Impianku, Hidupku

Impianku, Hidupku
Rencana


__ADS_3

"Papaahh... HP aku dicuri"


"Kok bisa ? Lagi gimana sih?"


"Ada orang masuk ke parkiran sepeda, terus HP aku diambil"


"Terus kamu gak apa-apa kan?"


"Gak apa-apa, soalnya aku lagi di dalam Dormitory"


"Gimana ceritanya, kecurian di parkiran sepeda tapi kamunya di dalem"


"HP aku jatoh di keranjang sepeda. Aku ga sadar. Tau-tau pas aku cari-cari, ngga ada. Katanya ada yang liat ada cowok masuk ke parkiran sepeda. Kirain mau curi sepeda, gataunya curi HP aku"


"Kok bisa HP-nya jatuh di keranjang sepeda?"


"Soalnya aku pake tentengan. Aku gak nyadar kalau tentengannya robek bawahnya"


"Harusnya pas turun dari sepeda kan keliatan di keranjang ada barang jatoh"


"Iya, tapi aku gak nyadar. Soalnya aku bawa jajanan di plastik juga, kayaknya ketutupan. Aku juga buru-buru masuk karena liat ada anak kucing lucu banget masuk Dorm"


"Lain kali diperiksa lagi barang-barang bawa'annya. Jangan sampai tertinggal, apalagi jatuh"


"Iya Pah. Terus aku gimana dong Pah? Aku kan perlu pake HP"


"Yauda nanti Papah kirimin HP Papah yang satu lagi"


"HP bekas? bukan HP baru?"


"Yaiya, masa HP baru. HP Papah juga masih bagus. Kamu harus mensyukuri dan menjaga apa yang kamu miliki. Jangan mentang-mentang semuanya Papah kasih, terus kamu bisa dengan mudahnya menghilangkan dan meminta dibelikan yang baru. Papah gak akan belikan kamu HP baru tahun ini. Itu akibatnya karena tidak hati-hati."


"Yauda deh, aku akan lebih hati-hati lagi"


"Untuk sementara, tahun ini, pake HP Papah dulu. Sayang kalau nanti dibeliin terus hilang lagi. Nanti besok Papah kirim HP-nya?"


"Yauda deh. Dikirimnya 1 hari nyampe aja paketnya"


"Iya, tunggu aja. Papah minta alamatnya yang lengkap ya. Nanti kirim ke WA Papah"


"Iya, nanti aku tanyain alamatnya ke yang punya rumah dulu. Nanti aku kirim pake nomor ini"


Setelah selesai menelepon.


"Gimana Mel? Jadi dibeliin HP baru?"


"Ngga, takut ilang lagi katanya. Jadinya pake HP Papah aku"


"Terus nanti Papah kamu gak pegang HP dong"


"Pegang. Kan Papahku HP-nya ada 3, Tabletnya ada 1. Biasa, buat Bisnis"


"Emang Papah kamu bisnis apa?"


"Banyak bisnisnya. BTW, makasih ya udah pinjemin HP kamu buat telpon papah aku. Nanti aku boleh kan pinjem lagi buat kirimin alamat rumah ini?"


"Iya boleh, Asalkan Donut Labu ya sepuluh"


"Hehehe iya deh. Ntar aku beliin sama minumannya juga"


"Asyiiik baik banget sih kamu Mel"


"Hadeuuuhh lebay"

__ADS_1


Sore harinya, Melati menemui Ibu Susi (Pemilik Rumah dari Ichigo Dormitory). Ibu Susi adalah seorang Janda yang tinggal di dalam satu kamar yang sangat luas, kamarnya itu berada disamping Ichigo Dormitory. Dua kamar mandi yang paling belakang dekat lorong adalah kamar mandi untuk beliau dan anak-anaknya mandi.


Setelah lama berbincang, Melati pun menghampiri Mira untuk meminjam HP dan mengirimkan alamat ke Papahnya Melati.


*** Di Depan Kamar Mandi


"Ih aku dulu"


"Aku duluan"


"Kak Nisa ngalah dong sama adiknya"


"Tau nih, gimana sih jadi Kakak"


"Dia itu kalau mandi suka lama, kalau aku kan gak lama-lama"


"Yauda kalian bareng aja, kan muat berdua kamar mandinya"


"Ih gak mau. Yauda deh, aku belakangan aja"


*** Di dalam Kamar


"Ya ampun, rajin banget anak ini pagi-pagi udah belajar" Tanya Mieta kepada Ade.


"iya kak, soalnya hari ini aku ada hapalan"


"Hapalan apa?"


"Kosakata Bahasa Inggris"


Tiba-tiba ada suara dari luar Dormitory.


"Astaghfirullah. Ada apa'an ya di luar?" Tanya Mieta kepada Ade.


"Coba liat sana ke luar!"


"Ngga ah, males. Aku kan lagi menghapal"


"Ah bilang aja takut"


"Kayak sendirinya berani aja"


"Ya makanya ngajakin liat berdua karena takut"


"Kan masih gelap kak di luar, serem"


"Kakak emang takut, tapi penasaran. Kalau berdua pasti ngga serem, Yuk!"


Mieta pun menarik tangan Ade untuk ikut bersamanya melihat sesuatu dari jendela. Ketika mereka membuka gorden jendela perlahan-lahan, tiba-tiba...


"Huaaaaa... apa'an tuh kak? serem banget?"


"Astaghfirullahal'adziimm... Astaghfirullahal'adziimm... ada pocci"


"Apa'an tuh pocci?"


"Itu yg loncat-loncat. Masa harus disebutin sih"


"Jangan, serem. Hayu kak kita balik ke kamar aja. Aku takut"


"Tenang ya, tenang ya. Sama, Kakak juga takut dan kaget juga"


"Kok bisa ada pocci sih jam segini"

__ADS_1


"Kesiangan kali bangunnya hahaha"


"Ih kak Mieta, aku kan serius. Nyebelin banget deh"


"Hahaha iya maaf maaf. Udah gak apa-apa, ntar juga ilang. Namanya juga hantu"


Waktu cepat berlalu, jam menunjukkan pukul 05:30 pagi, saatnya untuk kelas penambahan kosakata.


"Huaaa...Kak Mieta"


"Kenapa sih kamu de?" Tanya Nita


"Kak Mieta mana? Kak Mieta, sini cepetan!"


"Ada apa sih - ada apa sih?"


"Yang tadi kita liat masih ada..."


Mieta pun membuka gorden Dorm dan semua anak-anak Dorm pun melihat bersama.


"Astaghfirullahal'adziimm apaan tuh?" Tanya Rena.


"Oohh ternyata pas diliat-liat lagi, ternyata itu cuma boneka buatan, De. Sini deh liat"


"Mirip banget ya kayak aslinya. Kaget aku juga liatnya" kata Rena.


"Iya ya, ternyata bohongan. Ah, aku udah takut banget tadi pas liat sebelum Subuh"


"Kalian berdua udah liat?"


"Iya, aku sama Kak Mieta yang pertama ngeliat itu"


"Oh iya, aku baru inget. Anak-anak cowok Ichigo kan emang disuruh bikin kreativitas, bebas temanya. Mungkin itu salah satunya"


"Ya harusnya gak perlu dipajang disebrang Dorm cewek juga kali, kan kita jadi takut. Kalau ada orang lewat, terus ketakutan dan pingsan kan jadi repot juga" Jawab Ade kesal.


"Tau tuh. Iseng aja mereka. Yauda yuk kita mulai aja kelasnya. Nanti keburu pagi" Ajak Rena.


"Iya yuk, aku juga ada hapalan di kelas pertama nanti. Mana masih banyak yang belum aku hapal"


*Di Warteg Berkah


"Kali ini gw gak mau beli sayur bayam lagi ah. Beli makan apa ya yang gak manis?" Gumam Mieta dalam hati. Setelah memilih makanan, Mieta pun menonton film di YouTube sambil sarapan.


Tak lama, Mamahnya Mieta pun meneleponnya dan menanyakan apakah Mieta betah disana atau tidak. Setelah itu, Mamahnya memberitahukan bahwa ia bertengkar dengan Bapaknya Mieta. Seketika, hilang selera makan Mieta karena kepikiran orangtuanya. Setelah selesai sarapan, Mieta pun menelepon Tantenya. Ternyata Tantenya sudah lebih dulu tahu tentang pertengkaran orangtuanya Mieta. Tantenya Mieta sudah bantu memberikan nasehat kepada Mamahnya Mieta.


*** Di Ichigo English Course


"Nik, mana nomor telpon lu? Lu bilang mau ngasih hari ini" Tanya Hito ke Nikko.


"Buset dah elu ya, pagi-pagi udah nagih. Udah kayak punya utang apa'an aja gua"


"Gw kan pengen cepet-cepet ajak semua anak-anak sekelas ngumpul"


"Niat banget lu!"


"Iyalah, demi bisa naik Gunung Semeru. Nih, Lo ketik aja sendiri di HP gw"


"Udah tuh ya"


"Anjrit, namanya Nikko Ganteng"


"Iya lah, Pede dong gw"

__ADS_1


"Terserah Lo dah"


Mereka berdua pun masuk ke dalam kelas karena Ms.Sheila sudah datang. Setelah selesai kelas, Hito pun mengajak anak-anak laki-laki berkumpul semua di luar kelas untuk membicarakan rencananya ke Gunung Semeru. Hito pun meminta nomor semua teman-temannya. Namun ada yang menyarankan untuk melihat nomor mereka di Daftar Absensi Kelas Speak Up 1. Hito malas untuk mengetik nomor mereka satu persatu, akhirnya satu per satu temannya mulai memasukkan nomor HP mereka di HP Hito.


__ADS_2