
Pagi ini , hujan nampaknya mulai membasahi jalanan dari rumah Gery menuju ke Sekolah
"Bu,, Pak,, aku berangkat ya . Ijin Gery kepada kedua Orang Tuanya.
"Iya nak, hati-hati. Ucap Bu eni sambil memberikan sedikit ongkos untuk Anak sulungnya.
Bagi sebagian orang, hujan adalah berkah, namun tidak bagi keluarga Gery, selain Pak Harto yang harus berdagang menahan dingin dari angin dan air hujan, hujan juga membuat repot gery untuk pergi bersekolah.
Mulut Gery bergetar Aduhh dingin sekali ya.
Sambil mengeluarkan seragam sekolah, sepatu dan tasnya dari kantong plastik yang dibawakan oleh Ibu, di depan pintu gerbang sekolah. Hujan yang lumayan deras membuat Gery lebih memilih pergi menggunakan kaos untuk biasa bermain dari pada harus menahan dingin jika menggunakan seragam sekolah dari rumah.
Andai aku punya motor dan jas hujan, mungkin tidak repot seperti sekarang. Bergumam dalam hati.
"Heii Heii, ada pengemis ? Ucap Galih meledek
Alah, dia lagi. Apa sih maunya ini anak ?
"Disini tempat bersekolah, bukan untuk pengemis sepertimu. Ucap Galih lagi, sambil tersenyum sinis kepada Gery
Plokkk..
Terlihat Satria memukul Galih dari belakang motornya
"Hei,, apa maksudmu berbicara seperti itu ?
Apa-apaan sih, berkelahi disini. Andin
Tatapan tajam dari Galih terlontar kepada Satria, sambil membersihkan darah yang mengucur dari pelipis kanan nya.
"Apa ? kau berani hanya dengan Gery ? sini lawan aku.
Meskipun secara postur, Galih dan Satria sama besar, namun Galih tak pernah berani melawan.
Sambil memacu motornya masuk ke dalam sekolah, Galih mengumpat dalam hati.
Kau beruntung kali ini Gery.
__ADS_1
"Terima kasih Sat, kau telah menolongku. Ucap Gery
"Tak apa, santai saja, orang seperti nya memang harus di beri pelajaran, ayo masuk ! menaiki motor sambil melemparkan senyuman kepada Gery.
Maaf Andin, dari tatapanmu aku tahu, kamu tidak suka melihat Satria berkelahi . Gery
Gery hanya mengangguk kan kepalanya kepada Satria dan Andin.
---
"Bu, bagaimana ya dengan janjiku kepada Tuan Miko, sejujurnya uang tabungan sudah sangat kosong.
"Sebaiknya nanti kita harus berkata jujur Pak, gimanapun hasilnya nanti, murka nya Tuan Miko.
Pak Harto tak menjawab, terlihat beban di kepala Pak Harto sudah sangat berat, membuat Pak Harto mulai sering mengeluh sakit kepala di bagian belakang.
Bu Eni terlihat pasrah dengan keadaan, dan tidak bisa melakukan apapun, yang bisa dilakukan sekarang hanya berdoa, agar setiap masalah yang diterima, dapat terselesaikan dengan baik.
---
"Maafkan Satria ya din, dia hanya benar-benar ingin menolongku.
"Bilang kepada Satria, aku tak suka caranya.
Sambil berusaha pergi dari perbincangan tersebut.
"Aku yakin, Satria tak ada maksud lain. Ucap Gery memohon.
"Sudahlah, aku harus ke ruang kantor. Sambil meninggalkan Gery
Andin sangat tidak suka dengan pria keras dan suka berkelahi, setelah melihat kejadian itu, Andin terlihat sedikit memberi jarak atas hubungannya dengan Satria.
---
Gery sedang duduk sendiri di depan kelas, berkumpul bersama teman-teman sekelas yang lain.
"Ger, nanti pulang sekolah aku mau kerumahmu.
__ADS_1
"Ada apa, tumben sekali ? Gery bingung
"Aku ingin menemani Mama ku kerumahmu.
"Wah, ada hal apa ? Penasaran
"Sudahlah, nanti kau naik motor denganku, andin bilang tadi mau pulang sendiri.
Ahh, benar saja firasatku, andin benar-benar marah dengan Satria. haduuhhh
Setelah beberapa saat, terlihat wanita tinggi semampai, putih, rambut bergelombang menggunakan bando lewat di depan kelasnya.
Gery dan Satria hanya melongo, dan cairan mulai menetes dari mulut Gery, melihat penampakan wanita tersebut.
"Itu siapa Sat ? Gery antusias
"Tak tahu. Dengan Cueknya
Bak angin sepoi-sepoi di teriknya cuaca sehabis hujan, wanita cantik memberikan kesejukan pula di hati Gery.
Aku jatuh cinta. Ucap Gery sambil terus mengarahkan matanya ke arah wanita tersebut.
Tak perlu waktu cukup lama untuk Gery mencari Informasi tentang wanita tersebut, dengan keahlian mencari tahu, seperti tokoh kartun idolanya Detektif Conan, Gery sudah mendapatkan semua informasi tentang Vina.
Ya, Vina Sabrinna .
Vina murid pindahan dari Jawa Timur, masuk ke sekolah ini karena mengikuti Ayahnya seorang polisi yang harus pindah tugas ke Kota XX tempat Gery tinggal.
Vina tergolong murid yang cukup berprestasi dan pandai bergaul, hal iu lah yang membuat Ayahnya tampak tak perlu khawatir dengan kepindahan Vina di tiap sekolah dekat tempat Ayahnya berdinas.
Bersambung...
**Note:
Tampaknya Gery mulai jatuh cinta ya, simak kisahnya di episode-episode selanjutnya. jangan lupa tinggalkan komen dan like, agar author semangat untuk mengupload setiap jalan cerita nya. heheheh
Author** :)
__ADS_1