
Ditengah perjalanan Satria dan Doni berbincang bincang.
"Eh Sat kemarin lo bilang kalo lo mau ke Jogja padahal kita nggak pernah ada agenda ke Jogjakan?...trus kenapa lo ngaku ngaku punya nenek disana?"Hal yang dari kemarin ingin disampaikan pada Satria adalah alasan mengapa ia kemarin berbicara seperti itu.
"emm..anu.."
"anuu apa?"
"Apa jangan jangan kau menyukai salah satunya atau mungkin tiga tiganya sekaligus...yaampun Sat sisain satu buat gue!!"Doni memasang wajah memelas yang dibuat buat.
"eh enggak lah..gue kemarin ngomong gitu karna gue juga pengen liburan ke Jogja"Satria nyengir menampakkan sederet gigi putihnya.
"Emnag bener lo punya nenek di sana?"Tanya Doni.
"enggak"ucap Satria tanpa Dosa.
"gimana sih lo...!!"Doni mulai kesal dengan Satria.Ia merasa ada yang aneh dengan dirinya.Pasalnya dia tak pernah akrab dengan orang baru tapi hal ini lain,ia seperti ingin bersama 3 cewek itu.
"katanya lo punya nenek di Jogja kan?yaudah tinggal bilang kalo kita mau maen ke rumah nenek lo."Ucap Satria enteng.
"Kog jadi nenek gue?gue kerumah nenek gue terakhir kali itu pas gue kelas 6 SD.Gue nggak inget lah rumahnya."
"hah jadi lo nggak inget alamat nenek lo"ucap Satria mulai panik.Bagaimana ia menjelaskan semua ini kepada 3 cewek yang baru dikenalnya.
"ya engga lah"ucap Doni santai kali ini.
Satria berpikir keras,Terlintas satu ide di otak Satria"minta alamatnya sama nyokap lo aja"ucapnya dengan semangat.
"Gue tross"Doni berdecak sebal karna setiap ada apa apa Donilah yang disangkutkan.
__ADS_1
"Ayolah kau ini sahabatku..."ucap Satria memohon..
"oke"kali ini Doni mengalah karna ia tau jika dirinya terus menolak maka satria akan bertingkah memohon mohon layaknya anak kecil yang minta dibelikan mainan.
*********
Doni memberhentikan mobilnya,ia melambaikan tanganya kepada 3 perempuan di depan hotel.Ketiga perempuan itu mengahampiri Doni dan Satria.Setelah memasukkan semua barangbawaannya ke bagasi belakang,merekapun bergegas menuju bandara.
"Don"sapa Zahira
"iya?ada apa?"jawab Doni sambil memperhatikan jalanan yang sesekali melihat kaca yang nampak wajah 3 perempuan itu.
"bisakah kita lewat jalan pemuda?"tanya Zahira.Ia ingin melihat rumahnya yang sudah dijual karna sekarang ia menetap di London.
"bisa kok..emang kamu mau kemana?mau mengunjungi siapa?tanya Doni.
Zahira menatap ke luar jendela,ia sangat rindu suasana kota Jakarta.Mobil yang ditumpanginya sampai ke jalan pemuda.Zahira memusatkan matanya ke rumah yang besar dengan taman di depannya,lalu beralih pandanagan ke tukang bakso.Tukang bakso yang dulu sering mangkal di depan rumahnya.
"Berhenti!!"ucap Zahira spontan.
sssttt sstt
Mobil berhenti semua memandang Zahira bingung.
"Kenapa kau ini?"Tanya Ayu.
"gue mau bakso bang uuud...."suara Zahira terhenti.
"Bang siapa?"Tanya Satria.
__ADS_1
"eng anggak kok..tadi salah biacara"elak Zahira.
"gue mau bakso itu..apakah gue boleh turun sebentar?"Zahira menambahi.
"Za..nggak usah yaa,kita ini numpang kita nggak boleh seenaknya.Nanti kalo diJogja kita beli bakso deh ."bisik Lusi kepada Zahira.Ia merasa tak enak kepada Satria dan Doni karna selalu saja merepotkannya.
"Tapi gue maunya bakso itu"ucap Zahira memelas.
"Tapi kan..."Lusi menambahi.
"okelah.."jawab Zahira lemah.Ia merindukan rasa bakso itu.
"Kita turun aja..kita makan bakso itu!!"ucap Satria tiba tiba.
Semua turun menghampiri penjual bakso itu lalu memesan bakso dan esteh manis .Semua menikmati baksonya apalagi Zahira,ia terlihat sangat lahap.
"Nak Satria mau kemana"tanya penjual bakso itu yang tak lain adalah bang Udin.
"Saya mau ke Jogja bang"ucap Satria.
"Ini Ira kan?tanya mang Udin menunjuk Zahira.
Zahira yang sedang menyantap bakso sambil melihat rumah lamanya pun terkaget mendengar nama itu lagi.Ira adalah pangilan yang diberikan bang Udin kepadanya.
"eh bukan bang dia itu namanya Mega"ucap Satria.Sebenarnya Satria memang sudah curiga kalau dia adalah Rara.Perempuan yang telah meinggalkannya 4th lalu.
"Ohh kirain nak Ira..mirip soalnya"ucap bang udin sambil senyum.Ayu Lusi dan Doni yang tak mengerti situasinya pun tak menghiraukannya mereka sibuk menyantap bakso masing masing.
Setelah selesai membayar mereka bergegas menuju bandara.
__ADS_1