
Setelah menyanyikan satu buah lagu yang mewakili perasaannya Satria bergegas menemui Zahira.Ia mengajak Zahira makan di salah satu warung lesehan.Mereka berdua memesan gudeg salah satu makanan yang terkenal di Yogyakarta.
"Gimana untuk hari ini?"Tanya Satria.
"Seru banget sumpah"ucap Zahira sambil memakan permen kapasnya yang daru tadi tak habis karena terlalu besar.
Mata Satria fokus ke leher Zahira,Terlihat kalung berbandul gembok melekat indah mengiasi lehernya.
Kenapa gue nggak sadar sih sama kalung itu..
Dia pasti Rara...
Apa gue tanyain aja ya?
Tapi kalau dia Rara kok dia nggak kenal sama gue sebelumnya....
Ahh kan banyak kalung yang kayak gitu...lagi pula namanya Mega...
emm...Atau mungkin Rara sengaja?
Lebih baik gue cari tau delu deh...(gumam Satria)Ia tak menyadari jika pesanannya sudah datang.
"Sat..makanannya udah sampe"Zahira menyenggol bahu Satria pelan.
"eh..ii iyaa...yuk makan keburu dingin"jawab Satria menyunggingkan senyumnya.
Setelah selesai makan Satria melihat jam tangannya pukul 21.15.Satria beranjak membayar makanannya dan mengajak Zahira pergi.
"ayo cepet ga"ucap Satria.
__ADS_1
"bentar napa..emang kenapa sih buru buru amat?"ucap Zahira mensejajarakan langkah Satria yang mulai cepat.
"ini udah jam sembilan lebih lima belas mega..kenapa lo cerewet sih"ucap Satria gemas dengan tingkah Zahira.
"apa?jam sembilan..pasti kita ditinggal" Zahira menarik tangan Satria mengajaknya berlari.
Zahira berlari sampai sampai dia menabrak seseorang.Terlihat 3 orang berjejer.
"udah puas berduaannya tuan putri?"ucap salah satu orang yang ditubruknya tersebut yang ternyata adalah Lusi,sahabatnya.
"ih apaan sih"ucap Zahira kesal.
"alah bilang aja seneng kan berdua duaan"ledek Ayu kemudian.
"udah lah kasian kan temen lo..mending kita pulang..udah malem juga"Doni menengahi Ayu Lusi dan Zahira,sementara Satria tak menggubris omongan Ayu dan Lusi yang jelas jelas juga menyinggungnya,ia memilih fokus kepada kameranya melihat semua foto foto bersama Zahira.
Kamar Zahira,Ayu,dan Lusi.
Setelah membersihkan diri,Ayu dan Lusi merebahkan diri mereka ke ranjang.Mereka lelah setelah perjalanan hari ini,sementara Zahira duduk di sofa yang sibuk berkutat dengan laptop miliknya.
"besok jadwal kita kemana?"Tanya Zahira yang masih tetap memandangi laptopnya.
"kita berangkat jam 04.30 untuk pergi ke wisata Mangunan atau yang biasa di sebut negri di atas awan"terang Lusi.
"kenapa sepagi itu?"Ayu berdecak kesal karna ia tak biasa bangun sepagi itu.
"kita kesana itu tujuannya untuk melihat sunrise..habis itu kita berjalan jalan ke hutan pinus Mangunan sampai ke Kebun buah Mangunan.."
"ehm okelah"ucap Zahira.
__ADS_1
"Lalu habis itu kemana lagi?"Tanya Ayu yang kini antusias mendengar penjelasan Lusi.
"pulang kita istirahat...kita bisa melihat sunsetnya di sini kan?kita bisa melihat indahnya pantai parangtritis ketika petang.."Tambah Lusi.
"gue setuju..kita juga perlu istirahat...lagian kita disini 5 hari..jadi kita bisa bersantai.."ucap Zahira.
"em iya deh..trus besoknya kemana?"Tanya Ayu lagi.
"Hari ke tiga kita ke pantai Goa Cemara lalu ke Puncak Becici..."Terang Ayu.
"kenapa kepuncak lagi sih?"ucap Ayu.
"Puncak Becici bagus tauk...Mantan Presiden Amerika aja pernah kesitu.."Zahira menambahi.
"oh ya?"Tanya Lusi"Gue malah nggak tau soal itu.."
"ehm"Zahira hanya menjawab dengan deheman.
"Trus hari keempat kita kemana?"Tanya Ayu.
"udah ah..besok tau sendiri...gue capek mau istirahat.."Lusi membetulkan posisi tubuhnya dan mengambil selimutnya.
"Lusiiii!!!!"teriak Ayu.
"hemm good night Zahira sayang..eh mega maksudnya"Lusi kini memejamkan matanya.
"kok cuma Zahira"ucap Ayu kesal.Merasa tak ada jawaban ia pun ikut tidur disamping Lusi.
"Gue tidur dulu ya Za..jangan lupa matiin lampu..jangan lupa juga tidurnya jangan malem malem..besok kita akan liburan..yuhuuu"ucap Ayu antusias sedangkan Zahira yang memandanginya hanya bisa geleng geleng kepala.
__ADS_1