
"Kalian semua mau kemana setelah ini?"Tanya Satria.
"Kami akan ke Bogor besok"jawab Ayu dengan kecepatan 30km/jam.
"Ke Jogja bukan ke Bogor"Zahira langsung menyahut.
"Katanya lo mau ke..."ucapan Lusi terpotong olh ucapan Zahira.
"Nggak kita besok pergi ke Jogja"ucap Zahira
"Bogor aja"
"Jogja"
"Bogor"
"pokok nya gue maunya ke Jogja"
Lusi yang mendengar pertikaian antara kedua temanya merasa kesal lalu berteriak"udah udah besok kita ke Jogja"
"Tapi kan Luss...."Jawab Ayu dengan nafas berat.
"Kita turutin yang mau ultah aja ya"Kata Lusi dengan senyum tersungging diwajahnya dan Ayu pun mengangguk mengiyakan.
"Nah gitu dong turutin yang ultah wkwk"ucap Zahira tersenyum puas tak sia sia pengorbanan suaranya.
"gue juga mau ke Jogja besok ke rumah nenek gue..kalian mau bareng?"ucap Doni yang sedari tadi masih sibuk dengan kamera yang ia bawa.
Zahira membelalakkan matanya kaget"hah?kalian juga mau ke Jogja?"
__ADS_1
"iya..kalian bareng kita aja..ya nggak Sat."Tanya Doni kepada Satria.
"Iya gapapa bareng kita aja kursi belakang masih kosong kok"ucap satria sambil menatap Zahira dengan senyum terangkat diwajahnya.
"emm gue tiba tiba pengen ke Bogor aja deh..Pilihan Ayu bener..kayaknya lebih enak di Bogor"ucap Zahira.
"Ah itu mah tadi..udah lah kita ke Jogja aja..Jogja kan tempat nya juga bagus..Lagian kan kesananya gratis."ucap Ayu tersenyum senang dan Lusi pun mengiyakan.Bagaimana tidak senang Ayu kan penikmat diskon dan gratisan.
*********
Sesampainya di salah satu hotel di Jakarta Ayu Lusi dan Zahira merebahkan badanya ke ranjang sambil menatap langit langit.
"Satria ganteng ya..ihh jadi pengen milikin dia..tapi gue masih sayang sama si Rendy(pacar Ayu)...duh perasaan apa yang menyerangku..apakah ini yang dinamakan bucin..ah sudahlah aq jadi penggemarnya Satria aja deh"Ucap Ayu dengan tambahan embel embel khasnya.Satria memang tampan tak salah jika semua mata memandangnya saat bertemu dengannya.
"Gue sih milih si Doni aja..udah ganteng jago motret lagi..kalo gue jadi pacarnya,gue minta di foto trus sama dia biar penggemar gue merajalela bak semut yang mencari makan dan bagaikan rintik hujan yng tak terkirakan"Sahut Lusi dengan mata yang berbinar.Lusi menyukai Doni cowok yang hobi memotret dan traveling.
"Berarti menurut lo Satria bening dong?"ucap Lusi kembali.
"ciee"ucap Lusi dan Ayu secara bersamaan seperti sedang paduan suara.
"eng enggak"sahut Zahira dengan gelagapan.
"ah udah lah nggak usah dibahas..nggak penting"Zahira kembali berbicara lalu beranjak meninggalkan kedua sahabatnya yang masih berbincang bincang sambil menghitung cicak cicak di dinding.
"eh mau kemana lo?"tanya Ayu.
"Mau ke balkon..kalian istirahat aja dulu nanti malem aja kita berkemasnya...males gue kalo sekarang..."ucap Zahira kemudian ia tak terlihat dari pandangan Ayu dan Lusi lagi.
******
__ADS_1
Sore ini Jakarta nampak mendung.Terlihat seorang perempuan tengah menikmati pemandangan kota Jakarta di balkon hotel.Zahira merindukan suasana ini dimana dulu ia tinggal di Jakarta dengan kenangan yang masih melekat di pikirannya.Ia meneguk secangkir kopi yang tadi dibuatnya sebelum ke balkon.
Andai gue masih tinggal di kota ini sama dia..
Rasanya gue rindu dia..
Tapi apalah daya gue cuma bisa menatapnya sekarang..
Untuk menggapainya gue merasa tak pantas..(gumam Zahira sambil tangannya menadahi air hujan yang masih menyelimuti kota metropolitan itu)
drrttt drrtt
Zahira mengambil ponselnya yang berdering di meja.Tertera nama Bang Abi di layar ponselnya.
di Jakarta pukul 16.12 berarti Kalau di London sekarang sekitaran jam 10.12 am...Kenapa pagi pagi bang Abi telpn ya?(gumam Zahira kemudian menggesel tombol hijau ke samping tanda menerima panggilan.)
"Hallo bang ada apa?"
"Abang kangen..disini nggak ada kamu sepi..kapan pulang?..disana jangan lama lama ya .....kalau kamu lama disana sekarang juga abang susul."ucap Abi..abang Zahira yang super duper memperhatikan adik satu satunya itu.
"aku pulang 4 sampai 5 hari kedepan kog bang"
"janji loh cuma 5 hari lagi disana nya"
"iya abangnya acuu yang paling bawell sejagad raya"ucap Zahira sambil mendengus kesal.
"apa kamu bilang?"terdengar suara abi agak meninggi membuat Zahira bergidik ngeri.
"nggak bang..itu aja yang mau abang sampein?yaudah ya bang sinyal nya jelek lagi hujan soalnya..tut tut"Zahira menirukan suara ponsel seolah olah sinyal sedang buruk lalu mematikan panggilannya.
__ADS_1