Inikah Kesuksesan ?

Inikah Kesuksesan ?
Eps 2


__ADS_3

Teng teng teng...


Bel manual sekolah diketuk oleh Pak Sodikin, tanda semua siswa di SMAN 1 Kota XX harus segera masuk ke dalam kelas.


Ini hari pertama Gery masuk kelas setelah Masa Orientasi selama 3 hari di sekolahnya telah usai.


---


"Aku berangkat dulu ya Pak, Bu.. ucap Gery kepada kedua Orangtuanya.


Ini Bekal ...belum sempat menghabiskan kata-katanya, Ibu Eni sudah kehilangan jejak anaknya tersebut.


Hmmm.. dasar anak itu, saking senangnya dengan diterimanya di sekolah negeri Favorit sampai lupa dengan bekalnya.


Ucap ibu dalam hati, sambil menggelengkan kepala.


Nampaknya Gery tahu, kalau dirinya terlambat


Gery langsung mengayuh sepeda nya sampai Ibunya tidak sempat lagi mengejar.


Ya, memang Gery tidak seberuntung teman-teman sebayanya, yang sekolah di antar oleh supir pribadi atau minimal mempunyai sepeda motor yang Nge-trend pada jamannya. Selain , Pak Harto belum mampu membelikannya Sepeda Motor, rasanya cukup menggunakan sepeda saja, untuk menempuh 5 menit perjalanan menuju sekolah.


Pak.. Pak..


Di depan pagar sekolah yang sudah tertutup, gery memanggil-manggil penjaga pintu gerbang sekolah.


Haduhh, kemana ya pak penjaga sekolah. Saking semangatnya membantu Bapak membulat-bulatkan bakso tadi, aku sampai terlambat sekolah begini.


Sesosok tinggi besar gemuk, Kumis tebal dan di kancing ke empatnya, rasanya kancing itu berteriak "Aku tidak tahan lagi" untuk segera lepas dari benang-benang yang merajutnya. hehe


Dia lah, Pak Salim Senyum


Wajah seramnya seakan tidak cocok dengan nama yang menempel di papan nama kecil di atas saku baju dinasnya.


"Kamu anak baru ya ? ucap Pak Salim tegas

__ADS_1


"I..i..iya Pak. ucap Gery terbata-bata


"Kamu ya, baru pertama masuk sekolah sudah terlambat. ketus


"Maaf Pak, tadi rantai sepeda saya lepas, jadi harus di benerin dulu.


"Coba lihat tanganmu.


"Tuh.. Pak Sambil membuka telapak tangannya.


Untung saja, aku tadi kepikiran untuk mengotori tangan ini dengan bekas oli di rantai. hihi


"Baiklah cepat masuk jangan di ulangi lagi. Sambil melotot ke arah Gery.


Huhhh, selamat ...


Sebenernya dengan Gery menjelaskan alasan sebenernya pun, pasti Pak Salim mengijinkannya masuk. Tapi Gery bukanlah type orang yang menjual nama kedua orang tuanya, untuk lepas dari suatu masalah.


----


Gery sudah berada di dalam kelas, kelas di hari pertama hanya di habiskan untuk perkenalan diri kepada Wali Kelas dan teman-temannya.


"Owh, aku dari kecamatan XX


"Wah jauh juga, Ucapku mengerutkan dahi.


"Naik, apa kau ke sekolah ?


"Aku diantar supirku bersamaan dengan ayahku ke kantor tadi.


"Owh, Ucapku pelan.


Setelahnya, aku mulai tahu bahwa Satria teman sebangku berasal dari orang kaya yang cukup terpandang di daerahku.


Bel Istirahat sudah berbunyi..

__ADS_1


kriukk..kriukk


Aduhh.. perutku sangat lapar


Sambil melihat ke dalam tas, dan mencari bekal dari Ibu.


*Ya ampunn, sebelum aku pergi, ibu sudah mengingatkan kalau bekalku sedang dibuat.


Bodoh sekali,, kenapa aku bisa lupa*. Sambil merogoh kocek , apakah ibu memasukkan sedikit uang ke dalam kantong celanaku sebelum aku pakai.


Hmmm, uang pun tak ada, yasudahlah aku diam di kelas saja kali ini.


"Kamu tidak ke kantin Ger ? ucap satria sambil membereskan buku ke dalam tas


"Ehhh,, tidak. aku tak membawa uang, bekal pun lupa ku bawa.


"Kasian sekali kamu, hahaha


"Sudahlah tak usah bersedih, biar aku yg meneraktirmu. Sambil menepukkan tangannya ke dada, bak pahlawan yang akan menolong si kelaparan.


"Aku di...


Satria menarik lengan Gery dan membawanya segera keluar kelas.


"Sudahlah, sudah lapar ngeyel pula.


Ternyata, orang kaya masih ada yang baik ya, tak seperti orang kaya dekat rumahku. Bergumam dalam hati.


----


Di kantin


"Makan sesukamu, ambil saja biar aku yang bayar.


Ucap satria sambil mengeluarkan selembar uang, yg cukup banyak pada saat itu.

__ADS_1


Setelahnya mereka makan bersama, Gery cukup sumringah, dengan traktiran yg diberikan oleh satria.


Bersambung...


__ADS_2