Inikah Kesuksesan ?

Inikah Kesuksesan ?
Eps 6


__ADS_3

"Harto... Harto.. Berteriak


Tampak wajah panik dari Pak Harto, dia sudah mengenal betul suara yang bersumber dari halaman rumahnya.


Ya ampun, semoga Gery tidak mendengar suara tersebut . Sambil melongok kamar Gery, memastikan kalau anaknya tidak mendengar.


Syukurlah.. Gery sedang tertidur pulas.


Gery hari ini tidak masuk sekolah, setelah mengeluh panas dingin, karena harus hujan-hujanan untuk membantu Pak Harto, yang terpaksa pulang berdagang lebih awal karena ada badai ekstrem yang sedang menerpa Kota XX kemarin.


"Iya Tuan.. Ucap Pak Harto sambil membuka pintu rumahnya.


"Mana setoran untuk bulan ini ? kamu sudah telat 3 hari.


"Maaf Tuan, Saya berjanji lusa akan saya bayar.


"Tidak ! Berteriak


"Jika kamu tidak membayarnya hari ini, kamu harus bayar 3x lipat jumlah setoran. Lanjutnya


"Uang tabungan bulan kemarin belum cukup untuk membayar Tuan, tolong beri saya keringanan. Pak Harto memelas


"Hahahahaha.. Hahahahahah . Membuat Tuan Miko tertawa lepas.


"Saya tidak mau tahu ! Bayar, atau rumah ini saya sita.


"Tolong beri saya kesempatan Tuan, Saya berjanji saya akan segera membayarnya.


"Saya tunggu sampai jam 12 malam ini, atau bayar tiga kali lipat. Ucap Tuan Miko ketus


"Ba.. Baik Tuan. Menunduk


---


Di suatu rumah yang besar dan mewah.


Nampak Pak Deni, Ayah dari Satria baru saja pulang dari dinasnya di luar kota.


"Aku pulang.. Ucap Pak Deni saat memasuki rumahnya.


"Ayah, Bu Lin menghampiri


Nampak terlihat kerinduan dari Bu Lin, pekerjaan dari suaminya sebagai pejabat pemerintahan, membuat Pak Deni harus sering sekali tugas keluar kota berhari-hari.


"Aku lelah sekali, Satria mana ma ?


"Ada di kamarnya yah, sedang bermain PlayStation, hadiah dariku.

__ADS_1


"Hahh.. memang hari ini dia ulang tahun ?


"Tidak. Ucap Bu Lin lembut


"Hadiah itu, kuberikan karena hasil raport tahun ini cukup memuaskan yah..


"Pasti hanya karena tidak ada nilai merah di raportnya ya ? Ucap Pak Deni meledek.


"Enak saja kamu, Anak kita masuk 5 besar di kelasnya. Ucap Bu Lin senang


Kaget dengan yang di dengar, sontak membuat Pak Deni terlihat antusias untuk memanggil Satria.


"Wahh.. wahhh. Satriaa.. Satriaa. Memanggil Satria dengan penuh senyuman


Wajar saja Ayahnya kaget dan senang, semasa SMP, raport tanpa nilai merah saja sudah membuat Ayah Satria senang bukan kepalang, sampai-sampai masuk sekolah favorit pun hanya karena kedekatan Ayah Satria dengan Kepala Sekolah tersebut.


"Iya yah.. Satria membalas panggilan Ayahnya


"Sini duduk Sayang. Ucap Bu Lin kepada Satria


Sebagai Anak Tunggal, Satria sangat di sayang oleh kedua Orang Tuanya.


"Benarkah kamu masuk 5 besar nak ?


"Iya dong, heheh.


"Selama ini, Satria di bantu Gery, rekan Satria yah. Ucap ibu menjawab ketidak yakinan Ayah.


"Ayah sih, jarang dirumah. Lanjutnya ketus


"Ohh, Gery teman sebangku mu ?


"Iya yah. Ucap Satria


"Ayah sangat bersyukur, jaga nilaimu, maka ayah akan memberangkatkan mu untuk kuliah di Milan.


Satria memang mempunyai cita-cita untuk kuliah di Negara Pizza tersebut, bukan karena Kampus yang bagus atau bonavit, keinginannya tak lebih hanya karena ingin lebih dekat dengan klub idolanya AC Milan.


"Yeeeeeeaaayyyyyy... Satria kegirangan


"Oh ya, Gery ternyata anak dari rekan ku Harto, ketika SMP loh.


"Harto? yang dulu pernah membantuku, lolos dari amukan warga, ketika aku perang sarung ?


"Iya yah, benar..


Pak Harto memang pernah membantu Pak Deni, ketika tradisi bulan puasa, perang sarung mempertemukan Desa Pak Deni dan Desa sebrang Pak Harto.

__ADS_1


"Wahh, sudah lama sekali ya itu. Mengingat kembali kejadian tersebut.


"Harto kerja apa sekarang ? lanjutnya


"Harto menjual bakso keliling yah.


Sayang sekali, orang baik sepertinya tidak bernasib baik pula. Pak deni


"Kalau begitu, besok kamu kerumah Gery dengan Satria mah, bilang saja, kalau Aku ingin mengontraknya selama 7 hari. Untuk menjual dagangannya di Festival Ulang Tahun Kecamatan, Lusa.


"Langsung saja kau beri biaya penjualan untuk 7 hari, kepada Harto.


"Siap bos.. Laksanakan . Satria


"Baik yah.. Tersenyum


---


Pak Harto nampak sedang melamun di dapur, sambil mendengarkan siaran radio dangdut kesukaannya .


"Pak ? Ucap Gery pelan


Kaget terbangun dari lamunannya.


"Ehh, kamu nak, tidak kok, Bapak hanya sedang mendengarkan siaran dangdut.


"Tapi, kok pandangan bapak kosong gitu ?


"Emm, tidak nak, badan bapak sedikit pegal-pegal saja.


"Aku pijit ya Pak. Sambil meraih kursi untuk duduk dekat kaki Pak Harto


"Pak, doakan aku agar bisa membahagiakanmu ya. Aku ingin melihat Bapak dan Ibu menikmati kesuksesan ku nanti.


Gery sangat yakin dengan kesuksesannya suatu saat nanti.


"Bapak akan selalu berdoa dan berusaha semampuku agar kamu mewujudkan cita-cita mu nak. Ucap Bapak, sambil mengelus-elus rambut Gery.


Padahal, dalam hati Pak Harto, sudah sangat lelah dengan kehidupannya, mengurus 2 anak kecil, dan 2 orang yang harus bersekolah, membuat Pak Harto kadang harus melawan keluhan dan keringat yang harus menetes ketika mendorong gerobak sepanjang perjalanannya.


Berkali-kali, Gery melihat Bapak makan Nasi dan Bakso yang sudah di olah sedemikian rupa, menjadi masakan Semur, Rendang, Kari, Goreng-gorengan Bakso oleh Bu Eni, agar tidak bosan setiap hari harus makan bakso dagangannya saja.


"Aku sayang Bapak. Gery memeluk tubuh Bapaknya yang terlihat sudah tak sekuat muda dulu.


Bu Eni yang sedari tadi berdiri di depan pintu dapur pun, tak kuasa menahan tangis, karena melihat adegan tersebut.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2