ISTRIKU DIA MANTAN KEKASIHKU

ISTRIKU DIA MANTAN KEKASIHKU
NABIL TAK TERIMA SIKAP AISYKA


__ADS_3

Esok paginya isyka menyusuri koridor kampus. Karena Ada kelas pagi isyka lebih dulu berada di kampus.


Bahkan isyka belum sempat sarapan.


"Isyka," panggil dewi yang baru saja datang. Isyka hendak menoleh melihat dewi memanggilnya.


"Baru datang dew..?!?" Tanya isyka.


"Iya ka gue bangun telat. Jawab dewi cengegesan yang kini berjalan di samping isyka menuju kelas mereka.


"Gimana dengan Nabil ka?!?" Lanjut ucap dewi dengan pelan.


"Gimana apanya dew. Aku belum ketemu dia pagi ini." ujar Aisyka memasuki kelasnya lalu duduk santai.


"Emang enggak selamat." Tanya dewi kepada Aisyka.


Aisyka hanya menggeleng sembari memanyunkan wajah di balik cadarnya. "Sumpah demi apa lu enggak selamat." Teriak dewi membuat mahasiswa memperhatikan ke arah mereka.


"Jangan teriak dong!! Mereka semua lihat Kita tau.." ujar Aisyka sedikit penekanan. Dewi merunduk tak enak. Mereka pun mengakhiri percakapannya kerena sudah Ada dosen dihadapan mereka.


***


Sedangkan Nabil pagi hari yang cerah dengan terik matahari menunjukkan sudah pukul 10.00 pagi membangunkannya. Nabil pun keluar dari kamar mencari keberadaan isyka yang telah pergi dari tadi.


'Dimana sih isyka kok enggak kelihatan. Biasanya udah Ada nyiapkan makanan.'


Dengan perlahan Nabil menuju meja makan yang masih kosong. 'kok kosong mana sarapan gue nih.'


"AISKAH." Panggil Nabil namun tak Ada jawaban.


"AISKAH." Teriak Nabil sembari celingak celinguk mencari keberadaan Aisyka. Nabil mencari hingga di kamar wanita itu namun percuma dia juga tak berada disana.


"Arggghhh.. isyka lu kemana sih sepagi ini. Enggak Ada sarapan gue lagi." Gerutu nabil bicara sendiri sambil mengacak rambutnya sendiri.


"AWAS AJA LU KETEMU DI KAMPUS. DASAR ISTRI DURHAKA LU ISYKA." Ucap Nabil kesal lalu ia pergi Mandi.


Nabil memutuskan segera pergi ke kampus menggunakan motornya karena Mobil yang biasa di gunakannya harus di service. Rasanya kesal menyelimuti seorang Nabil Dirgantara. Diperjalanan dirinya malah bertemu Lisa sang kekasih. Dengan sangat terpaksa dirinya harus mengantar Lisa ke kampusnya yang berbeda dengan dirinya.


"Sayang kok kamu naik motor. Mobil kamu mana?" Tanya Lisa yang duduk di atas motor Nabil dengan melingkari tangannya di pinggang Nabil.


"Bengkel." Jawab singkat Nabil dengan nada juteknya.


"Kamu kenapa sayang??" Tanya Lisa penasaran dengan sikap Nabil yang super galak hari ini. Nabil fokus dengan jalannya tanpa peduli Lisa.


Setelah beberapa lama Nabil sampai mengantar Lisa kekasihnya itu. Dengan bergegas cepat dia melajukan motornya ke arah kampusnya yang tak cukup jauh.


Akhirnya Nabil sampai di parkiran kampus dengan wajah yang sangat emosi. Disaat itu kebetulan Ada Irfan dan Mario yang baru saja datang.


"Uuy.. bro baru datang lu,." Ucap Irfan yang menuruni motor ninja hijau miliknya.


"Hmmmmppppttt," Hanya di jawab dengan singkat oleh Nabil yang wajahnya sangat tak bersahabat.

__ADS_1


"Lu kenapa bil?!! Lagi Ada masalah." Tanya Mario penasaran melihat tingkah aneh Nabil itu.


"Gue enggak kenapa-napa." Jawab Nabil dengan ketus.


"Lu masuk duluan gue ada urusan sebentar."lanjut ucap Nabil tak kalah dingin.


Nabil kini tepat berada di depan kelas Aisyka berniat ingin memarahi istrinya tersebut.


Kelas Aisyka telah bubar. Aisyka dan dewi berniat pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka.


Saat ingin beranjak pergi Nabil masuk penuh dengan emosi. Rasanya dada Nabil Naik turun menahan emosinya.


Tatapan Nabil begitu tajam saat dirinya masuk. Mahasiswa di kelas memperhatikan seorang Nabil yang angkuh berada disana.


"SEKARANG SEMUANYA KELUAR DARI KELAS INI. GUE ADA URUSAN SAMA CEWEK CADAR INI." bentak Nabil dengan tatapan tajam.


Tak satu dari mereka yang berani. Dengan langkah terburu mereka semua keluar kecuali dewi. Yah dewi memang berani karena mereka sebelumnya satu sekolah dan tahu betul sifat Nabil Dirgantara yang egois.


"Lu tuli ya wi. Gue bilang KELUAR..!!" Ucap Nabil dengan kasar dan penuh tekanan saat mengatakan keluar menunjuk dengan telunjuknya arah pintu keluar.


Aisyka bisa melihat kemarahan di mats Nabil. "Kamu keluar aja wi, Aku enggak papa kog."


"Tapi kan ka--"


"Enggak papa keluar aja." Ucap mengelus pundak dewi agar cepat keluar.


Kini mereka tinggal berdua. Nabil menutup rapat pintu kelas itu dan menguncinya.


Sedangkan Aisyka menatapnya tidak tau. "Aku enggak tau. Memangnya aku punya salah yah." Ucap Aisyka dengan lembut tak berusaha menatap mata Nabil.


"Kalau gue ngomong tatap mata gue." Ucap dingin Nabil.


Aisyka mendongakan kepalanya yang kini mereka saling berhadapan. "Bagus nah gitu dong." Ucap Nabil penuh kemenangan.


Sedangkan Aisyka masih terlihat santai. "Sekarang gue mau bicara sama lu."ucap nabil posisi menarik tangan Aisyka duduk di kursi dosen dan Nabil duduk di meja dosen.


"Lu tau kesalahan lu. Kenapa lu pergi begitu aja bahkan lu enggak pamit dengan gue. Kalau lu lupa gue suami lu isyka." Ucap Nabil penuh tekanan.


"Aku kan ada kuliah pagi." Jawab Aisyka dengan singkat.


"Lu Gila yah. Jawaban lu itu doang. Bisa-bisanya lu lantarin suami lu pagi ini." Bentak Nabil.


"Jangan bentak juga kali." Aisyka berdiri mulai ingin meninggalkan perselisihan mereka.


"GUE BELUM SELESAI LU JANGAN BERUSAHA UNTUK LARIIN DIRI."BENTAK NABIL YANG MEMUKUL MEJA.


Mata Aisyka mulai berkaca mendengar perkataan Nabil yang kasar. Aisyka menghela napasnya dengan kasar berusaha untuk tetap tenang.


"Kalau kamu lupa kita punya perjanjian nikah. Aku urus diri aku sendiri Dan juga sebaliknya dengan kamu. Jadi apa pun yang kamu lakukan aku enggak berhak ikut campur."ucap Aisyka masih terlihat tenang sembari telunjuk menunjuk berada di dada nabil.


Aisyka pun segera pergi dan menepis air matanya yang telah jatuh. Rasanya berdosa sekali memperlakukan suami sendiri seperti itu.

__ADS_1


"Hmmmmm huh" Aisyka menghela napas panjangnya berusaha tenang.


'astagfirullah ini benar enggak yang Aku lakukan. Aku udah dosa melawan Nabil suamiku.' ucap Aisyka dalam hati menuju kantin.


***


Dikantin sudah banyak yang berada di sana. Dewi yang duduk ngerombolan Aldo dan teman\-temannya.


Disana Ada Aldo Mana mungkin sih Irfan berani menganggu gadis itu.


"Isyka.." teriak dewi melambaikan tangannya dari kejauhan.


Aisyka pun duduk disamping sahabatnya itu. " Lu enggak papa kan ka." Tanya dewi khawatir.


Aisyka menggeleng "enggak kog dew. Kamu tenang aja." Ucap Aisyka lembut.


"Dew lu manggil Aisyka dengan isyka berarti dia.." tanya Aldo kepada dewi yang mendengar teriakan Nama isyka.


"Iya do Aku isyka. Kita dulu satu sekolah." Jawab Aisyka dengan suaranya yang lembut.


"Neng Aisyka mau makan apa biar babang Irfan traktir." Goda Irfan.


"Enggak usah terima kasih." Ucap Aisyka.


"Enggak perlu malu-malu. Tanda permintaan maaf babang ke neng karena pernah gangguin lu." Kata Irfan dengan wajahnya yang super di lucukan tapi tidak lucu membuat Aisyka terkekeh geli.


"Eh.. adanya teman gue geli lihat wajah aneh lu tuh." Ujar dewi.


"Bukan hanya geli tapi jijik." Ucap Mario berhasil membuat semua tertawa termasuk Aisyka yang terkekeh di balik cadarnya.


Mario dapat toyoran dari Irfan yang baru saja meledeknya. Sedangkan Mario tak kalah membalasnya.


"Bu siomaynya satu." Teriak Nabil yang baru saja duduk di samping irfan.


"Duh babang Nabil datang-datang langsung lapar aja." Ucap Irfan lalu di tatap tajam oleh Nabil.


"Yaelah bil gue cuma bercanda doang." Ucap Irfan yang melihat tatapan Nabil yang tak bersahabat.


Aisyka hanya melihat nabil yang kelaparan karena perbuatannya. Ia merasa bersalah seharus dia menyiapkan sarapan Nabil.


"Lu enggak sarapan bil. Lapar banget kelihatannya." Tanya Aldo melihat Nabil menyantap siomay dengan lahap.


"Enggak istri gue enggak masak."


"Hah..!?! ISTRI MAKSUD LU." ucap Mario dan Irfan kaget mendengar sebutan istri.


Nabil yang sedang makan pun sampai tersedak. Dirinya keceplosan.


"Uhuk..uhuk.."


"Mak..sud gu..gue pembantu di rumah enggak masak lagi libur." Ucap Nabil sedikit gugup.

__ADS_1


***


__ADS_2