Inikah Kesuksesan ?

Inikah Kesuksesan ?
Eps 5


__ADS_3

"Gerr.. Hari ini aku mau mengantarkan Andin pulang ya.


"Owh, iya iya Sat. Ucapku sambil tersenyum kecil.


*Nampaknya mereka sudah semakin dekat ya, sudah sesuai dengan dugaanku, pasti Satria sangat mudah untuk mendekati Andin, selain wajah yang cukup tampan, Satria juga orang kaya yang sangat baik.


Ehh, berarti mulai dari sekarang aku juga harus bersiap diri, ketika Satria sudah tidak lagi menjemputku di rumah. Ya sudahlah* !!


Satria berjalan santai menuju rumahnya, sampai suatu ketika ...


"Tok.. tok.. tok Baksoo Baksooo . Ucap Galih mengejek sambil menaiki motor besar andalannya.


Galih, anak yang cukup nakal di kelas Gery, bahkan di sekolah. Anak dari rentenir Miko, entah apa yang membuat Galih sangat membenci Gery, padahal Gery dan keluarganya pun selalu baik kepadanya.


Apaan sih . Gery bergumam dalam hati


"Woiii, kemana pahlawan kehidupanmu ? Ucap Galih, yang di maksud adalah Satria.


"Pulang lebih dulu dengan Andin. Ucapku pelan


"Sialan, Ucap Galih


Hahh, kenapa kesal ? harusnya dia senang melihatku tidak bersama Satria


"Bilang Satria, Andin itu wanita incaranku. Ucap galih ketus


Owhh, jadi ini alasannya . Sepertinya aku harus benar-benar mendukung Satria untuk segera mendapatkan cinta Anding. Tersenyum dalam hati


"Heii.. kenapa diam saja ? Teriak Satria kembali kesal


"Iya. Jawab ku singkat


"Huhh. Dengan emosi, Galih memacu kendaraan nya meninggalkan Gery.


Hahahahahah. Gery tertawa dalam hati.


---


Prankkk..


Andi membanting gelas, mendengar itu Gery langsung keluar kamar, dan menanyakan kejadian tersebut kepada Ibu dan Andi di dapur.


"Ada apa ini ? ada apa bu ?

__ADS_1


"Entah nak, Adikmu yang membantingnya


"Kenapa kau Andi ?


" Tidak. Jawab Andi tegas


"Kenapa kau membanting gelas ini ? Gery kesal.


"Andi meminta ibu untuk membelikannya sepeda motor, karena malu selalu di ejek temannya.


"Sudah keterlaluan kau Andi, kamu tidak tahu, bagaimana usaha Bapak dan Ibu untuk sekedar berjuang hidup dan menyekolahkanmu ?


Andi diam tak bersuara.


"Kau pakai saja sepeda ku, aku pun jalan kaki ke tempatku bersekolah jika Satria tak menjemput.


"Kalau tidak ada motor, aku tak mau lagi bersekolah. Ucap Andi kesal


"Ahhhh.. Gery mengepal tangan bersiap untuk memberi adiknya pelajaran, namun tangan ibu sigap untuk mencegah Gery melakukan itu.


"Sudah, cukup . Ibu Menenangkan keduanya


"Ibu akan membelikanmu sepeda motor, asalkan kau membantu bapak setiap hari untuk mempersiapkan dagangan.


"Ibu ? Gery bertanya kepada Ibunya


Anak tak tahu di untung, selalu membuat masalah dan merepotkan Orang tua saja. Kesal, gery bergumam dalam hati.


---


Sudah 1 tahun pelajaran, Gery bersekolah di sekolah impiannya ini. Besok adalah waktu pengambilan raport untuk kenaikan kelas, Ibu Eni menyuruh Bapak untuk menemani Gery untuk pengambilan Raport hasil belajar Gery.


"Hallo tante, Ucap Gery kepada Bu Berlin Ibunda dari Satria.


"Ehh, Anak pintar . Bu Lin panggilan akrab nya, memang terlihat sangat dekat dengan Gery, selain Gery sering kerumahnya, Gery juga membawa dampak positif untuk Satria, karena nilai semester pertama yang lalu cukup memuaskan Bu lin dan Ayah Satria.


"Mana Satria Tante ?


"Satria tidak ikut, sedang tidak enak badan.


Dasar Satria, ternyata badan kokoh gitu, bisa sakit juga ya


"Owh , iya Tante, takut melihat nilaiku lebihh besar darinya munkin ya, hehe. Ucap Gery bercanda

__ADS_1


"Haha, sepertinya sih begitu, pasti nilaimu lebih besar dong, kan kamu guru juga untuk Satria. tersenyum


"Bisa aja Tante. hehe


"Kamu sendirian ? Orang tuamu tidak bisa datang lagi ?


Semester Ganjil yang lalu, Gery sendiri lah yang mengambil raportnya, karena Ibu dan Bapaknya sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Biasalah Bapak berdagang, Ibu mengasuh adik kembar di rumah.


"Aku sama Bapak Bu, seraya menunjukkan Pak Harto yang berjalan mendekati Anaknya.


"Harto ? Bu Herlin


"Lin ? Pak Harto


"Hahh, kalian sudah saling kenal ? Ucap Gery kebingungan.


"Hehhh, iya nak.


Kenapa, bisa bertemu disini ya, di depan anak ku lagi. Pak Harto


Harto, sepertinya kehidupanmu sedang tidak baik-baik saja, terlihat sekali dari pakaian mu . Berbeda dengan saat kau SMP dulu, ketua osis yang rapih dan berwibawa. Bu Herlin, menebak-nebak dalam hati.


"Bagaimana kabarmu Harto ?


"Baik-Baik saja Lin, kamu gimana ?


"Baik juga, sibuk apa sekarang Harto ?


"Berdagang Tante, kan aku pernah cerita kalau Bapakku seorang penjual bakso, tapi aku sangat bangga padanya.Gery tersenyum


"Owh iya yah, sukses jadi bos bakso nih. Bu herlin sumringah


"Ah, tidak, aku hanya penjual bakso keliling.


Akhirnya mereka larut dalam perbincangan yang cukup hangat, Pak Harto dan Bu herlin adalah teman semasa SMP. Sayang, nasib mereka jelas jauh berbeda, Herlin dinikahi oleh Pak Deni, seorang pejabat daerah di kota tersebut. Sedangkan Pak Harto harus berjuang bersama Bu Eni, untuk menghidupi ke empat anaknya.


Seperti yang di duga sebelumnya, Gery mendapatkan nilai terbaik di kelasnya, dan tidak di sangka-sangka Satria sangat berkembang dan mencapai peringkat 5 besar di kelasnya. Membuat Bu Herlin sangat senang, dan sampai mengucapkan terima kasih berkali-kali kepada Gery, karena mau mengajarkan dan mengajak Satria, agar lebih giat untuk belajar.


"Yang membuat Gery semangat sekarang bukan hanya aku Tante. Gery berbisik ke Bu Herlin.


"Siapa lagi ? Penasaran


"Satria sudah punya pacar. heheh

__ADS_1


"Hah ?


Bersambung...


__ADS_2