ISTRIKU DIA MANTAN KEKASIHKU

ISTRIKU DIA MANTAN KEKASIHKU
BERDUAAN


__ADS_3

"Enggak deh ntar sih Nabil malah marah lagi." Ucap Aisyka dalam hati sambil menggeleng kepalanya dengan cepat.


Aisyka keluar meninggalkan Nabil yang terlelap dalam tidurnya.



Pukul sebelas malam Aisyka masih di sibukkan dengan laptopnya mengerjakan tugas.



Hujan juga masih sangat deras lalu kilat menyambar bersama suara gemuruh guntur.



Tiba\-tiba saja lampu mati. Aisyka dari kecil takut gelap bahkan tidur ia tak berani jika gelap.


"Aaahhhhh" teriakan aisyka. 'Ya Allah lampunya mati. Aduh gelap, Nabil tidur lagi. Aku kan takut.' gumamnya dalam hati.


"Dimana lagi lilinnya." Ucap Aisyka bicara sendiri sembari mencari liking di laci dapur.


Saat dirinya mencari lilin terdengar suara hentak kan kaki seorang melangkah.


Clek..clek..


"Suara apaan tuh, jangan jangan ada maling lagi." Lirih Aisyka yang sudah ketakutan, tubuhnya kini mulai gemetaran.


Tak ada yang bisa dia lakukan jika ini memang maling.


Aisyka memberanikan diri menghadapi maling tersebut. Dirinya sudah memegang sapu untuk memukul maling.


"Udah gelap ada maling pula." Ucap Aisyka bicara dengan nada pelan.


Langkah orang tersebut semakin dekat. Mungkin saat ini jantung dirinya sudah berdetak cepat karena sangat takutnya.



"DOORRRRR"


"Aaagggghhhhhhhaaaaa"


BUGH..BUGH..BUGH..


"Awwwwhhhh.. isyka apaan sih lu nih gue Nabil." Ucap Nabil dengan suara yang keras. Aisyka berhenti memukul Nabil dengan sapunya.


Wanita itu tersenyum tak enak. "Maaf aku pikir kamu maling. Sakit ya.." ucap Aisyka dengan wajah merasa bersalah.


"Mana ada maling secakep gue,"ucapnya dengan sinis.


"Maaf ya bil. Aku enggak tahu itu kamu." Ucap Aisyka memohon seraya melipat keduanya.


"Tanggung jawab enggak lu. Obatin gue. Sakit badan gue gara\-gara lu." Ujar nabil dan langsung duduk membawa sebatang lilin kecil. Nabil sangat tahu Aisyka takut gelap.


Aisyka mengobati Nabil, sedangkan Nabil hanya tersenyum geli.


"Aaawwwhhhhh" ringgis Nabil.


"Pelan-pelan ajah isyka."lanjut ucap Nabil.


"Maaf ya Aku benar-benar nyesal." Lirih Aisyka yang masih mengobati Nabil.

__ADS_1


"Kog lu belum tidur."


"Ngerjain tugas, udah kelar sih nih tapi tiba tiba lampu mati. Dan---"


"Dan lu takut gelapkan." Potong Nabil.


"Enggak usah kasih tau. Udah tau." Ujar nabil dengan angkuh.


Aisyka menghela napas panjang mendengar petuturan Nabil. "Dasar suami angguh" cercah Aisyka membuat Nabil melotot padanya.


***


Setelah mengobati Nabil mereka berdua baring di depan ruang tv. Aisyka juga takut tidur di kamarnya.


"Nabil" panggil Aisyka yang baring di samping pria itu.


"Hmmm.. apa."


"Malam ini ajah jangan tinggalkan Aku dalam gelap gini Aku takut." Lirih aisyka.


Nabil memutar bola matanya seperti sedang memikirkan suatu. "Boleh.. dengan syarat." Ucap Nabil dengan penuh kemenangan.


Aisyka Berbalik menghadap Nabil. "Apa..?!? Katakan saja" ucap Aisyka dengan wajah melasnya.


"Lu harus buatin gue sarapan yang enak besok pagi. Isyka lu tau gue tersiksa kalau enggak sarapan." Ujar nabil lalu menaiki alisnya turun naik.


Tatapan mereka pun saling bertemu. Aisyka hanya mengangguk.


DEG


"Ya Allah apa ini. Rasanya aku Tak sanggup menatap Nabil." Ucap Aisyka dalam hati. Sedangkan jantungnya berdetak tak karuan.




Wajah mereka semakin dekat. Nabil tak bisa menahannya. Aroma tubuh Aisyka tercium sangat harum. Mata indah membuat Nabil tak henti menatapnya. Bibir Aisyka yang rasanya ingin Nabil menciumnya.



Tapi ini seorang Nabil dia sangat gengsi mengakui bahwa dirinya sangat merindukan semua itu. Mantan kekasih yang kini jadi istrinya Nabil berusaha membencinya.



"Brensek. Gue enggak mau jatuh kepelukan cewek cadar ini lagi." Umpatnya dalam hati langsung mengalihkan pandangannya.


"Tidur lu udah malam besok mau ke kampus." Ucap Nabil membelakangi Aisyka.


Aisyka hanya tersenyum kekeh. Udara dingin sangat menusuk membuat ke duanya kedinginan.


"Ka kalau lu masih takut. Boleh peluk gue kok." Ucap Nabil membalik tubuhnya menghadap Aisyka.


Aisyka memeluk Nabil dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Nabil.


"Pelukan ini. Gue rindu dengan pelukan ini tapi gue enggak mau jatuh cinta dengan lu lagi. Lu jahat udah khianati gue dengan ketua osis sialan itu." Gerutu Nabil dalam hati. Aisyka sudah tertidur.


Nabil masih tenggelam di balut masalalu bersama Aisyka.


Flashback

__ADS_1


Di sekolah Nabil menghampiri isyka di kelasnya.


"Sayang."bisik Nabil di telinga isyka lalu meniupnya dan membuat pemilik telinga tersipu malu.


BLUSH


Wajah isyka memerah. "Nabil ahh." Ucap isyka dengan manja.


"Kantin yuk". Ucap Nabil dengan lembut.


"Enggak ah.. Aku bawa bekal dan aku masakin kamu loh."ucap isyka penuh dengan semangat.


"Wow.. mau jadi calon istri yang baik ya." Goda Nabil membuat isyka tertunduk malu.


"Apaan sih Nabil. Jangan gombal terus ah."


"Emang kamu enggak mau jadi istri Aku." goda Nabil dengan kedua alisnya di angkat.


Aisyka malu\-malu untuk menjawab. "Nih pipi gemes deh. Merah melulu." Nabil mencubit kedua pipi Aisyka.


"Nabil sakit nih."


"Mau enggak."ucap Nabil menyeringai.


"Apanya" jawab isyka.


"Jadi istri akulah. Jadi kalau Ada yang berani Lamar kamu aku udah duluan." Sarkas Nabil tersenyum.


"Kamu nih ah.."


"Jawab dulu isyka."


"Iya Aku mau." ucap isyka malu malu.


"Cie mau jadi nyonya Nabil Dirgantara"


Flashback berakhir.


***


Tanpa terasa air mata Nabil terjatuh. Dia merenung wajah Aisyka yang sangat cantik.


Nabil menghapus air matanya dan melepaskan pelukannya bersama Aisyka. Lampu pun hidup. Nabil hendak memindahkan Aisyka ke kamar. Ia menggendong Aisyka ala bridal style.


"Gue enggak mau jatuh cinta ke lu lagi. Gue enggak bisa ka. Gue enggak mau hancur lagi kehilangan lu."gumam Nabil menatap Aisyka menaiki tangga yang hendak ke kamar Aisyka.


Nabil meletakan tubuh Aisyka diranjangnya. "Maafin gue dengan sifat angguh gue. Maafin gue yang enggak bisa jadi suami yang baik buat lu. Selamat malam istriku. Sekarang lu benar\-benar jadi istri gue. Permintaan gue dulu menjadi kenyataan isyka." Lirih aisyka dengan wajah sedih menahan Luka di hatinya.


CUP


Nabil mengecup bibir Aisyka sekilas. Lalu pergi meninggalkan istrinya. Nabil kembali ke kamar dengan perasaannya yang tersembunyi. Tak pernah di bayangkan Nabil harus berada di posisi membenci Aisyka namun juga takut mencintai wanita yang telah menjadi istrinya itu.


Nabil membaringkan tubuhnya dan menutubi wajahnya dengan bantal yang membasahi karena air matanya. Hanya Aisyka yang mampu membuat Nabil menangis seperti sekarang ini.


Air mata membuatnya terpejam dalam tidurnya.


Subuh harinya Aisyka subuh terbangun untuk sholat subuh. Aisyka menggeliat kan tubuhnya.


"Astagfirullah udah subuh."ucap Aisyka lalu bangun hendak mengambil wudhu.

__ADS_1


Setelah sholat Aisyka memasak untuk nabil seperti janjinya pada suaminya itu. Nabil yang masih tertidur dalam Alam mimpinya.


****


__ADS_2