Inikah Kesuksesan ?

Inikah Kesuksesan ?
Eps 3


__ADS_3

"Pak.. Buu.. Teriak Andi


Ahhhh, bapak dan ibu kemana sihh, perutku sakit sekali


Andi hari ini tidak masuk sekolah, dengan alasan sakit perut yang sebenarnya hanya gara-gara semalam makan terlalu pedas di acara ulang tahun teman nya.


"Ada apa nak ? Pak Harto datang menghampiri


"Sudah tahu perutku sakit, masih saja bertanya. Jawab Andi melotot seakan bola mata ingin keluar dari sarangnya


"Kamu kan sudah minum obat tadi, mungkin saja itu reaksi dari obat saja


"Ahhh, mana ibu ?


" Ibu sedang memandikan adik-adikmu


"Selalu saja dia yang di urus, sudah tau aku sakit beginipun masih saja tidak perdulikan


Ibumu kurang memperdulikan apa ? mengurusmu dari semenjak di dalam perut sampai sudah sebesar ini. Ucap Pak Harto dalam hati


"Nanti Ibu juga akan merawatmu, Bapak sedang mempersiapkan dagangan, Ibu nanti juga akan kesini.


"Ahhhhh, sudahlah , kalian sama saja. Ucap Andi kesal.


Memang, semenjak lahirnya si kembar bungsu, andi semakin jadi saja. seolah-olah takut kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya. mungkin karena terlalu lama menjadi anak bungsu, sifat seenaknya tidak dapat berubah, meski sudah memiliki adik.


Tok.. Tok.. Tok


"Harto..Harto


Terdengar suara dari balik pintu depan rumah


"Pak, sepertinya Tuan Miko di depan. ucap Bu Eni sambil menoleh ke arah suaminya yang sudah siap untuk berangkat berdagang.


"Iya bu, Bapak kedepan dulu ya


Pak Harto membukakan pintu, lalu kaget seketika dengan Tuan Miko yang sudah di teras rumahnya bersama 2 orang tinggi besar.


Hah, apa itu pengawalnya ? Pak Harto bertanya dalam hati.


"Harto, mana janjimu ? kau bilang akan mulai mencicil hutangmu hari ini ?


"Iya Tuan, nanti sepulang saya berdagang tuan


Pak Harto memang meminjam uang untuk biaya Gery masuk sekolah di SMA Favorit yang cukup mahal.

__ADS_1


"Awas kau meleset, akan ku patahkan lenganmu. Kesal


"Baik.. Tuan.. Menunduk takut.


Tuan Miko, Orang kaya yang sangat sombong, dia bisa melakukan apapun dengan uangnya. Bahkan meminjam-minjam kan uang kepada warga yang kurang mampu. Bukan semerta-merta menolong. ada niat busuk, di rencananya. Dengan iming-iming bisa di cicil , tapi bunga nya sangat besar.


Contohnya, keluarga Pak edi tetangganya, yang harus meninggalkan rumahnya karena bunga hutangnya sudah mencapai harga jual rumah Pak Edi.


Maka dari itu, Pak Harto merahasiakan pinjaman ini kepada Gery, karena Gery memang sangat kesal dengan perilaku Tuan Miko, dan mengutuk agar orang tuanya tak pernah meminjam uang kepada Tuan Miki di keadaan genting sekalipun.


Andai kamu tahu nak, mungkin kamu memilih untuk tidak sekolah, daripada harus memakai uang pinjaman dari Tuan Miko. ucap Pak Harto dalam kegelisahan hatinya.


"Semoga hari ini jualannya laku ya Pak. ucap Bu Eni berdoa


"Iya Bu, Bapak pergi dulu ya. Sambil mendorong gerobaknya menjauh dari halaman rumah.


---


Dalam kelas


*Tak terasa sudah 1 bulan aku sekolah disini, ini mimpiku yang pertama, sekolah di sekolah favorit adalah keinginanku untuk bisa meraih cita-cita ku kelak. Aku akan lulus dan mendapat nilai terbaik disini. Agar aku dapat beasiswa untuk melanjutkan kuliahku tanpa merepotkan lagi Bapak dan Ibu.


Lulus Kuliah, memiliki perusahaan besar, rumah mewah, mobil mewah, pengawal, istri cantik dan anak yang sangat lucu. dan tak lupa, akan kubuatkan bapak restoran bakso yang besar.


Ya Tuhan, bantu aku untuk meraih kesuksesan ku*.


"Melamun aja kamu Ger ?


"Tidak, aku hanya sedang membayangkan sesuatu. Meringis kesakitan


Jelas saja sakit, Satria berpostur cukup tinggi besar, telapak tangannya saja lebih besar dari telapak tangan Gery.


Gery dan Satria memang sedikit menjadi pusat perhatian di kelas bahkan di sekolahnya.


Satria berwajah tampan, horang kaya, tinggi. Bahkan memudahkannya untuk mengikuti kegiatan Eskul Basket di sekolah tersebut.


Sedangkan Gery, Meskipun tak setampan Satria, wajah Gery lebih terlihat manis dan baby face, sekilas mirip dengan Bu Eni. Yang membuat Gery terkenal di sekolah adalah kepintarannya, namanya sering di sebut di ruangan kantor, karena Gery mendapatkan nilai terbaik ketika tes masuk ke sekolah Favorit ini.


Oh, ya semenjak keduanya semakin dekat sebagai sahabat karib. Satria selalu menjemput Gery untuk pergi bersama ke sekolahnya, selain memang 1 jalur dan lebih dekat ke sekolah, Satria merasa kasihan ketika melihat Gery satu-satunya murid di sekolah ini yang menggunakan sepeda ke sekolah.


Maklum saja, sekolah ini terkenal selain Favorit, juga berisi murid-murid dari kalangan menengah ke atas.


"Ayo ke kantin, akan ku perlihatkan wanita incaranku. Ucap Satria sumringah


"Ahh, yang mana lagi si ?

__ADS_1


"Sudahlah ayo, akan ku traktir kamu Ger.


Sepertinya kata-kata Traktir sudah sangat biasa di ucap Satria, sejak pertama masuk sekolah, Satria selalu meneraktir Gery, sampai-sampai Gery sudah tak pernah lagi membawa bekal. malah uang jajan yang di beri Ibu ketika pergi pun, tak pernah terpakai untuk membeli makanan di kantin. Seakan-akan Satria membantu Gery untuk menabung di celengan ayam yang di simpan rapat-rapat dirumah.


"Pesan Ger ! ucap Satria


"Siap bos.


Gery tak jadi berdiri meninggalkan mejanya, tangan nya di tarik cukup keras oleh Satria.


"Ger..Ger , sambil memberikan kode mata ke arah meja yang berada cukup jauh dengan mejanya.


"Apasi sat ?


"Itu lihat.. tersenyum lebar


Andin, wanita tidak terlalu tinggi, berambut lurus, putih bersih, kaya nasi putih. hehe


Yaa, itu lah andin, wanita yang ingin di perlihatkan kepada Gery, wajahnya sangat manis tidak membosankan.


"Wihhh, ucapku senyum-senyum kecil


Plak...


"Punyaku, ucap Satria sambil menyentil kening Gery


"Iya.. iyaa, punya mu, tapi kan belum jadian, bahkan kalian belum saling kenal. ngeyel


"Pokoknya dia punyaku. Kesal


"Hehe, siap pak bos.. becanda Sat


lebih baik aku mengalah, daripada hari ini aku harus membayar makanku sendiri.


Satria tak melepaskan pandangan nya sedikitpun ke Andin


"Cantik banget ya Ger ?, mau ga ya dia jadi pacarku ? mau bantuin aku pdkt dengannya kan Ger ?


"Gerr..Gerr..


mpphh, sialan, dari tadi aku ngomong sendiri dong ? ucap Satria dalam hati


Gery... Teriak Satria dari kejauhan


Gery hanya menggelengkan kepala.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2