Impianku, Hidupku

Impianku, Hidupku
Malam Yang Menyeramkan


__ADS_3

"Yang abis mendaki, mana nih oleh-olehnya?" Tanya Rena kepada Mieta


"Oleh-olehnya cucian kotor dan badan pegel-pegel. Mau nyuciin? haha"


"Ogah deh. Gak ambil Bunga Verbena?"


"Ngapain juga pulang bawa-bawa bunga, nanti juga bunganya layu. Sayang bunganya kalau diambilin. Biar aja tumbuh disana supaya mempercantik pemandangan di Gunung Semeru"


Mieta pun bergegas mandi dan bersiap untuk sholat ashar. Tiba-tiba ada yang pingsan.


"Kenapa si Ade?"


"Dia tuh demam, males makan. Terus tadi aku bangunin, dia gak bangun-bangun"


"Tidur kali dia"


"Biasanya orang tidur, kalau dibangunin kan walaupun gak nyaut tapi ada tanda-tanda bersenyawa. Ini dia diem aja. Takut kenapa-kenapa deh"


"Apa? Bersenyawa? udah kayak atom membentuk molekul senyawa"


"Di kompres aja. Ada yang punya sapu tangan atau apa gitu buat kompres?"


"Nih, pake ini aja"


"Duh, aku ada hapalan lagi"


"Ini orang, temennya lagi sakit, bukannya bantuin malah mikirin hapalan mulu"


"Soalnya besok pagi aku setor hapalan kak"


"Yauda sih, kan bisa nanti hapalannya. Nih ambilin air hangat buat Kompress"


"iihh kak Rena. Yauda deh"


Di malam hari setelah sholat isya.


"Eh tolongin tolongin"


"Kenapa lagi itu si Ade?"


"Kayaknya kesurupan deh"


"Mir, panggilin Ibu Susi. Cepetan panggilin"


"Aku takuuutt. Ayo Nita anterin"


"Gamau ah, aku juga takut keluar rumah. Serem"


"Haduh, kalian ini. Terus kalian mau pegangin Ade, gitu?"


"Nggak, nggak. Itu lebih serem lagi klo kakak pergi. Yauda deh yuk, kita bertiga aja" Mira mengajak Nisa dan Nita.


Mira, Nisa, dan Nita pun berlari ke tempat Ibu Susi.


"Assalamu'alaikum... Ibu... Ibu Susi..."


"Assalamu'alaikum... Bu..."


"Gimana nih, Ibu Susinya gak nyaut lagi. Jangan-jangan udah tidur"


"Coba ketuk-ketuk lagi pintunya lebih kenceng"


Tok tok tok... "Assalamu'alaikum... Bu...Ibu..."


Tak lama, Ibu Susi pun membuka pintunya "Wa 'alaikumsalam... Ada apa ini? kok rame-rame kesini?"


"Itu Bu, temen aku ada yang kesurupan"

__ADS_1


"Kesurupan? Sekarang orangnya ada dimana?"


"Ada di kamar Bu"


"Hayu Bu kesana, aku takut"


"Sebentar, saya pakai kerudung dulu"


Lalu Ade pun dibacakan Ayat Kursi dan Ayat-ayat suci Al-Qur'an lainnya bersama-sama. Namun dia terus saja meronta-ronta.


"Siapa kamu? kayak bisa ngaji aja! Suara kamu tuh ngga bagus, udah diem aja kamu gausah ngaji!" Ucap Jin yang merasuki tubuh Ade.


"Ada juga saya yang tanya, kamu siapa? ngapain masuk ke badan anak ini? Ayo cepetan keluar" Jawab Ibu Susi.


Ibu Susi pun mengajak semua anak-anak Ichigo Dormitory untuk membaca Ayat-ayat Al-Qur'an.


"Ayo semuanya jangan berhenti baca-baca. Pegangin tangan dan kakinya, jempol kakinya pegang yang kenceng"


"Sakiiittt! Sakit tau!" Ucap Jin itu.


"Makanya cepetan keluar dari tubuh anak ini!"


"Iya-iya, aku akan keluar dari tubuh anak ini. Tapi sebelum itu, aku minta air minum"


"Ambilin air minum" Ibu Susi menyuruh Mieta.


Segelas air minum sudah diambilkan oleh Mieta. Ibu Susi mengambil segelas air dari tangan Mieta.


"Sini, Ibu baca-bacain dulu" kata Ibu Susi.


"Gak mau! Aku gak mau minum air yang kamu baca-bacain! Baca'an kamu salah" Kata Jin itu.


"Ya terus yang benernya gimana?" Tanya Ibu Susi dengan nada agak tinggi.


"Ambilin air minum yang lain! Aku gak mau air minum itu! Nanti aku keluar dari tubuh anak ini setelah minum" Ucap Jin.


Ade pun tampak lemas dan tak mengeluarkan sepatah kata pun.


"Udah keluar kali Jinnya ya?" tanya Nisa kepada Nita.


"Iya kayaknya. Ade udah gak ngomong apa-apa lagi"


"Hahaha Hahaha" Ade pun tiba-tiba tertawa.


"Astaghfirullahal'adziimm... Ade istighfar Ade. Nyebut de, nyebut" kata Mira.


Lalu semua membaca Istighfar bersama-sama. Ibu Susi pun membaca Istighfar tepat di kupingnya Ade, sambil berkata "Keluar kamu keluar! Jangan ganggu anak ini! Kasian orangtuanya jauh. Ayo cepet keluar!"


Lalu tiba-tiba terdengar suara "Hihihihi Hihihihi".


"Astaghfirullahal'adziimm... Kak Nita, aku takut..."


"Sama, aku juga takut" Jawab Nita kepada Nisa.


"Semuanya jangan berhenti baca-baca'an ya. Gak boleh kosong ya pikirannya. Jangan takut! Kalau takut, nanti kalian malah dideketin" Kata Ibu Susi.


"Mamaaaa, aku takut. pengen pulang" Kata Bella.


"Ya kali jam segini mau pulang ke rumah, jauh. lebih takut lagi di jalannya" Kata Melati.


"Kalian jangan ada yang keluar dari kamar ini ya. Ibu mau panggil Pak Ustad dulu"


"Aku takut kak... aku takut..." Ucap Mira kepada Mieta.


"Udah gak apa-apa, yang tenang ya. Kita semua juga takut, tapi kita harus kuat dan berani" Kata Mieta menenangkan.


5 menit kemudian, Ibu Susi kembali bersama Pak Ustad yang sudah beliau telpon.

__ADS_1


"Ayo semuanya di luar kamar dulu ya!" Kata Ibu Susi. Ibu Susi tetap berada didalam. Sementara anak-anak Ichigo Dormitory menunggu di luar kamar.


Pintu kamar selalu dibiarkan terbuka, beberapa dari mereka melihat Ade yang sedang di Ruqyah, Yang lainnya saling duduk berdekatan dan baca-baca'an.


10 menit kemudian, Akhirnya Jin yang merasuki Ade pun sudah keluar dari tubuh Ade. Pak Ustad keluar dari kamar bersama Ibu Susi.


"Alhamdulillah udah gak ada apa-apa. Udah ya jangan pada takut lagi. Sekarang kalian bisa istirahat. Jangan lupa bersih-bersih cuci tangan, cuci kaki, gosok gigi. Jangan lupa wudhu dan baca do'a sebelum tidur ya" Kata Ibu Susi menasehati anak-anak Ichigo Dormitory.


"Mieta dan Rena, jangan lupa kunci pintu, check semua jendela dan gorden ya. Pastikan semuanya sudah terkunci" Tambah Ibu Susi.


"Iya Bu. Makasih ya bu. Nanti kalau ada apa-apa, boleh kan kita panggil Ibu lagi ?" tanya Rena.


"Iya tidak apa-apa. Mudah-mudahan tidak terjadi hal yang sama lagi di kemudian hari ya"


Rena sudah mengunci pintu dan tidak lupa memastikan bahwa jendela dan gorden sudah tertutup rapat.


"Aduh, aku pengen ke kamar mandi, ada yang mau anterin aku ngga?"


Tiba-tiba terdengar suara dari luar "Gubrak".


"Astaghfirullahaladzhiimm... Apa'an lagi sih itu?"


"Duh, aku kok jadi deg-degan"


"Anterin aku pipis dulu, udah gak tahan. Nanti aku ngompol nih. Ayo siapa aja anterin aku yuk!"


"Gataunya nanti ada yang nyaut 'ayo sama aku aja' huaaaa seremmm"


"Nita! orang lagi ketakutan, malah di tambah-tambah! Gak liat sikon banget becandanya!" Kata Mieta memarahi Nita.


"Tau nih Kak Nita, nakut-nakutin aja"


"Iya maaf kak. Maafin ya semuanya"


"Sana Nita anterin tuh temennya mau pipis!"


"Mmmm yauda deh, ayo. Tapi jangan lama-lama ya"


Ketika Mira sedang didalam kamar mandi, Nita menunggu di depan kamar mandi, Tiba-tiba...


"Duh, suara apa'an tuh ya? Kok aku jadi merinding" Gumam Nita dalam hati.


"Meow...Meow" Suara kucing terdengar dari lorong belakang.


"Oh kucing. Tuh kucing Meow Meow kesiapa ya? Gak mungkin dia meow-meow sendiri kalau gak ada yang dia liat. hiyyy sereemmm"


"Brakk Brakk Brakk" terdengar suara begitu keras dari kamar mandi.


"Astaghfirullahal'adziimm... Astaghfirullahal'adziimm..."


Suara Mira beristighfar dari dalam kamar mandi.


"Kenapa Mir? Suara apa'an tuh tadi? Kamu jatoh di kamar mandi?"


"Gayungnya jatuh dari atas bak mandi"


"Haduuhh bikin kaget aja. Dikira Apa'an. Udah deg-degan banget tau"


"Aku juga kaget, kok gayungnya bisa jatuh sendiri. Aku aja Istighfar sambil gemetaran ini"


"Ah serius Mir jatoh sendiri? Kesenggol tangan kamu kali, tapi kamunya ngga nyadar karena saking takutnya. Baca-baca'an Mir dalam hati. Didalam kamar mandi gak boleh sebut nama Allah. Ayo kalau udah, cepetan keluar. Jangan lama-lama Mir!"


Mira pun keluar dari kamar mandi. Lalu Anak-anak Ichigo Dormitory pun ke kamar mandi semua melakukan bersih-bersih sebelum tidur.


Setelah semuanya kembali dari kamar mandi,


Semua Anak-anak Ichigo Dormitory masuk ke kamarnya masing-masing dan tidur.

__ADS_1


__ADS_2