Inikah Takdir?

Inikah Takdir?
MELVIANO!!!


__ADS_3

"MELVI!!! "Teriakku sekersanya sambil berlari menuju Melvi


Tidak! Dia menyelamatkanku dari mobil itu! Dia mempertaruhkan nyawanya demi aku!! Tidak jangan mati!!


"Melvi bangun!! Hiks... "Aku menggoyangkan badan Melvi supaya bangun. Namun, sia sia. Dia tidak sadar dari tidurnya. Darah yang mengalir dari tubuhnya mengotori jalan


Orang orang langsung bergerombolan datang menolong Melvi. Mereka membawanya ke rumah sakit dengan mobil yang tadi menabraknya. Aku ikut! Aku harus ikut!


Sesampainya di Rumah Sakit, Melvi ditangani oleh para dokter di UGD. Aku berjalan mondar mandir menunggu kabar dari para dokter


Beberapa menit kemudian...


Dokter membuka pintunya dan menutupnya kembali. Aku yang melihatnya langsung berjalan menuju sang dokter


"Bagaimana keadaanya dok? "Tanyaku panik


"Pasien hanya mengalami luka ringan dikepalanya. Dia akan segera sadar dari tidurnya. Kami akan memindahkannya ke ruang rawat"Ucapnya


"Ahh akhirnya. Terimakasih dok"


"Baiklah, kalau begitu, saya permisi"


Aku lega karena Melvi baik baik saja. Ini semua salahku,jika saja aku tidak berlari ke jalanan, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Ahh tidak ada gunanya menyesal, itu tidak akan mengulang semuanya kembali. Ingat kata Fany, ini semua takdir. Tapi, mengapa takdirku seperti ini... Hiks

__ADS_1


Akhirnya Melvi dipindahkan ke ruang rawat. Aku memegang tanganya sambil menunggunya sadar. Steleha beberapa lama, Melvi tetap saja tidak sadar. Aku memutuskan untuk tidur karena lelah. Namun,aku tidak tidur dikasur. Aku tidur di kursi sambil menggenggam tanganya


"Gadis bodoh! Kenapa kau peduli padaku"Kata Melvi


"Hah?! Apa?! "Aku langsung bangun dari tidurku


"Pft! "


"Melvi!! Kau mengagetkanku!! "Teriakku karena melihat Melvi sedang menertawakanku


"Kenapa? Apa kau kaget? "


"Lupakan!! "


"Hahaha, kau menjagaku selama aku tidur. Kau berharap aku segera bangun. Sekarang aku sudah bangun, apa kau senang? "Tanya Melvi


"*... Tidak!Siapa juga yang menunggumu bangun. Aku hanya menemanimu! "Jawabku sambil mencari alasan


"Benarkah?Lalu kenapa kau berharap aku segera bangun?"Tanya lagi Melvi dengan senyum yang menyungging


"Lupakan! Aku harus segera pergi "Tidak ada cara lain lagi selain pergi dari sini. Aku segera bangkit dari kursiku dan berdiri


"Jangan pergi! "Kemudian, Melvi menarik tanganku sehingga aku terjatuh di pelukanya

__ADS_1


Ya tuhan... Apa aku akan mati sekarang? Jantungku rasanya akan meloncat! Jika memang aku akan mati sekarang, mengapa cara matiku seperti ini...


"Apa kau nyaman? Kau tidak bangun dari tubuhku"Goda Melvi yang menyadari lamunanku


"Ahh mm!! "Aku segera bangun dari tubuhnya


Malu sekali akuu... Please, Anissa jangan salah tingkah! Pipiku merah seperti kepiting rebus, jantungku berdebar seperti ayunan, bibirku tiba bisa mengeluarkan satu katapun, apa artinya ini ya Tuhan...


"Anissa, tidak usah malu"Ejek Melvi


"Aaapa?! Tidak! Aku tidak malu! "Jawabku kesal


"Buktinya, aku bisa melihat jantungmu akan melompat pipimu merah seperti kepiting rebus. Kau sangat lucu"


"Arghh!! Aku ingin keluarr!! "Aku berlari kencang menjauhi Melvi


"Anissa!!! "Bruk!


Ohh Tuhan, dia terjatuh. Bagaimana ini? Harus kutolong atau kubiarkan? Bodoh! Aku harus menolongnya!!


"Melvi!! "Aku berlari kembali ke arah Melvi. Aku membangunkan Melvi yang tersungkur di lantai. Kemudian, aku menidurkannya di ranjang


"Apa maumuu!?"Tanyaku dengan muka kesal

__ADS_1


"Anissa, tidak ada yang merawatku disini, tolong... Temani aku ya"Jawabnha dengan suara lirih


Aku merasa bersalah. Aku merasa bersalah karena telah membiarkannya seperti ini. Aku pikir, akan lebih baik jika aku meninggalkanya. Ternyata tidak! Dia membutuhkanku


__ADS_2