
"Anissa?"Panggilnya membuyarkan lamunanku
"Ahh!Baiklah"Jawabku
Suasana menjadi hening seketika.Melvi yang terus menatap jendela,dan aku yang hanya menunduk karena malu
"Anissa,jika aku tidak lahir,apa ibuku tidak akan meninggal?"Tanya Melvi dengan suara lirih
"A...Apa?"
"Apa lebih baik aku tidak dilahirkan?"Tanya lagi Melvi,namun masih fokus pada pemandangan diluar jendela
"Mengapa kau berbicara seperti itu hah!??"Bentakku pelan
"Jika memang aku tidak lahir,ibuku tidak akan meninggal,ayah pasti bahagia"Ucapnya sambil melihatku
Rasa bersalah terus mengganjal dihatiku.Apa perlakuanku terlalu kasar padanya?Apa aku terlalu jahat? Tapi,jika aku memberinya harapan,itu tidak bagus.Aku sudah kotor!Tidak mungkin aku bersampingan denganya
Aku hanyalah anak yatim piatu.Tidak ada papa tiri ataupun mama tiri.Aku tidak punya rumah,orangtua,keluarga,bahkan saudara.Lalu?Melvi?Meskipun dia tidak punya ibu,dia punya ayah yang masih ada dan harta yang berlimpah
Jika dibandingkan denganku,aku jauh darinya.Seperti langit dan bumi.Aku dibawah apa adanya bukan ada apanya.Sedangkan dia,dia diatas dengan kesempurnaan yang melimpah
"Anissa,tolong jangan peegi dari kehidupanku"Pintanya padaku
"Melvi...."
"Katakan,aku akan mendengarkan"
"Melvi,tapi,aku tidak pantas untukmu"Ucapku pelan namun masih bisa didengarkan oleh Melvi
__ADS_1
"Kenapa?Apa aku kurang sempurna di matamu?"Tanyanya kaget
"Bukan begitu,tapi..."
"Tidak ada tapi!Tidak ada yang pernah menolak keinginanku!"Potongnya dengan suara agak keras
"Melvi aku..."
"Kau berani menolak?"Tanya Melvi perlahan bangun dari tidurnya
"Argh..."Rintihnya sambil memegang kepalanya
"Melvi apa kau baik baik saja?"Aku langsung menantu Melvi menidurkannya kembali
"Kau keras kepala!Kepalamu belum sembuh! Mengapa kau memaksakan untuk bangun!!?"Tanyaku sedikit marah
Brak!!!Pintu kamar terbuka begitu saja.Tatapanku beralih pada pintu itu.Terlihat seorang gadis dengan pakaian seksi dan makeup menor.Sepertinya dia marah
"Wanita sialan!!!!!"Teriaknya sambil berjalan ke arahku
"Beraninya kau melukai Melvi!!!"Teriaknya lagi sambil menjambak rambutku
"Arghh!!"Rintihku
"Lepaskan!!Lepaskan wanitaku!!!"Teriak Melvi namun masih terbaring
"Apa?Wanitamu?Ini yang kau sebut wanita?Dia mencelakaimu!!Dia membuatmu masuk ke rumah sakit!Dan kau,menanggap dia sebagai wanitanya?!!!"Tanyanya sambil menunjuk padaku,namun masih menarik rambutku
"Lepaskan!!"Teriakku.Kemudian,dia melepaskannya.Kesempatan itulah aku gunakan untuk melarikan diri
__ADS_1
"Anissa!!!"Teriak Melvi.Aku melirik ke arahnya dan tersenyum.Kemudian,aku pergi begitu saja
"Lihat?Wanitamu bahkan meninggalkanmu!"Ucap perempuan itu
Melvi hanya terdiam menatap pintu ruangannya.Airmatanya keluar begitu saja.Rasa bersalah pada Anissa terus mengganjal di hatinya.Jika saja wanita itu tidak datang,mungkin Anissa tidak akan pergi meninggalkannya
Disisi lain...
Aku berjalan menyusuri jalan raya.Mereka melihatku dengan tatapan aneh.Ya memang,aku menangis saat keluar dari ruangan Melvi.Aku merasa tidak rela jika wanita itu bersama Melvi.Tapi,mau bagaimanapun,aku tidak bisa memaksakan diri.Mungkin dia dijodohkan oleh orangtuanya.Wanita itu juga terlihat kaya.Dia lebih pantas bersama Melvi
Hah...Apalah dayaku yang hanya bisa menyaksikan mereka bahagia.Sudahlah,jangan berharap,aku pasti bisa menghadapi semua ini.Tapi masalahnya,aku tidak punya tempat tinggal, uang pun tidak ada
Pagi telah pergi,malam telah datang.Aku pikir,aku sudah jauh berjalan.Ternyata,aku ada disamping rumah sakit.Apa aku sedang bermimpi?Kakiku terasa lelah,sebaiknya aku istirahat.Aku duduk di bawah pohon dan tertidur
Disisi lain...
00.01
"Aku harus mencari Anissa"Ucap Melvi pelan sambil berjalan sempoyongan
Wanita itu tidur dengan pulas.Bahkan,dia tidak menyadaru ada yang membuka pintu
Melvi diam diam keluar dari rumah sakit,sehingga dia tidak ketahuan oleh dokter,suster,maupun penjaga.CCTV?Simpan dulu,ini dunia novel
Akhirnya,Melvi berhasil menyelinap keluar tanpa diketahui siapapun.Melvi berjalan kesana kemari mencari Anissa, namun tidak ditemukan.Ada sebuah pohon besar dipinggir rumah sakit itu.Melvi memutuskan untuk berteduh dan beristirahat
"Anissa,dimana kamu?"Ucap Melvi dengan suara lirih
"Aku disini Melvi,aku tidak pergi.Aku hanya akan menghilang dari kehidupanmu,karena kau sudah punya kehidupan baru"
__ADS_1