Inikah Takdir?

Inikah Takdir?
Chapter 8


__ADS_3

Satria dan Zahira berlari larian,Zahira mengejar Satria karna Satria meninggalkannya.Satria berhenti didepan penjual permen kapas lalu membelinya.


Zahira menoleh ke kanan dan ke kiri mencari cari keberadaan Satria.Zahira yang sedang fokus mencari Satria tiba tiba ada yang menepuk bahunya.Zahira langsung menoleh namun wajah orang yang menepuk bahunya itu tak terlihat karena tertutup permen kapas besar.


"Ini untuk anda nona cantik"ucap seseorang yang menepuk bahunya tersebut.


"maaf anda siapa ya?"tanya Zahira.


"Saya pangeran tampan nona"orang tersebut menampakkan wajahnya yang ternyata adalah Satria.


Zahira menerima permen kapasnya"dasar ih"ucap Zahira lalu menjitak kepala Satria.


"aduh dahi pangeran tampan nanti lecet gimana?"ucap Satria memasang wajah merajuk.


Zahira tak menghiraukan ocehan Satria.Ia berjalan memandang sekitarnya.


"tunggu gue nona cantik..pangeran tampan ini akan menjagamu"ucap satria menggoda Zahira.


Satria mencoba mensejajarkan langkahnya dengan langkah Zahira.Ia menyalakan kamera yang menggantung di dadanya.Terlihat dari kejauahan tampak sebuah badut menampilkan aksinya.


"Kesana yuk"ucap Satria sambil menggandeng Zahira menuju tempat yang ia tunjuk.


"Bentar lo disini dulu"ucap Satria menambahi.


"Lo mau kemana?"Tanya Zahira,ia tak mau ditinggalkan lagi.


"Bentar doang"Satria berlari menjauh.Terlihat Satria berbicara kepada seorang pemuda.


"Bro boleh tolong fotoin"Satria meminta kepada pemuda tersebut.


"boleh"jawab pemuda tersebut.


Satria dan pemuda tersebut menghampiri Zahira.


"ngapain sih lo"ucap Zahira kesal.

__ADS_1


"ssttt diem yuk foto..buat kenang kenangan"ucap Satria.


Lalu merekapun foto bersama badut.Setelah selesai mereka kembali berlari menuju tempat segerombolan penyanyi.Satria meminjam gitar dan menyanyi.


"Lagu ini adalah lagu yang pengungkapan perasaan saya kepada seseorang yang sangat berarti bagi saya....dia adalah sahabat saya,namun disaat saya berani mengungkapkannya perempuan itu pergi entah kemana."Ucap Satria dihadapan banyak penonton yang ternyata Doni,Ayu,dan Lisa pun menonton pertunjukan Satria.


*Bulan terdampar dipelataran


Hati yang temarang


Matamu juga mata-mataku


Ada hasrat yang mungkin terlarang


Satu kata yang sulit terucap


Hingga batinku tersiksa


Tuhan tolong aku jelaskanlah


Tak bisa hatiku menafikkan cinta


Karena cinta tersirat bukan tersurat


Meski bibirku terus berkata tidak


Mataku terus pancarkan sinarnya


Ku dapati diri makin tersesat


Saat kita bersama Ooouooo


Desah nafas yang tak bisa dusta


Persahabatan berubah jadi cinta*

__ADS_1


..........


Sorak penonton ramai memecah kota Yogyakarta.Zahira menatap Satria terharu namun ia kembali teringat alasan kenapa waktu itu dia pergi.


Flashback ON


10 January 2016


Zahira bergegas menuju rumah Satria.Ia ingin hari ulang tahunnya ia rayakan bersama sahabatnya itu.Ia sudah menyiapkan beberapa camilan ia berencana untuk menghabiskan malam di taman rumah Satria.


Setelah sampai di rumah Satria,Zahira melihat Satria sedang berada di depan rumah memegangi tangan perempuan dan menyatakan cintanya kepada perempuan itu.


Hati Zahira hancur,Kini keranjang makanan yang ia bawa jatuh dan berceceran.Zahira langsung menyeka air matanya dan berlari pulang.


Sesampainya dirumah Zahira langsung bergegas menemui ayahnya yang berada di meja kerjanya.


"ayah..ayah.."Zahira berteriak sambil menaiki tangga menuju lantai 2.


Semua keluarga yang mendengar teriakan Zahira langsung berkumpul di lantai 2 di ruang kerja ayahnya.


"ada apa nak..kenapa putri kecil ayah berteriak"ucap Ayah Zahira kepada putrinya.


"aku mau yah..aku mau pergi ke London hari ini juga"ucap Zahira.


"benarkah?bukannya kau selalu menolak jika diajak menentap di London?"Tanya Abi,Abang Zahira.


"Zahira ingin cepat sembuh"ucapnya berbohong.


Ibunya yang mendengar penuturan anaknya langsung memeluk Zahira.


"kita berangkat besok aja ya...kan hari ini hari ulang tahunmu..katanya kamu ingin merayakannya bersama Satria.."ucap sang ibu.


"iya katanya kamu nggak pengen dirayain kalo nggak sama Satria"Goda Abi.


"ihh pokoknya Ira mau berangkatnya sekarang"ucap Zahira penuh penekanan.

__ADS_1


"baiklah nak...kita akan pergi malam ini juga"


__ADS_2