
Murid Laki-laki Ichigo English Course sudah merencanakan pergi ke Gunung Semeru. Mereka pun mengajak Murid-murid perempuan. Mieta mengusulkan agar masing-masing orang tidak lupa membawa obat yang dibutuhkan, khususnya obat pribadi. Tak lupa mengingatkan bagi yang mudah lelah dan sakit akibat kecapean agar tidak ikut karena ditakutkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Perjalanan sangat jauh sekali dari Kampung Bahasa ke Ranupani. Sebelum mereka ke Ranupani, mereka beristirahat dan bermalam dulu di sebuah rumah yang sudah mereka sewa.
Keesokan paginya setelah semua selesai mandi dan sholat Subuh, mereka pun melanjutkan perjalanan menggunakan Truck.
Saat mereka sedang bernyanyi didalam Truck, tiba-tiba Truck melakukan rem mendadak. "Aaargghh" para wanita didalam Truck berteriak dan ada beberapa orang didalam Truck terjatuh.
Pak Supir : "Woy, Kalau nyebrang liat-liat dong. Bawa orang banyak nih di belakang".
Pak Supir pun menggerutu "Sen ke kiri, taunya malah nyebrang ke kanan. Ngaco banget. Kita udah ke kanan mau menghindari dia, eh dia malah ke Kanan. Nanti kenapa-kenapa, malah kita nanti disalahin. Males saya klo harus ganti rugi. Dia yg salah kok"
Hito pun memastikan teman-temannya baik-baik saja "Gimana Nik temen-temen di belakang, aman? ada yang luka ngga?"
"Alhamdulillah ngga kenapa-kenapa. Cuma tadi yang pada berdiri pada kaget dan ada yang jatuh juga. Untungnya sih gak apa-apa" Jawab Nikko.
"Bagus deh klo begitu. Khawatir aja gue. Soalnya perjalanan masih jauh" Kata Hito.
Beberapa jam perjalanan, Akhirnya mereka pun tiba di Ranupani. Semuanya saling bantu menurunkan tas mereka.
"Siapa nih yang mau bawa tenda?"
"Udah sini sama gue aja?"
"Emangnya Lo kuat Kko?"
Nikko pun mengambil Tiker untuk dia bawa.
"Lha, kenapa lu ngambil tiker Kko? Tendanya kan yang ini"
"Ngga ah, gue ini aja"
"Asu Lo!"
Nikko pun hanya mesem-mesem.
"Kko, masih pagi Ko, jangan ngajak berantem"
"Siapa juga yang ngajak lu berantem. Males banget!"
"Asem lo Kko"
Nikko pun menjawab "Harusnya Lo tuh bilang 'Ganteng lu Koh' , gitu dong"
"Hadeuuhh. Dahlah gak kelar-kelar ngomong sama si Nikko"
"Gak ada gue, gak rame ya" sahut Nikko.
Sebelum mendaki, Hito pun memberikan Briefing kepada semua teman-temannya dan tidak lupa berdo'a bersama. Saat mendaki, Penanggungjawab 1 berada di paling depan dan Penanggungjawab 2 ada di posisi paling belakang agar bisa mengawasi dan memastikan semuanya aman. Selebihnya, semua diberi himbauan agar saling menjaga dan peduli satu sama lain.
2 jam mendaki...
"Haduh, pegel kaki gue. Istirahat dulu yuk Kin!" Ajak Giska kepada Sakina.
"Disana aja istirahatnya, lebih lega buat duduk biar gak ngalangin orang lewat" Jawab Sakina.
Bobby yang melihat Giska & Sakina yang sedang duduk dari kejauhan, dia pun menghampiri mereka.
Bobby : "Kalian kenapa?"
Sakina : "Gak apa-apa Bob. Ini Giska katanya kakinya pegel"
Giska : "Iya nih gw gak biasa jalan jarak jauh, mendaki pula"
Bobby : "Emangnya baru pertama kali naik gunung?"
Giska : "Iya"
Bobby : "Tapi kok Sakina keliatannya biasa aja"
Sakina : "Haha mungkin karena gw sering olahraga dan running juga, jadi belum keliatan capek"
Bobby : "Sama, gw juga suka olahraga, lari juga, lari mengejar kamu hahaha"
Sakina : "Hadeuuhh gombal deh"
__ADS_1
Giska : "Berasa jadi nyamuk, gue"
Giska memang sudah mengetahui bahwa Bobby menyukai Sakina dari gelagatnya Bobby saat di tempat kursus.
Sakina : "Duh, haus deh. Lo haus ngga Gis?"
Giska : "Haus sih, ntar gw hilangin pegel dulu, nanti gw minum"
Bobby : "Gw bawa minum. Minum air gw aja biar punya lo tetep utuh"
Sakina : "Ngga ah, bau jigong hahaha"
Bobby : "Kayak pernah cium aja. Wangi tau"
Sakina : "Wangi bunga ****** hahaha"
Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan, namun Giska terkejut saat melihat yang lewat.
Giska : "Astaghfirullah kaget gw. Baru tau ada tukang bala-bala di Gunung.Gw kirain setan"
Bobby : "Haha Itu orang Gis, jualannya di pos sana di atas. Ada pos tempat beristirahat, jual gorengan dan minuman"
Giska : "Perjuangan orang cari duit sampai rela naik Gunung. Kalau gw sih ogah naik gunung cuma buat jualan. Paling untungnya berapa"
Bobby : "Ya kan harganya kalau udah di atas lain lagi"
Giska : "Lebih mahal gitu?"
Bobby : "Ya lumayan sih, gak mahal-mahal banget. Standar dan masih masuk akal lah. Wajar kalau dinaikin harganya 1.000-2.000 rupiah, naik Gunungnya aja jauh banget. Tapi ngebantu banget buat para pendaki yang lapar dan haus"
Bobby : " Kamu mau beli Kin?"
Sakina : "Ngga ah, nanti aja. belum begitu lapar"
Sampailah Mieta dan Nikko di pos pertama.
Mieta : "Duh, mendaki membuat gw jadi laper. Enak kayaknya makan gorengan"
Nikko : "Lu mau beli Miet?"
Mieta : "Iya, harganya berapa'an ya?"
Mieta : "Ada juga elu, laki, ambilin buat gw. Gimana sih Lo!"
Nikko : "Gw pegel banget nih, berat juga bawa tiker dan kompor juga. Gak kasian lu sama gw?"
Mieta : "Iya deh gw ambilin, tapi lu bayarin gw ya"
Nikko : "Iya, sip deh. apa sih yg ngga buat Lo"
Mieta : "Gombal banget lo!"
Nikko tidak beranjak, dia masih rebahan di tanah yang tidak jauh dari pos. Hito pun datang menghampiri Nikko.
Hito : "Kenapa lu Koh?"
Nikko : "Pegel gw, sakit-sakit badan keberatan bawa tas, tiker, kompor pula. Gantian dong, elu yang bawa tiker"
Hito : "Kan gw bawa tenda"
Nikko : "Tadinya juga gw cuma bawa tiker doang, cuma gw liat si Teddy kecapean bawa kompor, jadi gw bantu bawa sementara"
Hito : "Yaelah badan doang yang gede, bawa kompor aja capek"
Nikko : "Lha lu gak liat sih. Dia itu bawa persediaan minum banyak banget di tasnya dia. Botol minumnya gede-gede, yang literan 3 botol"
Hito : "Eh buset dah, pantes sih kecapean. Ngapain juga bawa botol minum banyak-banyak"
Nikko : "Yah si Hito, lu kan tau badannya dia segimana. Orang gemuk kayak dia itu butuh banyak minum, apalagi pertama naik gunung"
Hito : "Iya sih, keliatannya dia bawa badannya aja kayaknya udah capek"
Mieta kemudian membawa gorengan yang sudah dibelinya.
Mieta : "Nih gorengannya"
__ADS_1
Hito : "Wah buat gw Ta?"
Nikko : "Enak aja, buat gw lah. Gw yang bayar"
Hito : "Sejak kapan Lo Ta jadi babunya dia"
Mieta : "Wah songong lu ya!"
Nikko : "Sembarang lu To. Gw tadi mau bangun tapi capek, kebetulan si Mieta mau beli gorengan. Yauda gw bayarin aja sekalian, tapi dia yang beli ke Pos. Begitu ceritanya"
Hito : "Oohh gw kira lu berdua ada sesuatu gitu. Btw, bagi dong gw, gw juga laper. Gak banyak-banyak kok, 2 aja"
Mieta : "Awas lu ya klo nyebar gosip yang enggak-enggak!"
Hito : "Buset, galak amat si Mieta. Selow, gw gak begitu kok orangnya"
Nikko : "Klo lu macam-macam, abis lo sama gw To"
Hito : "Yaelah lebay banget lu Nik"
Di tempat yang berbeda...
"Eh, itu si Mieta, Nikko, sama Hito tuh. Kita samperin yuk" Ajak Giska.
"Gak perlu lu ajak juga kan kita emang lewat situ Giskaaaa" Sahut Robby.
"Hehehe iya sih" Kata Giska.
Sakina : "Mieta, Lo habis makan gorengan?"
Mieta : "Kok lu tau?"
Bobby : "Ya panteslah dia tau, itu plastik sebelah Lo masih ada cabenya"
Mieta : "Yee gw tanya Kina kali, bukan tanya Lo. Sejak kapan lo ganti nama jadi Sakina?!"
Bobby : "Gw kan mewakili hatinya dia aja"
Nikko : "Cieileehh bahasa lu Bob Bob"
Hito : "Sini Ta, jangan buang disitu"
Mieta : "Kagak, Gw gak buang sampah sembarangan. Tadi kan abis makan, gw haus, ya gw simpen dulu plastiknya di sebelah gw. Ntar juga gw buang di tempat sampah Deket Pos sekalian jalan"
Beberapa jam kemudian, semua Murid Ichigo sudah tiba dekat Ranu Kumbolo.
Sakina : "Wah, indah banget pemandangannya"
Bobby : "Mau photo nggak Kin, ayo gw photoin"
Sakina : "Mau mau. Nih pake HP gw"
Bobby : "Bentar, gw juga mau photo pemandangannya pake HP gw"
Bobby pun memotret pemandangan Ranu Kumbolo, Namun sebenarnya dia tidak hanya memotret pemandangan Ranu Kumbolo, melainkan di photo itu juga ada Sakina. Hanya saja, Sakina yang asik menikmati pemandangan Ranu Kumbolo tidak tau kalau dirinya diphoto oleh Bobby menggunakan Handphone-nya Bobby.
Bobby : "Sini Kin HP-nya"
Hito : "Bohong Kin, jangan mau, Modus tau"
Bobby : "Ikut campur aja lu To. Kalau syirik bilang aja. Iri ya gak punya gebetan"
Hito : "Wah ngajak berantem ini orang. Gini-gini juga gw banyak yang naksir, cuma gw tolak aja"
Bobby : "Jiaahh Pede banget hidup Lo"
Hito : "Jelas lah gw Pede, gw kan ganteng"
Nikko : "Udah-udah jangan pada berantem. Ngapain sih pada berantem di Gunung. Udah pasti gantengan gw kemana-mana dibandingkan Lo berdua".
Sesampainya di tempat camping Ranu Kumbolo, para lelaki mulai memasang tenda. Ada 4 tenda yang mereka bawa. Sementara, para wanita masih ada yang asyik photo-photo, ada juga yang membantu memasang tenda.
Hito : "Wah, si Bobby bukannya bantuin masang tenda, malah asyik photo-photo bareng si Sakina. Coba Ki, lu panggil tuh si Bobby"
Kiki : Bobby! Bobby! Sini lo bantuin pasang tenda. Malah asyik photo-photo lu!"
__ADS_1
Robby : "Bentar ya, gw bantuin pasang tenda dulu"
Sakina : "Ayo deh, gw juga ikut bantuin. Gak enak juga sama yang lain.