
Sorepun tiba semuanya kini berkumpul di halaman rumah Nek Asih.Mereka hendak berpamitan untuk ke penginapan.Mereka tidak mau merepotkan Nek Asih.Nek Asih memeluk Doni cucunya,Nek Asih dan Doni barusaja bertemu setelah 10 tahun berpisah Nek Asih masih merindukan cucunya itu.
"Nek kami pulang ya"Doni berpamitan menyalami neneknya.
"Ati ati yo le"Nek Asih menyeka air matanya berusaha tersenyum.
Mereka menumpagi 2 mobil seperti tadi pagi.Kini Zahira dan Satria menumpangi mobil yang sama,kini mereka sudah mulai sedikit akrab tidak seperti tadi pagi yang sikapnya saling acuh.
"Lo juga suka motret ya?"Tanya Zahira,karna semenjak pertemuannya dengan Satria dan Doni,Donilah yang sering memegang camera.
"iya,ini pekerjaan gue"ucap Satria sambil menyunggingkan senyum alanya.
"ohh kamu udah kerja?"Tanya Zahira kembali.
"gue kerja kayak gini udah 4 tahun,ya itung itung buat biaya kuliah sambil nabung..hehe"ucap Satria terkekeh pelan.
Ternyata sikap lo masih sama kayak dulu ya...Lo masih mau kerja walupun hasilnya gak gede,padahal kalo lo mau lo nggak perlu kerja,lo tinggal dirumah nyokap bokap lo yang bakalan biayain lo,kalau pun perlu lo bisa bekerja diperusahaan bokap lo,gue salut sama lo Sat(batin Zahira)
"nabung?untuk apa?bukankah lo tinggal meminta kepada nyokap bokap lo?"Tanya Zahira.
"maksudnya apa?tinggal minta?lo tau tentang keluarga gue?"Tanya Satria balik.
"eh emm..itu..."Zahira gelagapan ia mencoba memutar otaknya untuk menghindari pertanyaan Satria"em gue tau dari Doni,katanya Bokap nyokap lo punya perusahaan yang sedang berkembang pesat."Zahira berbohong ia tak mau identitasnya terbongkar karna ia salah bicara
__ADS_1
gelagat lo membuktikan bawha lo itu bohong,Kenapa lo nggak jujur sih Ra,lo Rara kan?(gumam Satria memandangi manik mata Zahira dengan lekat.)
Malam pun tiba,kini mobil yang tadi mereka tumpangi telah berhenti di Malioboro.Malioboro terlihat sangat indah terlebih lagi kalau malam hari.
Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas Jogja dan warung warung lesehan di malam hari Malioboro juga terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim dan lain lain di sepanjang jalan ini.
"kita duluan lo sama Satria aja sono"Ayu bergegas menyusul Lusi dan Doni yang berjalan menjauhi mereka.
"kok nggak bareng bareng sih"ucap Zahira kesal karna sedari tadi Ia harus bersama Satria .Zahira merasa takut jika dekat dengan Satria ia akan kembali terluka.
Lusi,Ayu,dan Doni tak menjawab mereka asik berjalan jalan dan sesekali berhenti untuk berfoto.
ah dasar awas kalian nanti (umpat Zahira kesal)
Zahira hanya menganggukkan sebagai jawabnnya.Satria yang mendapat jawaban setuju langsung menggandeng tangan Zahira.
Zahira memandang tangannya yang sedang digandeng Satria.Gelang berbandul kunci melekat di tangan Satria.Kenapa lo selalu membuat jantung gue berdebar?(batin Zahira)
Flashback ON
Sewaktu Zahira sedang di sebuah rumah pohon,Satria menyusulnya ke atas.Zahira sedang mengukir sebuah nama dibatang pohon dengan pisau.Satria memandangi ukiran tersebut.
Satria mengeryitkan dahi"SR?"ucapnya.
__ADS_1
Zahira menoleh ke arah Satria"iya SR..Satria Rara"ucap Zahira kemudian melanjutkan ukirannya.
"Ra gue mau ngasih lo sesuatu"Satria menatap wajah Rara.
"Apa?"
"Tutup mata dulu dong"ucap satria.
"hem iya deh"Zahira menutup matanya.
Satria merogoh sakunya mengeluarkan 2 buah benda satu gelang dan satu kalung.Ia memakaikan kalung berbandul gembok ke leher Zahira lalu Ia memakai gelang berbandul kunci ditangan kanannya.
"Sekarang buka mata lo"ucap Satria.
Zahira membuka matanya meraba lehernya,ia melihat kalung nya dengan takjub lalu memandang Satria.
"Gembok ini nggak bakal kebuka jika nggak ada kuncinya,dan kini gue yang megang kuncinya(mengangkat tangannya yang menampakkan gelang berbandul kunci)"
"Lalu?"tanya Zahira yang belum paham apa maksud Satria.
"Gelang dan kalung ini adalah arti persahabatan kita,dan gue harap lo nggak akan lepas kalung ini.Jadi lo akan selalu inget gue dimanapun lo berada"Satria mengangkat tangannya sambil menatap Zahira.
Zahira menerima uluran tangan Satria,kini kedua tangan itu pun membentuk kepalan yang mengartikan persatuan."Gue bakal jaga kalung ini,dan gue berharap persahabatan ini langgeng sampai kita mempunyai pasangan masing masing"Zahira menyunggingkan sebuah senyum.
__ADS_1
Dan gue berharap kita lebih dari sahabat Ra(gumam Satria)