
Nampak Gery sedang bermain dengan kedua adik kembarnya di dalam kamar bersama Ibunya, Gery memang terlihat sangat senang, selain tidak terlalu dekat dengan Andi, Gery sangat menginginkan kehadiran adik perempuan di dalam keluarganya. Berbeda dengan Andi wataknya yang keras, juga terkenal suka membuat masalah di dalam keluarga, berulang kali Gery harus memberi sedikit nasehat kepada adik laki-lakinya tersebut. Andi tampak tidak suka dengan kehadiran adik kecilnya, dalam benaknya, munculnya adik akan membuat kasih sayang kedua orang tuanya hilang kepadanya.
"Nak, jaga adikmu sebentar ya, Ibu mau membuatkan susu untuk adikmu.
"Baik bu.
Ibu berjalan ke dapur, untuk membuat susu untuk si kembar. Terlihat Bapak juga sedang mengolah bumbu bakso yang akan di jual nanti.
"Bu, doakan aku, agar hari ini dagangannya habis, ini kan hari minggu. Ucap bapak sumringah, mengingat hari libur adalah hari berkah, untuk pedagang keliling seperti Pak Harto.
"Aku akan mendoakanmu selalu Pak. Ucap Bu Eni tersenyum ke arah Pak Harto
"Huhh, senyummu bu, mengingatkan bapak saat muda dulu, waktu pertama kali bapak melihatmu di kedai bapakmu.
Itulah pertama kalinya Pak harto bertemu Bu Heni, di kedai Bakso milik Mertuanya. Saat menjadi buruh kasar di salah satu pasar di kota tersebut.
Sejak kepergian Mertuanya, dan tidak ada yang meneruskan tradisi keluarga menjadi penjual bakso, Pak Harto pun memutuskan untuk meneruskan kesenangan mertuanya menjadi Penjual Bakso.
"Ahhh, Bapak bisa aja. Tersipu malu
Bu Eni, sedikit murung ketika melihat kotak susu si kembar sudah mulai habis, meski umur Sinta dan Santi masih seharusnya mendapatkan ASI. Tapi ada suatu kelainan pada Produksi Asi Bu Eni. Gery dan Andy pun, tidak pernah merasakan ASI Bu eni. Terpaksa sejak bayi harus meminum susu Formula, bukan ASI yang seharusnya.
"Susu si kembar habis pak, ucap Bu Eni lirih
"Hmmm, iya bu, Bapak belum punya uang untuk membelinya, tabungan kemarin kan sudah di bayarkan cicilan ke Tuan Miko. memelas
"Bagaimana ya pak ?
" Menungguku pulang jualan nanti memang tidak bisa bu ?
"Kasihan si kembar, kalau harus menunggu sampai nanti malam Pak, apa aku pinjam ke warung depan gang dulu ya pak ? nanti...
Ada apa Pak ? Bu ?
Gery memotong pembicaraan, karena rumah yang tidak terlalu besar, bahkan dapur dan kamar Ibu berada sangat dekat, Gery pun dapat mendengar sedikit percakapan orang tuanya yang terlihat sangat kebingungan.
"Tidak nak, ucap mereka bersamaan
Mendengar kata-kata itu pun, Gery seolah sudah mengerti akan maksud perkataan kedua Orang tuanya.
__ADS_1
"Sebentar Bu, Gery berlari kedalam kamarnya.
Gery membawa celengan, dan meminta sebuah palu kepada Ibu.
Prakkkk
Celengan Ayam terbuat dari tanah liat pun pecah.
Terlihat, cukup banyak uang lembaran dan koin yang berada di dalam celengan tersebut.
"Gery, ucap Ibu pelan
"Tak apa bu, aku masih bisa menabung lagi nanti. Tersenyum senang
Bapak mengelus pelan kepala Gery, Gery menghitung uang yang di dapat dari celengan tersebut, nominalnya bahkan cukup untuk membeli kebutuhan susu si kembar untuk 2 minggu kedepan.
"Apa ini cukup bu ? sambil menoleh dan memberikan uang tersebut kepada ibu.
"Tak perlu sebanyak ini nak. Bu Eni
"Ambil seperlunya, sisanya kembalikan, untuk Gery Bu
"Sudahlah pak, tak usah mengkhawatirkanku, selama disekolah bahkan, uang yang aku terima tak pernah ku pakai, karena teman sebangku ku, Satria, selalu meneraktir ku di kantin.
Ibu menggelengkan kepala, "Hmm, Yasudah, terima kasih banyak ya nak, sudah membantu Bapak dan Ibu.
"With a Pleasure bu.. :)
"Kasur ? Bapak nyeletuk
"Dengan senang hati Bapak. hihi
Sepertinya, kemampuan Bahasa Inggris dari Gery, cukup baik sekarang, tak terlepas dari pergaulan di sekolah dan pelajaran yang di dapat di sekolah favorit itu.
Semoga, kelak kau menjadi anak yang sukses. dan mengangkat derajat keluargamu ya nak.
Doa ibu di dalam hati.
---
__ADS_1
Di dalam kamar
"Andi, surat apa itu ?
"Hh Tidakk, bukan surat apa-apa . berusaha menyembunyikan kertas di balut amplop coklat tersebut.
"Apa ini ? Gery merebut.
"Hanya surat pemberitahuan, dari sekolah. Agar aku lebih semangat belajar.
"Kemana saja kamu 1 minggu tidak ke sekolah ? Ucap Gery setelah membaca isi surat tersebut.
Meski terlihat membangkang kepada orang tuanya, Andi sangat takut kepada kakanya, karena sifat dingin yang ditunjukkan Gery kepadanya.
"Maaf, aku bolos sekolah di ajak temanku.
Gery memarahi Andi, sampai hampir memukul anak tersebut.
Gerakan refleknya membuat Andi terpaksa pergi dari kamar dan meninggalkan rumah, untuk menyelamatkan diri.
"Andi, kemana kamu ? ucap ibu kebingungan
Gery memberikan surat kepada Ibu.
"Andi, Andi. seraya menggeleng kepala. Setelah membaca surat tersebut.
"Jangan terlalu keras dengan Adikmu.
"Dia salah bu, Ibu masih saja membelanya.
"Iya, meskipun seperti itu, dia itu adikmu. ibu menenangkan Gery
"Besok, Bapak harus ke sekolah Andi , ada pertemuan wali murid. Ibu sedikit berteriak kepada bapak, karena posisi Pak Harto di dapur
"Iyaa Bu, Ucap Bapak
"Ibu masih saja menyembunyikannya.
Sambil, mengarahkan telunjuk kearah mulutnya "Ssst, supaya bapak mau ke sekolah Andi, kalau tau masalahnya, bapak tak akan mau ke sekolah Andi, membuat masalah tak akan selesai.
__ADS_1
Memang selama ini, hanya ibu yang selalu ke sekolah, ketika Andi berurusan dengan Guru BK. Karena sekarang Ibu sedang sibuk mengurus kedua anak kembarnya, jadi tak bisa meluangkan waktu untuk ke sekolah Andi.
Berbeda dengan Gery, Bapak yang akan selalu ke Sekolah, ketika harus menerima pujian dari guru-guru di sekolah, karena nilai dan tingkah laku baik yang dilakukan Gery. Ini di lakukan ibu, semata-mata agar Bapak tetap semangat bekerja untuk menghidupi keluarganya.