astaghfirullahal'adziimm... Astaghfirullahal'adziimm... Astaghfirullahal'adziimm... Sumpah ya itu Angin ngangetin gw aja, gw kirain apa'an. Astaghfirullahal'adziimm... Astaghfirullahal'adziimm... Untung gw gak punya penyakit jantung"
Keesokan paginya, Mieta mandi sebelum Subuh agar tidak perlu mengantri dan kebagian kamar mandi depan/utama. Disana ada 4 kamar Mandi, yaitu 2 kamar mandi depan/utama dan 2 kamar mandi belakang. Jarang ada yang menggunakan 2 kamar mandi belakang karena kamar mandinya kurang besar dan mereka juga takut karena posisi kamar mandi belakang itu setelah lorong panjang, Kecuali mereka kepepet tidak tahan ingin BAK atau BAB.
"Who is inside? Hurry-up, I need to take a poop"
" I am taking a poop too, NOW!" sahut Nisa.
Bella pun menggedor pintu kamar mandi satu lagi.
"Who is inside?"
"Nita. I just entered into the bathroom"
Bella menunggu sambil mondar-mandir di depan kamar mandi, namun temannya tak kunjung keluar. Hingga akhirnya dia pun tak bisa menahan lagi, ia terpaksa harus ke kamar mandi paling belakang. Namun sebelum itu, dia meminta antar kepada temannya.
Adzan sudah berkumandang. Satu persatu murid di Ichigo Dormitory pun mulai menggelar sajadah dan memakai mukenanya.
Namun Rena teman sebaya Mieta, tiba-tiba mencium bau tidak sedap.
"Woy, siapa yang kentut? Bau banget, sumpah. Asli early morning udah diracunin"
"Tuh pelakunya tuh yg lari ke kamar mandi"
"Sorry sorry, aku kelepasan. Udah gak tahan" Teriak Mela sambil berlari ke kamar mandi.
Rutinitas setiap pagi, ada yg mengaji setelah Subuh, ada yg tidur lagi sambil menunggu kelas dimulai jam 05:30 pagi. Seperti biasa, setiap pagi jadwalnya kelas khusus penambahan kosakata bahasa Inggris di Ichigo Dormitory.
Setelah kelas pagi selesai, ada yg bersiap-siap untuk membeli sarapan sekalian berangkat ke tempat kursus bagi yang ada kelas jam 07:00 pagi, ada juga yang bermalas-malasan dan kembali tidur, dan ada yang mencuci pakaian sekalian mandi.
"Kok manis sih sayur bayamnya... gak suka!" Mieta biasa memakan masakan yang rasanya asin ketimbang yang manis, sementara di Warteg Berkah di Kampung Bahasa - Jawa Timur lebih banyak masakan yang manis daripada yg asin.
Setelah selesai sarapan dan minum Teh Manis, Mieta pun berangkat ke Ichigo English Course. Mieta mengayuh sepedanya sambil menikmati sejuknya udara di pagi hari.
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 06:30 pagi. Mieta terlalu kepagian berangkat ke tempat kursus, tempatnya masih sepi. Mieta pun memutuskan untuk mengayuh sepedanya lagi, melihat-melihat apakah ada tempat makan yang enak dan tempat photocopy terdekat setelah tempat kursusnya.
10 menit sebelum jam 07:00, Mieta sudah kembali ke tempat kursusnya dan menanyakan ke murid lainnya dimana kelas Speak Up 1 berada. Setelah menemukan ruangannya, Mieta pun masuk ke dalam ruangan.