
Aisyka memasak malam harinya. Hari ini Nabil tidak berniat untuk keluar rumah. Kebetulan di luar juga hujan deras.
Mengingat kelakuan Aisyka hari ini membuat Nabil jengkel. Nabil menuruni tangga satu persatu dengan pakain casual putih Dan celana pendek hitamnya.
Nabil mencuri pandang kepada Aisyka yang sedang masak di dapur. Sedangkan dirinya menikmati cemilan sambil menonton film. Entah apa yang di tontonnya, Dia terus mengganti Chanelnya.
Aisyka menggunakan piyama tidurnya dengan rambut terurai panjang. Aisyka begitu memukau membuat Nabil tiada henti menatapnya. Aisyka sadar sedari tadi Nabil terus menatapnya. 'Apa Ada yang salah denganku kenapa Nabil terus menatapku tiada henti.' ucap Aisyka dalam hati.
"Lu masak apa." Tanya Nabil yang mencium aroma wangi masakan Aisyka. Namun tak di gubris Aisyka sama sekali, ia malah sibuk menata meja makan.
"Eh isyka gue ngomong sama lu. Serasa bicara dengan tembok" ucap Nabil dengan kesal. Tapi tetap saja tak menjawab.
Nabil berdiri menatap tajam Aisyka, ia mendekati Aisyka dengan dadanya Naik turun menahan emosi. " Isyka lu dengar enggak sih."
"Asli dah gue ngomong dengan tembok." Oceh Nabil kesal sembari menepuk meja dengan kuat membuat Aisyka terkejut.
"Apaan sih bil marah-marah enggak jelas. Mendingan wudhu sana biar enggak marah terus. Ntar cepat tua loh..!!" Sentak Aisyka sadar dari keterkejutannya.
"Abis lu dari tadi kagak dengar terus."
"Lagi malas aja ngomong dengan kamu." Ucap Aisyka dengan santai sembari menyantap makanan barusan di buatnya. Nabil memperhatikan makanan Aisyka terlihat lezat.
"Buat gue mana makanannya."ucap Nabil dengan menyengir pede.
"Buat sendiri lah sana." Ucap Aisyka dengan cuek malah semakin jadi memakan dengan nikmat di hadapan Nabil.
Nabil semakin jengkel dengan sifat Aisyka. "Lu kan istri. Lu aja masakin gue." Pinta nabil.
"Enak aja kamu. Lah kita ada perjanjian pra nikah."Lirih aisyka.
"Masa sih harus di ingatkan isi surat itu apa." Lanjut ucap Aisyka yang seolah meremeh .
"Enggak enggak aku enggak perduli pokoknya lu harus masakin gue sekarang." Ucap Nabil memaksa.
Nabil menarik narik tangan Aisyka untuk di bawah ke dapur tapi aisyka berpegangan tangannya dengan sisi ujung meja. "Ayo cepatan. Gue lapar banget nih ka"
"Enggak mau masak sendiri sonoh" ucap Aisyka dengan kepala mendongkakan sedikit kepalanya menunjuk ke arah dapur sembari tangannya masih kuat berpegangan meja.
__ADS_1
Nabil pun mendengus kesal menyerah dengan tingkah Aisyka yang membuatnya jengkel. 'aduh asli dah lapar banget. Mana di luar hujan lagi. Mobil masih di Servis lengkap banget dah masalah gue hari ini' gumam Nabil dalam hati dengan kesal.
Aisyka melihat nabil sebenarnya tidak tega. Tapi ini hanya demi untuk menyadari Nabil agar bisa menghargai dia sebagai istri. Aisyka menatap Nabil yang sedang berdiri di pojokan jendela menatap hujan yang deras.
Aisyka melanjutkan makannya yang perlahan habis. Nabil hanya bisa memainkan ponselnya. Sesekali ia mencuri pandangannya kepada Aisyka yang selalu terlihat cantik tanpa cadarnya.
GRUK..GRUK..GRUK..
Suara perut Nabil berbunyi menandakan dirinya sangat kelaparan. Bahkan Aisyka dapat mendengarnya. Aisyka tersenyum djahil ingin mengerjakan Nabil.
"Kalau lapar tuh di kulkas Ada ikan, udah di bumbukan kog tinggal goreng doang." Lirih aisyka yang sekarang mengerjakan tugas kuliah duduk berada di dekat Nabil.
Nabil menatap tajam istrinya tersebut. Namun apa daya perutnya sudah sangat lapar. Nabil berdiri menuju dapur membuka kulkas hendak ingin memaksa. Aisyka dari ruang tv tersenyum kecil melihat suaminya yang ingin masak. Ruang tv dan dapur tidak terlalu jauh hingga Aisyka bisa melihat kegiatan memasak Nabil.
"Duh.. nih gimana caranya ya. Gue kan kuliah jurusan bisnis bukan memasak." Gerutu Nabil bicara sendiri yang hendak ingin memasak.
Terlihat Aisyka yang sangat kekeh menahan senyumnya melihat nabil yang mencoba sedang menghindari minyak goreng. Akhirnya Aisyka tak dapat menahan tawanya, ia pun tertawa bahak\-bahak melihat kelucuan suaminya.
"Buseet dah gue mah enggak mau kayak kini. Puas lu Aisyka ketawain gue, seharusnya lu yang masakin gue nih. Ini gimana cara balikinnya. ISTRI ENGGAK PUNYA PERASAAN LU." Ucap Nabil dengan suara yang keras sambil berusaha menghindari minyak goreng yang akan mengenainya.
"Hahahahaha" tawa Aisyka yang tiada henti membuat sang suami menatap takjub. ' ya ampun dia ketawa gitu cantik banget. DEG kenapa jantung gue gini natap dia.' batinnya Nabil yang tak dapat di dengar Aisyka.
Nabil menggelengkan kepalanya, "enggak enggak gue enggak boleh jatuh cinta lagi dengan isyka yang udah khianati gue, bisa frustasi dua kali gue." Ucapnya dalam hati.
Aisyka masih bertahan dengan tawanya sedangkan Nabil menatap ikan gorengnya yang gosong dengan wajah melasnya.
Melihat keheningan Nabil Aisyka berpikir untuk menghampiri pria tampan itu.
"Kenapa tuh muka di tekuk ajah??"
"Lu enggak lihat nih ikan goreng gue gosong" ucap Nabil dengan wajah juteknya.
"Jadi enggak bisa makan dong yah." Ledek Aisyka menutup mulutnya yang hendak ingin tertawa.
Aisyka berada di samping Nabil akhirnya tak tega juga. " Yaudah sini biar aku bantuin kamu. Kamu tunggu aja di meja makan."
Nabil pun menghela napasnya lega. "Akhirnya." Ucap Nabil.
__ADS_1
***
Setelah pertempuran masak memasak antara kedua kini disibukan hal masing\-masing.
Aisyka masih sibuk dengan tugasnya menumpuk. Nabil yang usai makannya sudah sibuk dengan game mobile legendnya.
"Mabar woy. Mabar yok" ucap Nabil kepada ponselnya dengan suara sedikit keras membuat Aisyka tak fokus.
"Nabil kamu main game di kamar aja ribut tau. Aku kerjain tugas ribut kamunya." Ucap Aisyka.
"Ahhh berisik lu isyka."umpat Nabil lalu pergi ke kamarnya.
Aisyka mengacak rambutnya tak percaya dengan kelakuan suaminya yang bin ajaib itu.
"Dasar Nabil enggak pernah berubah dari dulu." Oceh Aisyka yang di tinggal Nabil ke kamarnya.
Hening itu yang terjadi di rumah mereka, Aisyka mengerjakan tugas yang membuat otaknya harus berputar. Nabil yang main game bahkan sekarang tertidur di kamarnya.
Guntur, petir, menyelimuti hujan malam itu yang begitu deras. Aisyka ke kamar Nabil mengecek apa yang di lakukan laki\-laki itu.
CEKLEK
Aisyka tersenyum melihat suami tampannya tertidur pulas.
"Ternyata udah tidur." Ucap Aisyka dengan senyumannya.
"Masya Allah wajah ini teduh sekali saat tidur." Ucap Aisyka mengelus lembut puncak kepala Nabil mencium kening suaminya.
CUP
"Ana uhibbuka fillah" lirih aisyka. Nada dering ponsel mengalihkan Aisyka yang menatap suaminya.
Aisyka hendak berdiri dan melihat layar ponsel Nabil.
CALL IS LISA
"Lisa apa dia Lisa yang sama dulu yang pernah mengejar ngejar Nabil saat sekolah dulu." Gumam Lisa yang seperti berpikir.
'angkat enggak ya.hummm' kikuknya bingung sesekali Aisyka menatap Nabil yang telah tertidur.
"Enggak deh ntar sih Nabil malah marah lagi." Ucap Aisyka dalam hati sambil menggeleng kepalanya dengan cepat.
__ADS_1
***