Inikah Kesuksesan ?

Inikah Kesuksesan ?
Eps 8


__ADS_3

Sepulang sekolah Bu Lin dan Satria pergi ke rumah Gery untuk menyampaikan pesan yang diberikan oleh Ayah Satria Pak Deni.


"Tok,,tok,,tok . Bu Lin mengetuk pintu rumah dari kerabat lamanya Pak Harto.


"Eh, Satria. Ucap Bu Eni menyambut kedatangan Satria dan Mama nya.


"Selamat sore Bu, Ucap Bu Lin


"Ibunya Satria ?


"Iya Bu. Seraya memberikan senyuman manis kepada Bu Eni


"Ayo, ayo, silahkan masuk, maaf rumahnya kecil dan berantakan bu.


"Gapapa toh Bu, sama saja seperti rumah saya.


Setelahnya, Bu Eni dan Bu Lin berbincang perihal keseharian Satria dan Gery di sekolah, tak henti-hentinya Bu Lin memuji kepribadian Gery yang sangat baik dan mengucapkan terima kasih karena telah menjadi sahabat yang baik dari anaknya Satria.


"Gery mana bu ? Tanya Satria, karena sedari tadi Gery belum menampakkan batang hidungnya.


"Owh, Gery menyusul bapaknya berkeliling Sat, sejak musim hujan, Gery selalu menemani bapaknya berjualan sepulang sekolah, karena badai dan kadar hujan sedang tidak menentu. Gery sangat khawatir dengan keadaan Bapaknya, jika berjualan seorang diri.


Sungguh anak yg berbakti kau Gery. Bu Lin


"Iya Bu, padahal tadi di sekolah saya sudah memberitahu dia, kalau saya akan kerumahnya.


"Tuh, harusnya kamu tiru Gery, Orang tua adalah hal yang paling penting dari apapun. Celetuk Bu Lin, seraya mengusap kepala dari Satria.

__ADS_1


"Ah Ibu bisa aja, kebetulan Gery kan tidak ada kegiatan lain selain sekolah Bu, jadi ya membantu orang tua saja yang bisa dilakukan.


"Iya nih Mama, aku kan sibuk ma . Jawab Satria


"Sibuk apa kamu ? Bu Lin penasaran.


"Sibuk main PlayStation, hehehe


"Dasar bandel. Bu Lin kesal


Setelah obrolan yang cukup hangat, Bu Lin memulai perbincangan tentang pesan dari Pak Deni untuk Pak Harto.


"Sampaikan kepada Pak Harto, Baksonya di sewa oleh Suami saya untuk acara Festival Ulang Tahun kecamatan selama 7 hari, Besok bu. Seraya memberikan Amplop berisi uang kepada Bu Eni.


"Ini benar Bu ? Tanya Bu Eni antusias


Ya Tuhan, terima kasih banyak atas segala pertolongan kepada keluarga hamba, ketika hamba sedang membutuhkan, engkau selalu menjawab dengan mukjizat-mukjizat yang kau berikan. Bu Eni berdoa dalam hati.


Karena senang, Bu Heni sangat gugup dengan apa yang terjadi di depannya, dan belum membayangkan berapa uang yang di berikan oleh Bu Lin. "Terima Kasih banyak Bu Lin". Seraya meraih lengan Bu Lin dan menggenggamnya.


"Coba dihitung dulu, kurang tidak ya Bu ? jikalau kurang nanti setelah acara akan saya beri kekurangannya.


Bu Eni menghitung uang di dalam amplop tersebut.


Ya Ampun, banyak sekali ini.


"Banyak sekali ini Bu ?

__ADS_1


"Sudahlah, bagian Rezeki dari keluarga Ibu dan Gery, yang terpenting besok siap untuk memulai jualannya ya bu.


"Aa..siapp Bu.


Setelah selesai, Bu Lin dan Satria pulang ke kediamannya, rasa senang dari Bu Eni sepertinya tidak bisa tertutupi. Bu Eni merasa sangat bersyukur karena ada orang sebaik Keluarga Satria, yang selalu membantu keluarganya.


---


Sedangkan di tempat Pak Harto dan Gery berdagang.


"Pembelinya mana ya Pak ? sepi sekali, apakah orang banyak yang puasa ? tapi kok puasa malam hari ya. Gerutu Gery kepada Bapaknya


"Ini lah nikmatnya berjualan nak, tidak selalu ramai, terkadang kita harus sabar, meskipun hanya menunggu 1 pembeli, namun detik demi detik yang kita lalui, sudah tercatat sebagai Usaha kita. Kamu juga harus yakin, tidak semua memang mendapatkan hasil, tapi semua usaha, menimbulkan proses, yang bisa kamu pelajari untuk menjalani hidup sehari-hari.


Nampaknya, penjelasan Pak Harto kepada Gery cukup memberikan dampak semangat yang menggebu di dalam hati Gery.


"Siap pak, semangat 45 . Seraya tersenyum kecil kepada Pak Harto. selanjutnya Gery Berteriak lantang. "Bakso, Bakso, Bakso Bu Bakso Pak"


Pak Harto hanya tersenyum melihat tingkah dari anaknya tersebut. Semoga nanti kamu tidak merasakan sulitnya sepert Bapak mencari uang ya Gery. Kamu harus jadi orang sukses. Doa bapak dalam hati.


---


Berbeda dengan kakaknya, Andi selalu terlambat pulang ke rumah selepas bersekolah. Andi selalu menghabiskan waktu di luar rumah, bersama teman-temannya, tanpa memperdulikan keadaan keluarganya dirumah. Andi sudah terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak bagus, di usianya yang masih sangat belia, andi sudah mencoba-coba apa itu Narkoba dan kerasnya kehidupan malam di Kota tersebut.


Belakangan Andi menyembunyikan masalah yang cukup besar, yang belum di ketahui oleh keluarganya, selain terjerat di dalam lubang hitam narkoba, Andi juga di keluarkan dari sekolah karena berkelahi dengan teman sekelasnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2