Inikah Takdir?

Inikah Takdir?
Chapter 3


__ADS_3

"apa kamu bilang?"terdengar suara abi agak meninggi membuat Zahira bergidik ngeri.


"nggak bang..itu aja yang mau abang sampein?yaudah ya bang sinyal nya jelek lagi hujan soalnya..tut tut"Zahira menirukan suara ponsel seolah olah sinyal sedang buruk lalu mematikan panggilannya.


Setelah mengembalikan ponselnya ke tempat semula Zahira langsung mengambil handuk dan bergegas untuk mandi.


15 menit kemudian Zahira telah selesai bersiap siap.Ia menemui kedua sahabatnya masih pulas tertidur,karena bosan dan enggan mengganggu sahabatnya yang masih tertidur Zahira memutuskan untuk berjalan jalan.


Duh ada taksi nggak ya(gumam Zahira setelah sampai di pintu utama hotel)


Rintik hujan yang tadi lebat kini mulai mereda.Zahira mencoba mencari taksi di jalanan depan dengan payung menutupinya dari hujan.Karena hujan tidak ada taksi yang melintasi jalanan,Lalu Zahira memutuskan untuk kembali ke kamar hotel menumui kedua sahabatnya.


"Besok aja deh gue kesananya"ucap Zahira lirih hampir tak terdengar.


********


06.00am


Zahira menggeliat sambil mengerjapkan kedua matanya.Ia melihat kedua sahabatnya masih terlelap ke dalam dunia mimpinya masing masing.Zahira bangun menuju meja rias yang berada dikamarnya,ia hendak mengikat rambutnya yang tergurai panjang sebahu.

__ADS_1


Zahira memandang kalung yang menggantung dilehernya,sebuah kalung yang memiliki liontin berbentuk gembok.Ia meraba kalung itu,tak terasa air mata lolos dari kelopak matanya.


gue masih nyimpen semuanya termasuk kalung ini,kalung ini tak pernah lepas dari tempatnya,kalung ini selalu menggantung dileher gue,kenapa kita tak pernah bisa menjadi lebih dari sahabat?apakah Takdir yang menolak atau mungkin waktu yang memaksa kita untuk seperti ini?Batin Zahira.Ia bangkit dari kursi riasnya hendak ke kamar mandi membersihkan diri.


Hari ini ia akan pergi ke Jogja.Ia akan menghabiskan waktu untuk merayakan ulang tahunnya di Jogja,agendanya ke Bogor batal karena seorang cowok yang tiba tiba muncul dikehidupannya.


Setelah selesai bersiap siap Zahira mulai menata kembali barang barang nya untuk dibawa ke Jogja.Terlihat Ayu dan Lusi masih sibuk mengobrol ditemani secangkir kopi ditangannya.


"Cielah Ra lo niat banget sampe jam segini aja udah siap"Ucap Lusi kepada Zahira yang sedang memegang Liptin ditangannya dan mengoleskannya di bibir mungilnya.


"gak sabar lo ya mau liburan..."ayu pun ikut bersahut menggoda Zahira.


"gak sabar liburan atau gak sabar ketemu Satria haha"Lusi terkekeh.


"eh ya satu lagi jangan panggil gue Zahira!!pangil gue Mega mulai sekarang..paham kan?jangan sampai keceplosan!!"Zahira kembali berucap memperingatkan kedua sahabatnya.


"emang kenapa sih Ra?"Tanya Ayu


"emm karna gue nggak mau ada orang yang tau tentang gue"

__ADS_1


********


Rumah Satria(Jakarta)


"oii bangun kita harus siap siap ke Jogja...bangun..hey!!lo denger nggak sih"Satria mulai jengkel membangunkan temannya yang satu ini(Doni)bukan hanya sekedar teman Satria sudah menganggapnya seperti saudara sendiri karna Doni sering menginap di rumah Satria.


"masih jam berapa sih emang?"


"jam 06.00!!cepat bangun..kalo nggak bangun gue siram lu!!"


"iya iya ih bawel"Doni membuka matanya dan berdiri bergegas mengambil handuk lalu menuju kamar mandi.


30 menit kemudian...


Satria dengan kaos putih dan dibaluti kemeja,celana pendek,topi melekat,dan sepatu kets melekat di kakinya dan Doni dengan jaket yang menutupi badan atasnya,celana panjang dengan sepatu warna hitam sudah siap.Mereka bergegas menuju Hotel yang ditempati Zahira,Lusi,dan Ayu dengan menggunakan mobil Sartia.


Ditengah perjalanan Satria dan Doni berbincang bincang.


"Eh Sat kemarin lo bilang kalo lo mau ke Jogja padahal kita nggak pernah ada agenda ke Jogjakan?...trus kenapa lo ngaku ngaku punya nenek disana?"Hal yang dari kemarin ingin disampaikan pada Satria adalah alasan mengapa ia kemarin berbicara seperti itu.

__ADS_1


"emm..anu.."


"anuu apa?"


__ADS_2